
Tuan Alfa mengakui bahwa dulu dirinya adalah manusia yang tidak pernah bersyukur karena sudah mendapatkan banyak harta tetapi dia masih kurang, tetapi sekarang baginya harta warisan milik kedua orangtuanya tidaklah terlalu penting, baginya keluarganya yang paling penting untuk sekarang maupun di masa mendatang.
'Dan kamu Yunha, kenapa kamu tidak pernah belajar sopan santun? apa kamu tidak pernah di ajarkan sopan santun selalu mencari keributan apabila Liora datang ke mari? katakan! Apa yang membuatmu membenci Liora?!" tanya tuan Alfa menatap tajam keponakannya itu
Yunha terdiam sambil menunduk, baru kali ini dia merasa kalah dari Lio karena tuan Alfa yang membelanya, Yunha sangat kesal dan iri pada Lio karena kecantikannya begitu luar biasa di bandingkan dirinya.
'Aku sangat membencinya paman! karena dia paman tidak dapat bagian harta warisan Grandma dan grandpa!" ucap Yunha dengan wajah tebalnya
'Ada atau tidaknya harta warisan itu bagiku tidaklah penting, kuharap kamu segera introspeksi diri, sucikan hati kotor kamu itu! paman tahu kamu begitu membenci Liora karena dia lebih cantik dari kamu? Iyakan? biar paman ingatkan, kecantikan mu itu hilang seketika karena hatimu yang kotor itu, kita pulang sekarang!" tuan Alfa menarik tangan Lio dan membawanya pergi di ikuti oleh nyonya Erika dan Leon yang menatap keluar tuan Alfa dengan tatapan kecewa
Sesampainya di rumah tuan Alfa langsung masuk ke dalam kamar di ikuti oleh nyonya Erika, nyonya Erika tahu kalau suaminya itu tengah marah.
Leon menatap Lio dengan tatapan bersalahnya, andai tradisi keluarga dari papahnya tidak ada pasti semuanya akan baik-baik saja.
'Tidurlah, aku juga sudah mengantuk" ujar Leon dan di angguki Lio
Pukul 3 pagi ponsel Lio berbunyi menandakan ada panggilan masuk, dengan mata berat Lio meraih ponselnya dan memencet ikon warna hijau.
'Halo" sapa Lio dengan suara seraknya
'Apa aku mengganggu tidurmu darling?" tanya Xavier di ujung sana
Lio yang awalnya masih mengantuk langsung spontan duduk, Lio terkejut melihat nama memanggilnya.
'Darling, apa kamu masih mendengarku?" tanya Xavier kembali
'T..tidak kok, kamu tidak menggangu apa disana sudah pagi? menurut jam nya bukankah disana jam 7 malam?" tanya Lio dengan ekspresi bingung
'Disini jam 3 pagi" ucap Xavier membuat Lio mengerutkan keningnya pertanda bingung
'Kalau tidak percaya lihatlah ke bawah darling" kekeh Xavier
Lio pun bangkit dari ranjang menuju balkon kamarnya, menatap ke bawah terlihat pria yang tidak lain Xavier berdiri di bawah sana sambil menatap ke atas.
'Hai darling" sapa Xavier
Lio langsung masuk ke dalam kamar dan buru-buru keluar menuruni tangga dengan berlari.
Setelah pintu terbuka Lio menuju tempat Xavier berada tadinya.
'Sayangggg" teriak Lio manja membuat Xavier tersenyum lucu melihat wajah Lio yang masih mengantuk
Xavier memeluk tubuh Lio dan menggendongnya, kemudian mengecup bibir Lio sekilas.
'Lain kali jangan keluar dengan penampilan seperti ini darling!" ucap Xavier tajam karena tidak suka melihat Lio yang hanya memakai hot pant dan tank top saja
__ADS_1
Xavier bersyukur bahwa rumah tuan Alfa tidak terlalu banyak penjaga pria, dengan cepat Xavier melepaskan jas nya dan memakaikannya pada Lio.
CUP
Xavier kembali mengecup bibir Lio dan mengecup pipi Lio sedikit lama.
