
Selamat atas pernikahan kalian" ucap Arion menyodorkan tangannya pada Lio tetapi langsung di sambut Xavier dengan menggenggamnya lumayan kuat seolah mengatakan Lio adalah miliknya seorang
Arion menghela nafas panjang, Arion akan mengikhlaskan Lio menikah dengan Xavier, ini semua terjadi karenanya, andai kejadian waktu itu tidak terjadi maka sudah pasti Lio akan menjadi miliknya bukan milik orang lain.
Lio menatap Xavier dengan senyum manisnya.
'Terimakasih Yon, aku berharap kamu mendapatkan gadis yang lebih baik dariku" ucap Lio tersenyum manis
'Semoga saja" kekeh Arion
Xavier berdecak melihat interaksi Lio dan Arion, semua yang ber jenis kelamin pria adalah musuhnya.
Xavier terlalu berlebihan memperlakukan Lio seperti itu tetapi Xavier sungguh sangat memuja Lio.
Setelah kepergian Arion terlihat Bima yang datang dengan Delisa yang berjalan di belakangnya.
Mereka memakai baju couple berwarna maroon sesuai tema pernikahan Lio.
'Selamat ya Lio" ucap Delisa sembari memeluk Lio dengan hangat
'Terimakasih" balas Lio
'Gue gak nyangka suami lo ganteng banget" bisik Delisa melirik Xavier
'Ehem" Bima berdehem seolah menyindir Delisa
Delisa tersenyum canggung dengan suara deheman Bima sedangkan Lio hanya tersenyum geli melihat Bima yang terlihat cemburu karena Delisa memuji Xavier.
'Kapan kalian akan menyusul?" tanya Lio berbinar
'Wahhh jangan sekarang dulu deh, tunggu dia mapan dulu, lo mah enak menikah dapat suami kaya lah gue, punya pacar yang baru lulus sma" kekeh Delisa
'Ah bisa saja, aku dengar Bima calon pewaris perusahaan keluarganya" kekeh Lio
'Jujur aja nih, kaya aja gak cukup kalau dia adalah pria yang irit bicara bahkan sering mengacuhkan gue, kadang gue pengen putus dari dia" sindir Delisa pada Bima ysng cuek saja
'Sabar ajadeh" Lio mengelus bahu Delisa
Entah sudah berapa jam mereka berdua menyambut para tamu hingga sekarang pukul 5 sore semuanya sudah kembali ke kediaman masing-masing.
'Capek darling?" tanya Xavier melihat wajah lelah Lio
'Iya, sangat lelah" keluh Lio
'Sebaiknya kalian istirahatlah" ucap tuan Alfa yang mengetahui putrinya sudah kelelahan
Akhirnya Xavier membawa Lio menuju kamar Lio yang ada di lantai dua dengan cara menggendongnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Lio, Xavier langsung membaringkan tubuh Lio ke atas ranjang.
'Tidurlah darling" ucap Xavier dengan nada selembut mungkin
'Aku tidak akan bisa tidur dengan tubuh yang kotor" Lio duduk kembali
'Apa kamu mau kita mandi bersama" goda Xavier membuat Lio melotot
'Enak saja mandi bersama, kamu saja yang mandi duluan" kesal Lio
'Apa salahnya kita sudah menikah" balas Xavier cemberut
'Kamu melihat kamar yang sudah di dekor ini, akan sangat sia-sia jika kita tidak menghargai usaha mereka" rayu Xavier menatap kamar Lio yang sudah berubah total
'Tapi kan aku lelah" rengek Lio
'Baiklah darling, sekarang pergilah mandi aku ke bawah sebentar" Xavier menatap jam yang melingkar di tangannya
'Untuk apa ke bawah?" tanya Lio kepo
'Melihat Emillya sebentar, sekretaris Ben sedang ada urusan jadi lebih baik Emillya tidak boleh jauh dariku" ucap Xavier tidak memperlihatkan kekhawatirannya
'Baiklah" Lio mengangguk mengiyakan
Xavier mengecup kening Lio dan mencium bibir Lio cukup lama setelah itu dia pergi keluar dari kamar.
15 menit kemudian Lio keluar dari kamar mandi, melihat Xavier belum datang Lio memilih bermain ponsel.
