KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA

KETIKA TUAN MUDA YANG KEJAM JATUH CINTA
Malam Pertama yang Tertunda 1


__ADS_3

Beberapa hari setelah sampai di negara P membuat Xavier kembali fokus pada pekerjaannya.


Xavier menekan kepalanya yang terasa berdenyut karena pusing memikirkan Masalah yang terjadi di kantornya.


'Hello bro" sapa seseorang yang tidak lain adalah Gerald sahabat Xavier


Saat pesta pernikahan mereka Gerald tidak datang karena urusan bisnis ke negara Rusia.


'Widihh masam bener wajahnya padahal baru beberapa hari menikah, tidak dapat jatah ya bro" goda Gerald


'Diamlah!" kesal Xavier  karena ucapan Gerald tidak sepenuhnya salah


Xavier memang sangat menginginkan Lio tetapi dia tidak mungkin memaksanya meski itu adalah merupakan hak nya.


'Ternyata benar gak dapat jatah" kekeh Gerald mengejek Xavier


'Diam atau ku kirimkan fotomu bersama wanita lain pada tunangan mu itu!" ancam Xavier membuat Gerald terdiam


'Ancaman mu sangat menakutkan bro" ucap Gerald cemberut


'Katakan apa maksud kedatanganmu ke kantorku?" tanya Xavier to the point


'Sejujurnya cuma mau lihat pengantin baru sih, tapi melihat wajah menyedihkan itu aku cukup prihatin" gurau Gerald mendapatkan hadiah sebuah pukulan pada bahu Gerald


'Diamlah kalau tidak ada yang mau di bahas, keluar saja" putus Xavier memijit keningnya semakin berdenyut mendengar celotehan Gerald yang tidak berbobot sama sekali


'Sungguh menyebalkan kamu Xavier, untung sahabat kalau bukan sudah penggal lehermu itu" ucap Gerald


Xavier menutup map berisi laporan itu dan mematikan komputernya.


Melihat Xavier menutup semua pekerjaannya membuat Gerald bingung.


'Mau kemana?" tanya Gerald penasaran


'Pulang" balas Xavier acuh


Gerald menatap jam yang melingkar di tangannya yang baru saja menunjukkan pukul 4 sore dan tidak biasanya Xavier pulang cepat.


'Cepat amat bro, gue baru datang" ucap Gerald kesal karena usahanya tidak dihargai


'Ikut saja kerumah" ajak Xavier dan Gerald mengangguk


Mereka berdua memasuki mobil masing-masing dan jangan tanyakan dimana keberadaan sekretaris Ben, tentunya dia tengah menikmati kencannya bersama Emillya.


Xavier memberikan sekretaris Ben libur hari ini dengan catatan besok semua tugasnya sudah harus selesai.


Sesampainya di mansion mewah itu terlihat penjaga tergopoh-gopoh membuka pintu mobil milik Xavier dan Gerald.


'Kamu sudah pulang sayang?" tanya Lio yang baru saja datang dari arah dapur


Lio menatap Gerald dan merasa pernah bertemu dengan Gerald.


'Dia...

__ADS_1


'Halo gadis kecil, masih ingat denganku, aku pria yang ada di rumah sakit saat penembakan Xavier itu" jelas Gerald mengetahui kebingungan istri sahabatnya


'Dia bukan gadis kecil lagi!" kesal Xavier karena secara tidak langsung Gerald mengatakan dirinya menikahi gadis kecil padahal memang kenyataannya seperti itu


'Terserahlah!" balas Gerald malas berdebat dengan Xavier


'Mengapa cepat sekali pulangnya?" tanya Lio mengambil alih tas milik Xavier


'Kepalaku pusing darling" rengek Xavier manja membuat Gerald melotot


Baru saja dia melihat dengan jelas di depan matanya Xavier berucap dengan manjanya dan raut wajah yang terlihat menjijikkan.


'Aku ingin tidur daring" ucapnya lagi


Gerald menggelengkan kepalanya melihat tingkah aneh sahabatnya yang terkenal sadis itu, jika orang lain melihat Xavier seperti itu maka mereka akan menertawakannya bahkan dirinya juga kaget melihat tingkah Xavier.


'Sungguh menjijikkan" ejek Gerald


'Kamu akan merasakannya jika sudah bertemu dengan pawangmu sendiri" balas Xavier acuh


Gerald memilih pergi menuju sofa sedangkan Xavier masih menye-menye sambil memeluk Lio.


'Darling" panggil Xavier dengan suara lembut dan tatapan sendunya


Lio meringis melihat tatapan suaminya, dia tahu maksud dari tatapan itu hanya saja dia masih belum berani melakukan hubungan badan dengan Xavier.


