
Lio segera menuruni tangga dan langsung menuju meja makan.
'Mau sarapan apa sayang biar mamah yang ambil?" nyonya Erika menatap Lio yang baru saja ikut bergabung di meja makan
'Umm..Lio malas sarapan mah, gak nafsu" ucap Lio lesu
'Lho! Kenapa? apa makanannya tidak enak? atau mamah mau masakkan sesuatu?" tanya nyonya Erika
'Tidak perlu mah, Lio minum susu sama roti tawar saja" putus Lio mengambil dua buah roti dan mengolesi nya dengan selai
'Sebentar mamah buat susu nya dulu" nyonya Erika pergi menuju dapur membuatkan susu untuk Lio
'Cih sudah mau menikah tapi masih minum susu" ejek Leon
'Apa hubungannya, daripada kamu nantinya setelah menikah masih menyusu saja" balas Lio tanpa sadar membuat tuan Alfa dan Leon terbengong mendengar ucapan Lio
'Ehemm, makanlah Leon jangan banyak bicara saat makan" tuan Alfa meminum kopi buatan nyonya Erika sambil mengalihkan pembicaraan Lio yang menurutnya cukup menohok hatinya
'Sejak kapan putri kecilku ini bisa berkata seperti itu?" batin tuan Alfa
Leon juga melanjutkan sarapannya dan mengabaikan tatapan tajam Lio.
'Gue gak nyangka dia berani ngomong begituan di depan gue dan papah" batin Leon
Tidak lama kemudian nyonya Erika datang membawa segelas susu untuk Lio.
'Minumlah sayang" nyonya Erika menyerahkan susu itu
'Terimakasih mah" ucap Lio tersenyum manis
'Iya sayang" balas nyonya Erika
Setelah selesai sarapan pagi nyonya Erika mengantar Lio menuju sekolah menggunakan mobilnya.
Sedangkan Leon juga pergi sekolah menggunakan motor kesayangannya, berbeda dengan tuan Alfa yang masih istirahat di rumah untuk memulihkan stamina tubuhnya yang sempat drop.
'Nah, sudah sampai" ucap nyonya Erika
'Lio pamit ya mah" pamit Lio mencium punggung tangan nyonya Erika
__ADS_1
'Apa uang mu ada?" tanya nyonya Erika
'Ada kok, papah kasih kartu ini untuk Lio" Lio menunjukkan kartu berwarna gold seperti miliknya dulu saat studytour tetapi kartu itu telah hilang entah kemana dan tuan Alfa tidak pernah membahas kartu itu
'Baiklah, pergilah belajar yang rajin" ucap nyonya Erika mengelus kepala Lio dengan pelan
'Baik mah dadah" pamit Lio keluar dari dalam mobil dan langsung berlari menuju gedung sekolahnya
Nyonya Erika masih menatap kepergian Lio yang berlari memasuki sekolah.
'Terimakasih tuhan telah memberikan kesempatan kedua untukku, aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini" batin nyonya Erika dan langsung menghidupkan mobilnya setelah tidak melihat tubuh Lio
Saat Lio akan masuk ke dalam kelas tiba-tiba seorang wanita datang menabraknya dengan keras.
'Awww" ringis Lio merasa sakit pada bahunya
'Enak ya jadi simpanan orang, udah gak masuk sekolah selama 2 bulan aja masih bisa bebas sekolah, sekaya apasih sugar daddy lo?!" ucap wanita ber name tag Sarah
'Maksud kamu apa?" tanya Lio bingung
'Oww... pake sok gak tau lagi, lo udah gak perawan kan, lo jual diri kan?!" Sarah mengolok-olok Lio seolah merendahkan Lio
'Kalau bicara yang benar!" ucap Lio kesal
'Gue ngomong yang benar, lo udah di sentuh sugar daddy lo berapa kali hingga bisa menutupi tunggakan sekolah lo yang banyak itu?!" Sarah mencemooh Lio
'Aku dapat darimana juga bukan urusan kamu, minggir! Dasar pengganggu!" Lio menabrak bahu Sarah dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Sarah yang mengamuk
'Menyebalkan!" kesal Lio
Lio memasuki ruang kelasnya mencoba merubah raut wajahnya yang begitu masam.