Saat menghidupkan wifi ponselnya banyam sekali yang mengirimi pesan untuknya berupa kata selamat dan juga beberapa kata-kata yang menggodanya dengan mengatakan Lio akan melakukan malam pertamanya.
Mata Lio tertuju pada pesan Delisa yang baru 2 menit terkirim, Lio membukanya dan saat membacanya wajahnya memerah karena malu.
From Delisa
'Cieee...sudah belah duren yaa, semoga segera punya baby hingga gue punya ponakan"
Begitulah kira-kira isi pesan dari Delisa, Lio pun membalasnya kemudian membuka google mencari-cari artikel tentang malam pertama.
Lio meringis saat membaca artikel yang mengatakan malam pertama itu sangatlah menyakitkan bahkan tidak sedikit para gadis yang menangis karena rasa sakitnya.
CEKLEK
Pintu kamar terbuka memperlihatkan Xavier yang baru datang dengan membawa paper bag yang Lio yakini itu adalah baju Xavier, Lio buru-buru menutup ponselnya membuat Xavier mengerutkan keningnya.
'Kamu kenapa darling?" tanya Xavier bingung
'Tidak apa-apa" balas Lio sedikit gugup
__ADS_1
'Apa yang kamu sembunyikan dariku darling?" tanya Xavier penasaran
Lio segera menyembunyikan ponselnya dan si*alnya Xavier melihat itu kemudian merebut ponsel Lio.
Xavier menghidupkan ponsel Lio dan melihat artikel yang sama sekali tidak dia ketahui artinya untungnya ada khusus translate ke berbagai negara, Xavier langsung mengubahnya hingga tidak lama kemudian Xavier tersenyum licik melihat Lio yang kini tengah malu.
'Apa kamu tengah mempersiapkan diri darling?" goda Xavier men*jilat telinga Lio hal itu otomatis membuat Lio kegelian
'Kamu tenang saja, aku akan melakukannya secara lembut agar kamu tidak kesakitan" Xavier masih menggoda Lio meski dia juga menginginkan itu tetapi dia tidak mau memaksa Lio
'A..aku hanya ingin tahu saja" balas Lio gugup
'Kenapa tidak bertanya padaku darling, aku lebih tahu hal ini daripada kamu" kekeh Xavier mencium bibir Lio
'Aku mandi dulu setelah itu kita makan malam" putus Xavier memilih untuk mandi karena dia juga sudah tidak tahan dengan tubuhnya yang terasa lengket akan keringat
Setelah Xavier selesai mandi mereka berdua keluar dari kamar untuk makan malam.
Lio masih memikirkan artikel mengenai malam pertama yang baru saja dia baca, sedangkan Xavier hanya tersenyum tipis melihat Lio yang tengah berpikir dengan serius.
'Makanlah darling" Xavier menyadarkan Lio dari pikirannya
'Eh iya" gugup Lio dan langsung memakan makanannya
Setelah selesai makan semuanya memilih menuju ruang santai sekedar berbicang-bincang sembari menunggu makanan yang baru masuk turun.
'Kapan kalian akan berencana pergi?" tanya tuan Alfa menatap Xavier serius
'Besok" balas Xavier membuat tuan Alfa tersenyum pahit
Dia tahu hal ini akan terjadi lagipula Xavier berhak akan Lio jadi terserah Xavier mau berbuat apa selagi tidak meyakiti Lio maka tuan Alfa akan menerima.
'Baiklah, sekarang kita istrahat saja" ucap nyonya Erika bangkit dari duduknya di ikuti tuan Alfa
Leon juga pergi menuju kamarnya begitu juga dengan Emillya yang menuju kamar tamu untuk istirahat.
'Mari kita istirahat darling" ajak Xavier membuat Lio sedikit takut
'Tenanglah darling, aku tidak akan memintanya sekarang, aku menunggu ketersediaan kamu" ujar Xavier lembut sembari mengajak Lio untuk istirahat
🌻🌻🌻
Sungguh mengecewakan ini bukan chapter malam pertama wkwk.
Semoga kalian suka ya dan maaf jika ada kata-kata yang salah dan kurang.
riri-Can
__ADS_1