
Tidak lama setelah kepergian Lio terlihat seorang wanita berpakaian sexy memasuki dapur.
Xavier memicingkan matanya melihat wanita yang tidak lain adalah Aleysa, wanita yang dulunya meminta dirinya melakukan ons (Ome Night Stand). (Btw bener gasih wkwk)
Aleysa masih belum menyadari keberadaan Xavier karena meja makan itu menghadap bagian luar rumah.
Aleysa masih sibuk minum hingga saat dia saat dia berbalik di melihat Xavier yang juga menatapnya tajam.
BYURRRR
Aleysa menyemburkan air yang tengah dia minum saat melihat Xavier di rumahnya.
Aleysa mengedipkan matanya berulang kali tetapi masih melihat sosok Xavier.
'Tuan Xavier?" tanya Aleysa dengan wajah antara senang dan terkejut
Xavier tidak menjawab dia hanya diam menatap tajam Aleysa, dia masih mengingat jelas CCTV yang diberikan oleh suruhannya saat Aleysa menyuruh dokter mengoperasi Lio untuk di ambil ginjalnya, seandainya dia telat sedikit saja tidak yakin ginjal milik Lio masih utuh.
Aleysa masih menatap Xavier dengan tatapan yang tidak jelas, matanya menatap penampilan santai Xavier yang terlihat sangatlah menawan.
Aleysa mulai berpikiran yang tidak-tidak dan beranggapan bahwa Xavier menyukainya sehingga datang ke rumahnya untuk melamarnya.
'Apa tuan Xavier datang kesini karena ingin melamar ku?" tanya Aleysa dengan senyum mengembang
Xavier menatap Aleysa dengan tatapan jijik, ternyata ada wanita tebal muka seperti Aleysa, Xavier memikirkan sifat tolak belakang Lio dan Aleysa yang sangatlah berbeda jauh.
Aleysa berjalan mendekat dan duduk di pangkuan Xavier, Xavier membulatkan bola matanya karena terkejut dan langsung menjatuhkan tubuh Aleysa.
'Aaww, kenapa mendorong ku sayang?" tanya Aleysa dengan wajah cemberutnya
Xavier berdiri dan menatap Aleysa tajam, seandainya Aleysa bukanlah kakak Lio sudah jelas dia akan menyuruh suruhannya menculik Aleysa dan menyuruh melenyapkannya dari bumi ini.
'Sungguh menjijikkan" ucap Xavier menggunakan bahasa kesehariannya
'Apa maksudmu sayang aku menjijikkan" balas Aleysa membalas ucapan Xavier
Awalnya Xavier terkejut mendengar Aleysa mengerti ucapannya tetapi tidak lama kemudian senyuman mengembang, setidaknya saat dia mencaci maki Aleysa dengan bahasa kesehariannya di depan Lio maka Lio tidak akan mengerti.
'Kapan kita akan menghabiskan malam yang hangat sayang?" tanya Aleysa semakin membuat Xavier jijik
'Apa putri pertama tuan Prayuda memang seperti ini" balas Xavier tersenyum licik
'Apa maksudmu?" tanya Aleysa bingung
'Kurasa nona mengerti, berapa banyak pria yang sudah kami ajak untuk tidur bersama?" tanya Xavier pelan seolah mengejek Aleysa
__ADS_1
Aleysa terdiam mendengar ucapan Xavier, sejujurnya Aleysa adalah gadis egois yang bisa melakukan apapun asal keinginannya terkabul.
'Apa 5? 10? 20 atau 50?!" Xavier menatap rendah Aleysa
Aleysa membulatkan bola matanya mendengar ucapan Xavier, entah kenapa ucapan Xavier menusuk hatinya.
'Ku harap nona sadar diri, karena saya tidak mau bekas orang lain apalagi itu adalah nona sendiri!" ucap Xavier tajam
Tidak lama kemudian terlihat Lio yang datang menggunakan pakaian dengan baju rajut dan celana jeans putih, terlihat simpel dan manis.
Lio terdiam melihat kakaknya Aleysa yang berpakaian tidak bagus di depan Xavier, Lio langsung menghampiri Xavier dan menutup matanya.
Xavier mengerutkan keningnya melihat tingkah Lio.
'Kenapa darling?" tanya Xavier bingung
'Jangan menatap kak Ley" ucap Lio sedikit kesal
Xavier tersenyum melihat betapa manisnya Lio yang cemburu.