'Aku merindukanmu darling" ucap Xavier
'Benarkah?" tanya Lio dengan wajah polosnya
'Tentu saja, apa kamu juga merindukan aku darling?" tanya Xavier menatap mata Lio
'Ummm...aku sangat sangat merindukanmu" jujur Lio mengecup pipi Xavier
'Aku mau yang ini" tunjuk Xavier pada bibirnya
'Tidak boleh, bukankah tadi sudah" balas Lio dengan wajah juteknya
'Itu hanya sebuah kecupan darling, aku mau ciuman" ucap Xavier dengan manja
'Tetap saja sama" balas Lio
'Kamu tidak mau?!" Xavier bertanya dengan serius
'Padahal aku sudah capek-capek datang kemari, kenapa kamu tidak menghargai usahaku!" kesal Xavier
'Maafkan aku, tapi aku belum terbiasa dengan ciuman bibir" balas Lio mencoba menenangkan Xavier
'Mulai dari sekarang kamu harus membiasakan itu darling, karena setiap harinya aku akan meminta itu" ucap Xavier menatap wajah cantik Lio yang begitu alami
'Apa kamu tidak lelah?" tanya Lio
'Tentu saja aku sangat lelah darling, hanya saja setelah melihat wajah cantikmu rasa lelahku sedikit terangkat" rayu Xavier membuat Lio terkekeh karena menurutnya Xavier tidak cocok menjadi pria yang bucin
'Bagaimana kalau kamu tidur saja, bukankah sangat melelahkan perjalan ke sini" Lio mencoba turun dari gendongan Xavier
'Turunkan aku" rengek Lio
'Aku ingin tidur denganmu darling" ucap Xavier memohon
'Tapi itu tidak boleh disini, bagaimana kalau ada yang menggrebek kita dan langsung menikahkan kita berdua" Lio menatap wajah berseri-seri Xavier saat mendengar perkataannya
'Bukankah itu hal yang bagus, ayo masuk darling, aku sangat lelah" tutur Xavier
'Ngomong-ngomong apa yang kamu bawa itu?" tunjuk Lio pada paper bag yang tergeletak di lantai
__ADS_1
'Hadiah untukmu darling" ucap Xavier
'Hadiah apa?" tanya Lio penasaran
'Disini sangat dingin darling, apa kamu tidak kasihan padaku?" Xavier memperlihatkan wajah kesinginannya membuat Lio kasihan
'Baiklah, kita masuk tapi kamu tidur di ruang tamu saja yaa" ucap Lio lembut
'Tidak mau, di negara P kita sudah biasa tidur bsrsama" kesal Xavier
Akhirnya Lio mengalah dan memperbolehkan Xavier tidur di kamarnya.
'Apa kamu mau mandi dulu?" tanya Lio
'Boleh, siapkan pakaian ku darling" ucap Xavier
'Tunggu sebentar" Lio berjalan menuju lemari dan membukanya
'Pakailah handuk ini" Lio menyerahkan handuk bersih pada Xavier
'Aku tidak butuh darling" tolak Xavier
'Ambil atau tidak mandi sama sekali!" ancam Lio
'Baiklah" patuh Xavier membuka satu persatu kancing kemejanya
'Apa kamu tidak bisa membukanya setelah masuk ke dalam!" kesal Lio menutup kedua matanya
'Bukankah kamu sering melihatnya darling, ayolah jangan kekanakan seperti itu, aku sudah merasa gerah ini" Xavier membuka kancingnya dan melempar kameja itu ke lantai begitu saja
Xavier membuka seluruh pakaiannya hingga yang tersisa hanya boxer saja, tentu Lio merasa sangat malu sekarang.
Xavier masuk ke dalam kamar mandi milik Lio untuk membersihkan tubuhnya menggunakan air hangat karena masih pagi buta, sedangkan Lio membuka 4 paper bag, tiga paper bag berisi hadiah berupa gaun untuknya dan satu lagi berisi pakain santai Xavier.
Lio merasa malu saat mengeluarkan boxer milik Xavier, entah kenapa dia memikirkan yang tidak-tidak sekarang.
CEKLEK
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Xavier dengan otot-otot nya.
'Ini bajunya" Lio menyerahkannya sambil menahan rasa malu
Sejujurnya Lio sudah sering melihat tubuh atas Xavier tetapi tetap saja dia merasa malu.
🌻🌻🌻
__ADS_1
Author buntu sekarang, kasih pencerahan dong guys...
riri-can