
Lio menatap penampilannya dari atas hingga bawah, Lio memilih memakai kebaya berwarna baby blue dengan brokat berwarna senada.
Setelah dua bulan lebih sekolah akhirnya Lio lulus juga, dan setelah satu bulan lebih Xavier tidak datang akhirnya datang juga hanya untuk melihat kelulusannya, bukan hanya Xavier, Emillya dan sekretaris Ben ikut datang juga untuk melihat kelulusannya.
Acara kelulusan Lio diadakan pagi hari sedangkan kelulusan Leon di adakan siang hari pukul 1 siang, awalnya Lio sangat takut karena berpikir acara kelulusan mereka di adakan pada waktu yang sama, tentu tuan Alfa dan nyonya Erika kewalahan memilih menghadiri kelulusan siapa, keberuntungan tengah berpihak pada Lio dan Leon.
Setelah merasa rapi Lio segera mengambil dompetnya dan memakai sepatu hak tinggi miliknya.
Di lantai bawah terlihat semuanya tengah berkumpul, Leon dan Emillya tengah berdebat hanya karena Emillya berkata bahwa dia yang paling dekat dengan Lio di bandingkan Leon tentu Leon tidak terima akhirnya mereka berdebat terus sedari tadi tanpa mengetahui bahwa sekretaris Ben menatap penuh cemburu pada Leon.
'Ehemm!" Xavier berdehem untuk memperingati adik satu-satunya itu
Emillya menatap Xavier dan bergantian melirik sekretaris Ben yang menatapnya tajam, Emillya tersenyum cengengesan melihat tatapan itu, dia tahu kalau sekretaris Ben tengah cemburu dan memilih berhenti berdebat dengan Leon.
Tuan Alfa dan nyonya Erika hanya tersenyum melihat interaksi anak-anak muda di depan mereka.
'Sudah selesai sayang?" tanya nyonya Erika berdiri menghampiri Lio
'Sudah mah" ucap Lio mencium pipi nyonya Erika
Akhirnya mereka memilih pergi menuju sekolah Lio, nyonya Erika dan tuan Alfa memakai mobil mereka sendiri dengan Leon dan Lio yang ikut di dalamnya, sedangkan Xavier, sekretaris Ben serta Emillya memakai mobil yang lain dan mengikut di belakang.
Xavier tahu bahwa Lio pasti nantinya merindukan keluarganya setelah ikut dengannya ke negara P, makanya Xavier membiarkan itu.
Saat memasuki sekolah yang terlihat ramai oleh siswa/siswi yang tengah lulus dengan ditemani keluarga masing-masing.
Lio memasuki aula sekolah di ikuti tuan Alfa dan nyonya Erika untuk menemani Lio.
Leon tengah duduk sambil bermain ponsel tiba-tiba anak perempuan berusia 11 tahun datang menghampiri Leon.
Leon merasa terganggu karena gadis kecil itu selalu menatapnya dengan mata belonya.
'Kakak tampan, mau tidak jadi pacar Lea?" tanya gadis kecil itu membuat Leon melongo
Baru saja gadis kecil itu mengajaknya untuk pacaran, yang benar saja, Leon hanya menggelengkan kepalanya melihat keberanian gadis kecil itu.
__ADS_1
Karena Leon mengabaikannya, gadis kecil yang bernama Lea itu menarik ponsel Leon dan menatap Leon cemberut.
'Berikan ponselnya!" kesal Leon
'Jawab dulu kak, kakak mau kan menjadi pacar Lea?" Lea menatap Leon dengan tatapan berharap
PLETAK
Leon menyentil kening Lea sedikit kuat sehingga Lea mengaduh kesakitan.
