
Lio duduk termenung di atas kasurnya, sejujurnya dia sangat merindukan keluarganya yang berada di Indonesia, meski mereka selalu mengucilkan dirinya tetapi mereka tetaplah keluarganya.
Perlahan air matanya mengalir, dia sangat merindukan papah nya dan mamanya serta saudara kembarnya.
'Aku ingin pulang" cicit Lio menangis terisak
'Tetapi mereka tidak menyukai aku, apa yang bisa aku harapkan apabila aku pulang, sedangkan disini aku merasa di hargai dan di sayangi meski mereka tidak ada hubungan apapun denganku, tetapi mengapa hatiku tetap saja merindukan mereka?" Lio menghapus air matanya saat mendengar derap langkah kaki menuju kamarnya
CEKLEK
Pintu kamarnya terbuka dan memperlihatkan sosok pria tampan yang tidak lain adalah Xavier.
Xavier berjalan menuju Lio dan membawanya ke dalam pelukannya.
'Ada apa darling?" tanya Xavier lembut
'Aku merindukan mereka hiks..aku kangen hiks..apa yang harus aku lakukan sekarang" isak Lio menangis dalam pelukan Xavier
'Apa aku tidak cukup membuatmu bahagia darling?" tanya Xavier sedih
'Bukan begitu hanya saja kamu dan mereka punya tempat tersendiri di dalam hatiku, meski kamu memperlakukan aku dengan baik tetapi tetap saja aku merindukan mereka" isak Lio
'Apa kamu ingin pulang darling?' tanya Xavier dengan susah payah
Sejujurnya Xavier tidak rela dan tidak setuju apabila Lio ingin pulang ke negaranya karena dia merasa Lio adalah miliknya.
Tetapi dia juga tidak mau Lio merana karena merindukan keluarganya, dia tahu betul bagaimana rasanya jauh dari keluarganya karena keluarganya sudah tiada akibat penembakan yang di lakukan oleh musuh daddy-nya dulu, keluarga nya yang tersisa hanyalah adiknya yaitu Emillya makanya dia melakukan segala cara agar Emillya baik-baik saja, meski dia terkenal kejam dan acuh pada Emillya tetapi di dalam hatinya dia sangatlah menyayangi Emillya sepenuh hatinya.
Xavier mencoba mengalahkan egonya yang begitu besar, Lio berhak untuk pulang karena indonesia adalah negara aslinya dan disanalah keluarganya, air matanya mengalir karena tidak akan siap berpisah dengan kekasih hatinya itu.
'Kamu ingin pulang darling?" Xavier kembali bertanya dan di angguki Lio
Xavier sungguh tidak rela apabila Lio pulang ke negara itu, tetapi dia tidak mau pujannya selalu menangis karena merasa rindu pada keluarganya.
'Baiklah darling, malam ini kita akan berangkat jadi bersiaplah" putus Xavier
__ADS_1
Lio menatap Xavier dengan tatapan yang begitu senang, Lio awalnya berpikir bahwa Xavier menentangnya untuk pulang.
'Tetapi aku akan ikut darling, aku tidak mau kamu di injak-injak lagi disana, aku juga ingin meminta Restu pada keluarmu" ujar Xavier tersenyum manis
Lio membalasnya dengan senyuman manis juga dan kemabali memeluk Xavier, sedangkan Xavier terkekeh melihat tingkah Lio yang terlihat lucu di matanya.
'Apa kamu tidak mau berterimakasih padaku darling" ucap Xavier
'Terimakasih" ucap Lio polos membuat Xavier berdecak kesal
'Berterimakasihlah seperti ini darling" ucap Xavier kemudian mencium Lio dengan rakus
Xavier mencoba memasukkan lidahnya pada mulut Lio, setelah masuk Xavier mulai menggerakkan nya.
Lio awalnya terkejut tetapi tidak lama kemudian Lio bisa mengikuti cara berciuman Xavier.
Sekitar beberapa menit Xavier melepaskan luma*tannya dan menatap Lio dengan tatapan mesumnya.