'Baiklah darling aku menutup mata ku, aku hanya melihatmu" balas Xavier membuat Lio tersenyum senang
Sedangkan Aleysa membulatkan bola matanya melihat interaksi Xavier dan Lio yang terlihat begitu mesra dan apa tadi katanya Xavier memanggil Lio dengan panggilan darling?
Aleysa tidak akan pernah menerima jika Xavier ada Lio adalah sepasang kekasih, sejak dulu dirinya sudah mengejar Xavier bahkan rela tidur dengan pria kalangan atas supaya bisa menatap Xavier lebih jelas.
'Apa maksudmu kak?" tanya Lio bingung
'Dasar perebut pacar orang!" teriak Aleysa menjambak rambut Lio dengan kuat
Lio mengaduh kesakitan saat Aleysa menjambak, Xavier langsung mencoba melepaskan jambakan Aleysa tetapi tiba-tiba Lio mendorong Aleysa kuat hingga terjatuh ke lantai.
'Apa maksudmu kak menjambak ku seperti ini?!" kesal Lio
Entah keberanian dari mana Lio dapatkan, tetapi Lio merasa lebih berani setelah bersama Xavier.
'Jangan panggil aku kakak anak si*alan!" teriak Aleysa
'Jadi Lio harus panggil apa? panggil wanita murahan!" kesal Lio ikut-ikutan
'Dasar ja*lang!" teriak Aleysa tidak suka dengan panggilan Lio
'Memang benar kan? jangan pikir Lio tidak tahu kelakuan kakak di luaran sana, bagaimana jika papah dan mamah tahu kalau kakak sudah tidak perawan hanya karena ingin mengejar karir, kakak sungguh murahan menjual diri hanya untuk pamor tingkat lebih tinggi!" sinis Lio
Aleysa bungkam mendengar perkataan Lio yang nenusuk jantungnya.
__ADS_1
'Jangan sembarang ja*lang!" ucap Aleysa sedikit pucat di wajahnya
'Aku benar kan? apa sekarang kakak juga ingin menggoda kekasihku? kakak sungguh murahan ingin menggoda kekasih adiknya sendiri!" balas Lio semakin tajam
Lio berkata seperti itu karena merasa cemburu dan kesal secara bersamaan.
'Ayo kita pergi sayang" ajak Lio menarik tangan Xavier
Xavier pun menurut sedangkan Aleysa masih terdiam mendengar semua cacian Lio padanya, Aleysa semakin benci pada Lio karena bisa mendapatkan Xavier padahal wanita di luaran sana sekuat tenaga ingin mendapatkan Xavier sama seperti dirinya.
Aleysa rela memberikan tubuhnya sebagai pemuas nafsu para petinggi agar bisa mendapatkan kekuatan dan bisa mendapatkan Xavier nantinya tetapi sekarang sepertinya usahanya akan sia-sia saja.
Aleysa memikirkan hal apa yang akan dia lakukan kedepannya untuk menjauhkan Lio dan Xavier.
'Aku harus menyingkirkan anak hama itu" ucap Aleysa
Sedangkan Lio kini cemberut memalingkan wajahnya pada kaca mobil karena masih kesal lebih tepatnya cemburu.
'Kamu kenapa darling?" tanya Xavier lembut
'Tidak apa-apa" balas Lio judes
'Oh ayolah darling aku tidak akan mengerti jika kamu tidak mengatakan hal yang membuat mu kesal, ayo katakan" pinta Xavier
'Apa kamu menyukai kak Ley" tanya Lio dengan wajah cemberutnya
Xavier tersenyum mendengar perkataan Lio, dia sadar ternyata Lio tengah cemburu.
'Apa kamu sedang cemburu darling" goda Xavier
'Kalau iya memang kenapa? kamu hanya milikku" ucap Lio menekan kata milikku membuat hati Xavier berbunga-bunga karena Lio mengatakan kepemilikan atas dirinya
'Tentu saja aku milikmu darling" balas Xavier membawa Lio ke dalam pelukannya
'Dengarkan aku darling, wanita manapun kalau bukan dirimu maka aku tidak akan meliriknya" ucap Xavier menenangkan kecemburuan Lio
'Benar ya? awas saja!" ancam Lio
'Tentu darling, bagaimana acara jalan-jalan kita" Xavier mengalihkan pembicaraan agar Lio segera lupa dengan kekesalannya itu
'Baiklah mari kita pergi" ucap Lio langsung tersenyum
Mereka berdua akhirnya pergi dari rumah besar itu dan Lio yang menjadi tour travel untuk Xavier.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Cukup kan 4 chapter dalam sehari?
riri-can