'Kenapa menyentil Lea?" tanya Lea cemberut sambil mengelus keningnya
'Heh gadis kecil! Belajar dulu yang benar, masih kecil sudah mengajak orang dewasa pacaran, apa kamu masih waras?" Leon berdecak melihat tingkah gadis kecil di depannya
'Lea sudah besar kok, kata daddy Lea sudah besar buktinya Lea sudah bisa tidur sendiri tanpa di temani kakak perawat" bangga Lea membuat Leon memijit kepalanya yang berdenyut
'Cih sudah bisa tidur sendiri, dengar gadis kecil sejak aku berumur 1 detik sudah bisa tidur sendiri, bukankah perbedaan kita terlalu jauh, pergi sana" usir Leon merampas ponselnya dari tangan Lea
'Masa sudah bisa tidur sendiri? Jadi saat kakak haus gimana?" tanya Lea polos semakin membuat Leon berdecak kesal
'Kata daddy kalau Lea meminta apapun pasti terkabul, tetapi mengapa kakak tidak mengabulkan permintaan Lea untuk pacaran dengan Lea?" Lea terlihat sedih
'Dasar tidak waras!" kesal Leon pergi meninggalkan Lea yang menangis terisak
Leon memilih duduk di samping sekretaris Ben yang tengah menatap tab nya, Leon yakin bahwa sekretaris Ben tengah memeriksa pekerjaannya.
'Kulihat kamu cocok dengan gadis kecil itu" celutuk sekretaris Ben membuat Leon menggeretakkan giginya karena kesal
'Buatmu aja gadis ingusan itu!" kesal Leon
'Aku sudah punya kekasih, lihatlah bukankah dia begitu cantik" tunjuk sekretaris Ben menatap Emillya yang tengah heboh melihat para siswa/siswi yang baru keluar dari aula
Emillya menatap kagum setiap kebaya yang mereka pakai, begitu anggun dan elegan serta terlihat ayu saat mereka pakai.
'Sadarlah usiamu itu!" kesal Leon
__ADS_1
Leon merasa Xavier dan sekretaris Ben serta Emillya memiliki sifat yang begitu pede, Leon rasanya ingin menonjok sekretaris Ben yang tengah kasmaran, sifatnya seperti seorang gadis saja.
Sedangkan Xavier hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan sekretarisnya dan calon adik iparnya itu.
Mata Xavier tertuju pada Lio yang baru keluar dari gedung dengan membawa sebuah map hijau yang Xavier perkiraan surat kelulusan, disamping Lio terlihat tuan Alfa dan nyonya Erika yang tersenyum hangat sambil memeluk Lio, hati Xavier menghagat melihat itu.
Xavier berpikir dan membayangkan bahwa keluarganya seperti itu, matanya tertuju pada Emillya yang masih memerhatikan orang-orang berbaju kebaya, Xavier sadar dia terlalu egois memaksakan agar Emillya belajar menembak dan bela diri, tetapi dalam dunia bisnis kelicikan sering terjadi bahkan tidak sedikit yang nyawanya melayang.
'Seandainya mommy dan daddy masih hidup kamu pasti masih merasakan kasih sayang mereka" batin Xavier menatap sedih Emillya
Lio menghampiri Xavier dan duduk di sampingnya, Xavier melemparkan senyum terbaiknya pada Lio yang tersenyum manis.
'Aku lulus" ucap Lio bangga
'Selamat darling bukankah itu artinya kita akan segera menikah" goda Xavier membuat Lio cemberut padahal bukan kata itu yang dia harapkan
'Wahhh selamat kakak ipar, bagaimana kalau nanti kamu satu kampus denganku" Emillya memeluk Lio dari samping
'Umm boleh juga" balas Lio membalas pelukan Emillya
Semuanya mengucapkan selamat pada Lio dan setelah itu mereka pergi menuju sekolah Leon karena acara kelulusannya di adakan sebentar lagi.
Bedanya Leon mendapatkan juara umum sekolah karena memang kepintarannya begitu hebat, otaknya turunan dari tuan Alfa yang begitu cerdas dalam berpikir sedangkan Lio tidak masuk kategori juara umum tetapi dia juga termasuk murid pintar, tuan Alfa dan nyonya Erika tidak mau mempermasalahkan itu lagi, mereka menerima semuanya.
🌻🌻🌻
Ternyata Leon di sukai anak kecil guys wkwkw...
Menurut kalian Leon kita jodohkan dengan gadis kecil itu saja atau sama Author saja? 😌 (Author maruk banget ye kann, udah pengen Xavier tapi masih pengen Leon, btw Author juga suka sekretaris Ben loh hehehe)
Jangan hujat Author yaaa..😥😬
Semoga kalian suka guyss, terimakasih atas semuanya.
riri-can
__ADS_1