
Emillya tengah memakai gaun cantik dengan balutan gold terlihat begitu menawan untuknya.
Hari ini adalah hari bahagianya, hari dimana dia akan menikah dengan kekasih pujaannya yang tidak lain adalah sekretaris Ben.
Setelah penantian yang cukup panjang akhirnya Emillya bisa menambatkan hatinya pada sekretaris yang sebelas dua belas dengan Xavier tetapi akan bucin akut jika berhadapan dengan sang pujaan hati.
'Duduklah kakak ipar" ucap Emillya menatap Lio yang sedari tadi bolak balik
Emillya yang menikah Lio yang deg-degan sendiri, ada rasa membuncah di dalam hatinya melihat Emillya sebentar lagi akan meninggalkannya di mansion mewah itu karena sekretaris Ben sudah menyiapkan rumah untuk mereka sendiri, Lio akan merasa kesepian nantinya.
'Aku hanya merasa sedih nanti kak Emillya akan pergi dari mansion" ucap Lio sedih
'Kapan-kapan aku akan datang berkunjung kakak ipar" Emillya mencoba membuat Lio lebih santai
'Baiklah" patuh Lio dan memilih duduk di sofa
Ruangan itu hanya berisi dirinya dan Lio, tadinya ruangan itu ada beberapa penata rias dan rekan-rekannya yang membantu dirinya untuk berdandan.
Pesta pernikahan ini di adakan sangatlah mewah sesuai keinginan Emillya, sekretaris Ben tentunya menyanggupi keinginan calon istrinya itu meski memakan kocek yang lumayan banyak tetapi demi sang pujaan hati maka sekretaris Ben akan melakukan apapun, begitulah bucin sekretaris Ben yang parah pada Emillya.
Sifat posesif Xavier tidaklah jauh berbeda dengan sekretaris Ben, mereka berdua adalah tipe pria yang diam-diam sukses, seumpama jika pria lain kebanyakan omong kosong tetapi ujungnya tidak jadi menikah mereka berdua lebih dominan lebih banyak diam tetapi langsung serius ke jenjang pernikahan.
Siapapun yang berada di posisi Lio dan Emillya sangatlah beruntung mendapatkan suami seperti Xavier dan sekretaris Ben.
Tok... Tok... Tok...
Pintu terbuka memperlihatkan nyonya Erika yang tersenyum hangat pada mereka berdua.
'Mamah" panggil Lio manja
Nyonya Erika tersenyum manis melihat putri bungsunya yang terlihat lucu dengan perut buncitnya itu, hanya menghitung hari saja Lio akan melahirkan.
'Mamah bawakan makanan sayang" nyonya Erika menyerahkan makanan untuk Lio
Semenjak usia kandungan Lio memasuki bulan ke 6 nafsu makan Lio semakin meningkat membuat semua anggota tubuhnya mengembang dan area sensitifnya seperti buah dadanya lebih besar 3 kali lipat dari sebelumnya membuat Xavier kadang tidak tahan melihatnya.
Nyonya Erika mengelus lembut kepala Lio yang tengah menikmati makanannya hingga nyonya Erika mengalihkan pandangannya menatap Emillya yang tersenyum canggung.
Emillya baru tiga kali bertemu secara langsung dengan nyonya Erika yaitu pada saat kelulusan Lio dan pernikahan Lio serta sekarang jadi dia masih canggung.
__ADS_1
Emillya merasa iri dengan Lio yang masih mempunyai orang tua yang lengkap tidak seperti dirinya yang sudah tidak punya lagi, tanpa sadar air matanya menetes.
Emillya tersentak kaget saat bahu polosnya di sentuh, matanya menatap nyonya Erika dengan tatapan sendu.
'Jangan meneteskan air mata sedih di hari bahagia mu sayang" nyonya Erika mengelus bahu Emillya mencoba memberi kehangatan layaknya seorang ibu
Nyonya Erika paham bagaimana perasaan Emillya karena kehadiran orang tua saat pesta pernikahan kita adalah hal yang begitu sakral.
'Aku juga ingin punya maman seperti Lio tante" isak Emillya berdiri sambil memeluk nyonya Erika
Nyonya Erika membalas pelukan Emillya karena tahu bagaimana perasaannya.
'Anggaplah aku sebagai ibumu sayang, jangan berpikiran yang tidak-tidak, hari ini adalah hari bahagiamu" nyonya Erika memeluk Emillya dengan pelukan hangat
Setelah acara nangis-nangis tersebut ketiganya kembali ceria karena nyonya Erika menceritakan tentang pernikahannya dulu dengan tuan Alfa membuat Emillya dan Lio tertawa kuat.
'Dulu papah kalian itu sangatlah lucu, dia selalu salah menyebut namaku" cerita nyonya Erika
'Terus bagaimana mom" Emillya tidak sabar menunggu kelanjutannya
'Setelah kembali mengulang akhirnya papah bisa, pas di tanya penghulunya mengapa papah selalu salah jawaban papah yaitu karena dia gugup" kekeh nyonya Erika membuat Emillya dan Lio tertawa
'Ternyata papah lucu juga ya mah" kekeh Lio
'Hai" sapa Xavier pada ketiganya dengan wajah datarnya
'Sayang" Lio tersenyum manis menatap suaminya itu
Xavier berjalan mendekati Lio dan memeluknya dan kemudian dia berjongkok menyamakan wajahnya pada perut buncit Lio.
'Halo son, daddy menyayangi mu" Xavier mengecup perut Lio dari balik gaun berwarna silver itu
Memang tema pernikahan Emillya dan sekretaris Ben adalah gold dan silver sehingga terlihat glamor.