'Ternyata kamu cepat belajar darling dan aku menyukainya" goda Xavier
'Apa kamu malu darling?" kekeh Xavier sembari menggoda Lio membuat Lio menutup wajahnya
Xavier tertawa kuat melihat tingkah lucu Lio, baginya melihat wajah itu tersenyum adalah penyemangat untuknya.
'Baiklah sekarang kamu tidur dulu, nanti sekitar jam 7 malam kita berangkat darling" Xavier mengelus rambut Lio
'Baiklah aku tidur" patuh Lio dan membaringkan tubuhnya
Tidak lama kemudian Lio sudah tertidur pulas membuat Xavier tersenyum puas.
'Apapun yang kamu minta maka akan aku turuti darling, jadi jangan merasa sendiri lagi karena aku dan calon anak kita nantinya akan berada di sampingmu" ucap Xavier lalu mengecup kening Lio kemudian dia segera keluar dari kamar itu
Xavier melangkah menuju ruang kerjanya yang kini di dalamnya sudah ada sekretaris Ben yang menunggunya.
'Selamat sore tuan muda" sapa sekretaris Ben
__ADS_1
'Jangan terlalu formal padaku Ben, bukankah kamu sebentar lagi akan menikah dengan Emillya" ucap Xavier seraya menggoda sekretaris Ben yang kini menunduk malu
'Sudah lupakan saja, ada yang ingin aku katakan padamu" lanjut Xavier serius
Sekretaris Ben menatap tuan mudanya dengan tatapan tajam juga, dia tahu tuan mudanya akan memberikan sebuah tugas untuknya dan tugas itu pastinya sangatlah serius.
'Tugas apa yang harus saya lakukan tuan muda?" tanya sekretaris Ben ke mode sangarnya
'Malam ini aku akan ke Indonesia mengantar Liora" ujar Xavier membuat sekretaris Ben bingung
'Mengapa nyonya muda pulang tuan? apa tuan berencana melepaskan nyonya muda?" tanya sekretaris Ben merasa tidak suka dengan keputusan tuan mudanya
'Diamlah dulu, aku hanya tidak mau dia sedih karena merindukan para baji*ngan itu, dan juga aku kesana untuk mendapatkan restu mereka meski bagiku restu mereka tidaklah penting tetapi aku tidak mau Liora merasa sedih" terang Xavier membuat sekretaris Ben mengangguk mengerti
'Dan untuk tugasmu, aku ingin kamu menggagalkan penjualan ilegal senjata tajam yang berada di dermaga Long Yang itu" ujar Xavier serius
'Lakukan secara sembunyi-sembunyi, aku juga ingin agar Delon bisa di periksa oleh aparat kepolisian, berani sekali mereka menggunakan daerah kekuasaan sebagai tempat sarana penjualan!" ucap Xavier tajam
'Baik tuan muda, akan saya lakukan sebagus dan Serapi mungkin, besok tuan muda pasti mendapatkan berita ini" sekretaris Ben menatap tuan mudanya dengan tatapan serius juga
'Bagus Ben, pergilah bawa beberapa pengawal elit untuk melindungi kamu di belakang, bawalah lencana ini ke bagian markas Utara, mereka pasti akan tahu" Xavier memberikan sebuah lencana berwarna emas campur sebuah tembaga hitam dan di tengahnya terdapat logo bergambar sebuah naga
'Baik tuan muda, saya permisi" pamit sekretaris Ben
Xavier duduk di kursi kerjanya sembari menatap selembar foto, dimana di foto itu adalah potret terakhir keluarga nya.
'Mommy, daddy sebentar lagi dendam kita akan terbalaskan! Mereka akan merasakan penderitaan berkali-kali lipat yang kita rasakan!" ujar Xavier mengelus foto itu
'Emillya maafkan kakak, seharusnya kamu masih bisa merasakan kasih saya daddy dan mommy tetapi karena para baji*ngan itu kamu harus menderita, kakak akan membalas rasa sakit mu itu" ucapnya lagi sembari menatap potret gadis kecil yang di gendong oleh seorang pria tampan yang tidak lain adalah daddy-nya sedangkan dia di peluk oleh mommy-nya
🌻🌻🌻
Menurut kalian gimana gaes...mulai ada nih teka-teki kehidupan Xavier sebelumnya.
Semoga kalian suka yaa..
__ADS_1
riri-can