'K..kamu sepertinya butuh istirahat sayang" balas Lio gugup


'Lepaskan" Lio menepis tangan kekar Xavier yang masih bermain di buah dadanya itu


'Dasar jahat" Xavier merajuk dan pergi begitu saja meninggalkan Lio yang masih mematung


'Mau kemana bro?" tanya Gerald bingung


'Tidur" balas Xavier acuh dan pergi begitu saja meninggalkan Gerald yang masih melongo


'Dasar bucin" ejek Geral


'Tidak mau nengejar pria tua itu nona" kekeh Gerald


'Tidak perlu, dia semakin hari semakin aneh saja" ucap Lio


'Panggil saja kak Gerald seperti Emillya memanggil ku" ucap Gerald tersenyum manis


'Kakak mau minum apa biar Lio buatkan?" tanya Lio


'Tidak perlu sebentar lagi aku pulang, aku hanya ingin memberikan ini untuk kalian sebagai kado pernikahan kalian" Gerald memberikan paper bag pada Lio


'Maaf tidak bisa datang ke pernikahan kalian karena ada urusan bisnis" sesal Gerald


'Tidak apa kak, dan terimakasih atas kadonya" ucap Lio tersenyum manis


'Semoga kamu bahagia bersama Xavier, tolong bawa dia kembali pada Xavier yang dulu" mohon Gerald penuh harap

__ADS_1


'Pasti kak, semoga kakak juga segera menyusul untuk menikah dengan tunangan kakak" doa Lio


'Terimakasih, aku pulang dulu lain kali aku akan datang" pamit Gerald pergi meninggalkan Lio yang masih terbengong


Lio tersadar dari lamunannya kemudian beranjak pergi menuju kamarnya dan Xavier.


Sesampainya di kamar Lio melihat Xavier yang tidur telungkup tanpa membuka sepatunya membuat Lio menggelengkan kepalanya.


Lio segera melepaskan sepatu milik Xavier hal itu membuat Xavier tersadar dan menjauhkan kakinya dari Lio.


'Apa yang kamu lakukan darling?" tanya Xavier


'Aku hanya ingin membuka sepatumu sayang" balas Lio tersenyum manis


Xavier segera duduk dan melepaskan sepatunya sendirian.


'Jangan melakukan hal ini darling, aku tidak mau kamu berjongkok dan bersujud padaku, kamu hanya boleh duduk dan berdiri di sampingku" ucap Xavier lembut


'Tapi itu tugasku sayang" ucap Lio menatap Xavier bingung


'Itu bukan tugas seorang istri darling, tugasmu hanya perlu membuat ku senang" Xavier menarik Lio ke dalam dekapannya


'Apakah kamu tidak senang jika aku membuka sepatumu?" tanya Lio


'Aku tidak senang darling, aku menikahimu karena aku mencintaimu dan menyayangi kamu, kamu tidak boleh merendah di hadapanku, kamu adalah ratuku dan seharusnya aku yang melayani kamu" Xavier mengecup kening Lio


'Kamu membuatku tersipu sayang" Lio mengecup pipi Xavier


'Apa kepala mu masih pusing?" tanya Lio


'Yaa, sangat pusing, andai kamu tahu rasanya menahan diri agar tidak menyentuh mu itu sangatlah menyakitkan" balas Xavier


Lio menunduk sedih, dia merasa menjadi istri yang durhaka pada suaminya sendiri padahal itu adalah hak suaminya sendiri.


'Maafkan aku sayang, aku bukannya tidak mau t..tapi aku hanya takut" jujur Lio


'Apa yang kamu takutkan darling?" tanya Xavier


'Katanya saat melakukan itu akan terasa sangat sakit bahkan sampai ada yang tidak bisa berjalan, aku takut bagaimana nanti jika selamanya aku tidak bisa berjalan dan kamu menceraikan aku" cicit Lio membuat Xavier gemas sendiri


'Itu hanya pemikiran orang bo*doh darling, tidak mungkin aku melakukan kekerasa padamu saat kita melakukan itu" kekeh Xavier merasa lucu dengan penjelasan Lio


'Jadi itu tidak sakit?" tanya Lio polos


'Sakitnya hanya di awal saja daring, mau mencobanya?" Xavier menatap bola mata Lio dan dengan pelan Lio mengangguk membuat Xavier tersenyum senang


🌻🌻🌻


Maaf karena author tidak update karena author patah hati melihat level karya author yang bertahan disitu terus, padahal saat melihat semuanya Novel author termasuk dalam karya baru terpavorit kan kesel, jadinya terbawa suasana deh.


Tapi sekarang author mikir lagi percuma juga tidak update karena tiap hari selalu ada notif dan pihak noveltoon yang mengatakan harus update, yasudahlah sudah terjadi Haris di jalani juga ya kann.


riri-can

__ADS_1


__ADS_2