'Sudah waktunya, ayo pergi" Xavier berjalan mendekat pada Emillya
Xavier menatap wajah adik kesayangannya dengan tatapan yang sulit di artikan, dulu wajah itu adalah penyemangatnya untuk bertahan hidup, adik kecilnya sudah dewasa dan hanya menghitung menit adik kecilnya itu akan beralih pelindung pada sekretaris sekaligus kepercayaannya itu.
Ada rasa tidak ikhlas jika adiknya itu tidak akan bermanja-manja padanya, meski dia cuek dan acuh pada rengekan Emillya tetapi di dalam hatinya yang terdalam begitu menyayanginya, matanya terpejam mencoba menahan air mata yang begitu bo*doh ingin mengalir tanpa persetujuannya.
__ADS_1
Emillya dan Lio adalah hidupnya, kedua wanita yang begitu sabar dan lembut mampu meluluhkan hatinya, keduanya mempunyai kedudukan masing-masing di dalam hatinya dan dia tidak akan bisa memilih jika di suruh memilih di antara keduanya.
Xavier menggandeng tangan Emillya sedangkan Lio di gandeng nyonya Erika karena perut Lio yang begitu besar.
Xavier menatap wajah sekretaris Ben, pria yang akan menggantikan dirinya menjaga adiknya.
'Aku serahkan adikku padamu Ben, jaga dia dan jangan pernah kamu melukai hatinya, dia adalah hartaku yang berharga, dia adalah adik yang aku jaga dengan hidup dan matiku, aku menyayanginya bahkan aku rela memberikan apapun untuknya agar tidak pernah meneteskan air mata dari kedua matanya yang indah itu, sekarang tanggung jawabku aku serahkan padamu jadi jangan pernah melalaikan tugas ini" Xavier menyerahkan tangan Emillya pada sekretaris Ben
Air mata yang Xavier tahan-tahan luruh juga, Xavier merasa berat hati memberikan Emillya pada sekretaris Ben, seperti ini yang setiap ayah rasakan memberikan sang putri untuk calon suaminya, rasanya sungguh berat sekali padahal Xavier tahu jika sekretaris Ben akan memperlakukan Emillya dengan baik tetapi tetap saja dia berat hati.
Emillya ikut menangis mendengar bait kata yang di ucapkan oleh kakaknya, baru kali ini Xavier menteskan air mata untuknya, Emillya merasa sedih sekaligus terharu secara bersamaan, begitu juga dengan orang-orang yang mendengar tak sedikit yang meneteskan air mendengar setiap ucapan Xavier.
'Kakak" ucap Emillya di sela-sela isakannya
'Jangan menangis, tersenyumlah kakak berharap kamu selalu bahagia, jadilah istri yang penurut untuk suamimu" Xavier mengelus rambut Emillya dan Emillya mengangguk paham
Setelah itu Xavier berlalu meninggalkan keduanya menuju Lio yang berdiri di barisan khusus keluarga.
Xavier memeluk erat istrinya mencoba mencari ketenangan, Lio mengelus rambut dan bahu Xavier sehingga Xavier sedikit lega.
'Kamu adalah kakak yang hebat sayang, kak Emillya bangga punya kakak sepertimu" ucap Lio mencium pipi Xavier
'Terimakasih darling" Xavier membawa Lio duduk di dekat Leon
'Dasar cengeng" ejek Leon mendapat pelototan dari tuan Alfa
'Hehehe... Aku bercanda" sambung Leon kembali
Pernikahan Emillya sudah tersebar di berbagai media, pernikahan bak kerajaan itu menjadi trending topik di berbagai jenis media, apalagi video cuplikan saat Xavier menyerahkan tangan Emillya pada sekretaris Ben menjadi topik pembicaraan.
Para pencari berita juga mencari ada hubungan apa Lio dan Xavier, Xavier juga belum mengumumkan pernikahannya dengan Lio untuk ke amanan Lio tentunya tetapi untuk Emillya, siapapun tahu jika Emillya adalah adiknya jadi tidak ada salahnya mengekspos pernikahan Emillya dan sekretaris Ben.
🌻🌻🌻
Emillya dan sekretaris Ben udah nikah gaesss...mewek banget sih saat Xavier menyerahkan tangan Emillya pada sekretaris Ben huhuhu... author mewek dah serius, jadi ingat saat ayah author memberi petuah pada suami author huwaaa... author mewek ini ðŸ˜ðŸ˜
Pasti kalian gitu juga kan bund, sedih sekali pas mau nikah, rasanya campur aduk gitu.
Dan yang buat belum nikah semoga menjadi sebuah ilmu buat kalian biar tahu bagaimana perasaan seorang ayah memberikan tanggung jawabnya pada suami kita, yakinlah ayah kalian bukannya lega melainkan sesak di hatinya dan berpikir macam-macam, apakah kalian nantinya bahagia atau enggak, apakah suami kalian memperlakukan kalian dengan baik? Jujur aja author sedih banget di part ini karena Emillya sudah tidak punya orang tua lagi dan yang membesarkan dia dengan penuh kasih sayang adalah Xavier, tentunya dia sedih banget.
__ADS_1
Ya ampun author curhat, maafkan author yaaa...kita terbuka aja gapapalah, sama author kalian blak-blakan tidak Masalah tapi jangan hujat yaa.. karena author bisa lebih ganas nanti balasnya wkwkwk...bercanda, semoga kalian suka.
riri-can