'Eh Lio, udah datang lo" sapa Nana yang kebetulan tengah mengeluarkan beberapa bukunya
'Sudah" balas Lio dengan nada malas membuat Nana menatapnya heran
'Lo kenapa? gue lihat wajah lo masam banget" Nana membalikkan tubuhnya karena kursi Lio tepat di belakangnya
'Tadi gak sengaja ketemu hama, dan hamanya malah hinggap di wajah aku, jadi aku kesel" balas Lio sedikit malas
__ADS_1
'Wahh harusnya lo bawa alat semprot pembasmi hama kalau gitu" ujar Nana tersenyum lucu
'Kamu benar, besok aku harus sediain obat hama" kekeh Lio
'Lo punya rencana setelah lulus nanti mau kuliah dimana?" tanya Nana kepo
Nana dulunya tidaklah terlalu dekat dengannya tetapi entah kenapa setelah kembali sekolah lagi Nana seperti ingin menjalin pertemanan hangat padanya.
Lio tentu saja tidak menolak karena baginya punya banyak teman adalah suatu hal yang bagus sebagai makhluk sosial.
'Ummm belum tahu juga, kalau kamu mau kuliah dimana?" Lio balik bertanya
'Gimana ya gue bilangnya, ini cukup hanya lo aja yang tahu yaa.. sejujurnya setelah lulus SMA nanti gue langsung nikah" ucap Nana membuat Lio yang tadinya acuh sekarang terlihat menarik dengan perkataan Nana
'Nikah? kamu mau menikah setelah lulus?" ulang Lio
'Iya, sejujurnya gue menikah dengan suami mendiang kakak gue, kakak gue baru meninggal 3 hari yang lewat setelah melahirkan anak pertama mereka, jujur aja gue gak mau menikah sama abang ipar gue tapi semua keluarga gue mesti nikah bareng dia" ujar Nana sambil menghela nafas berat
Lio terdiam mendengar cerita sedih Nana, entah kenapa dia seolah bisa merasakan rasa sedih Nana atau hanya itu hanya respon sesama wanita saja? tetapi dia merasa kisah Nana lebih mencolok ke pemaksaan, dalam hati Lio bersyukur karena bisa menikahi pria yang dia cintai tanpa ada paksaan sedikit pun.
'Kadang gue rasanya mau lari saja, gue rasa abang ipar gue benci banget sama gue, bahkan dia pernah bilang gue itu adalah pelakor antar hubungan dia dengan mendiang kakak gue" Nana memperlihatkan wajah sedihnya
'Kenapa kamu menceritakan aib kamu sendiri?" tanya Lio penasaran hal itu membuat Nana tersenyum manis
'Karena gue percaya sama lo" ujar Nana membuat Lio tanpa sadar tersenyum senang
'Gue bisa apa? lagian bayi kakak gue masih berusia beberapa hari bahkan dia masih sangat kecil dan rapuh, mungkin keluarga gue percaya kalau gue mampu mengurusnya, jadi selagi masih bisa membuat keluarga gue senang kenapa gak gue terima aja" ucap Nana dewasa
'Kata-kata kamu dewasa banget, usah cocok ini jadi ibu" goda Lio membuat Nana terkekeh
'Nanti datang ke pernikahan gue ya" ucap Nana lembut
'Boleh deh, ngomong-ngomong kamu bilang kalau calon suami kamu tidak suka sama kamu, jadi gimana itu?" kepo Lio
'Masalah kakak ipar biarin ajalah, lagian gue nikah hanya karena bayi itu, kata orang jaman dulu 'Cinta datang karena terbiasa" jadi gue ambil pepatah itu aja, yaa..meski prosesnya lama setidaknya gue gak terlalu sakit hati hehe" Nana tersenyum simpul
Setelah berbincang dengan Nana membuat Lio semakin yakin untuk menikah dengan Xavier bahkan Lio tidak sabar sekarang.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Ada-ada aja yaa kisah seperti Nana, apa kalian pernah dengar cerita seperti Nana? Kalau ada ceritain dong author kepo nih wkwkwk..
riri-can