
Xavier memasuki ruang bersalin setelah membersihkan diri terlebih dahulu sedangkan nyonya Erika, tuan Alfa dan Leon menunggu di luar.
'Sayanggg shhh....arrgghh..." Lio meneteskan air matanya menahan rasa sakit
'Apakah masih lama?!" tanya Xavier kesal
Xavier tidak tahan melihat wajah kesakitan istrinya, sedangkan para dokter dan suster masih terkejut dengan kedatangan Xavier dan mengatakan jika Lio adalah istrinya.
'Sudah pembukaan akhir dok" ucap suster yang memeriksa
'Baiklah, kita mulai saja" dokter itu pun mulai memberikan arahan untuk Lio
Lio menjerit tidak tahan merasakan rasa sakit saat mencoba mendorong bayinya untuk keluar.
Keringat dingin membasahi tubuhnya sedangkan Xavier memberinya semangat dengan kata-kata romantis tetapi karena pada dasarnya Lio yang kesakitan tidak fokus pada kata-kata romantis Xavier melainkan fokus pada bayinya.
Proses persalinan itu sangatlah lama karena sudah 3 jam tetapi belum keluar juga, terlebih ini pertama kalinya Lio melahirkan jadi jalurnya masih susah sehingga dokter mau tidak mau harus merobek milik Lio, robekan itu tidak terasa sama sekali menurut Lio karena rasa sakit itu sudah campur aduk.
'Lagi nyonya" ucap dokter itu kembali
'ARRRGGHHHH....AAKKKHHHHH!" teriak Lio sekuat tenaga hingga tidak lama kemudian bayi yang berada dalam perutnya keluar tetapi tidak mengeluarkan suara tangisan membuat para dokter dan suster takut
Dokter seniornya mulai mengusap-usap punggung bayi yang baru saja di lahirkan Lio sedangkan Lio kini di tangani yang lain.
Dokter senior itu perlahan menepuk-nepuk pipinya tetapi tidak ada respon.
'Suster siapkan air es!" perintah dokter senior itu tenang meski di dalam hatinya mau menangis
Xavier mengalihkan pandangannya pada bayi mereka yang masih di berikan pertolongan.
Air mata Xavier mengalir karena tidak bisa membayangkan jika bayi itu terjadi sesuatu.
'Kumohon jangan membuat daddy sama mommy kecewa dan sedih son" mohon Xavier meneteskan air matanya
Dokter senior itu perlahan memasukkan setengah badan bayi itu ke dalam air es tiga menit kemudian suara tangisan melengking di ruang bersalin itu membuat Xavier menangis penuh syukur.
'Terimaksih son, daddy menyayangimu" ucapnya
Akhirnya semuanya beres sehingga Xavier di suruh keluar dari ruang bersalin.
'Bagaiman kondisi Lio dan bayinya?" tanya ketiganya secara bersamaan
'Aku sudah jadi ayah" tangis Xavier membuat ketiganya lega
'Syukurlah, selamat sudah menjadi seorang ayah nak" tuan Alfa memeluk Xavier bangga
Setelah Lio di pindahkan ke ruang VVIP akhirnya semuanya menjenguk setelah Lio sudah bangun dari tidurnya.
__ADS_1
'Darling, terimakasih" Xavier menciumi seluruh wajah Lio dan tidak perduli dengan ketiganya
'Selamat sayang, kini kamu sudah resmi menjadi seorang ibu" nyonya Erika mengelus tangan Lio
Beberapa menit kemudian terlihat seorang suster mendorong sebuah kerangka bayi.
'Permisi tuan dan nyonya, sekarang kita akan memberikan asi pertama untuk bayi" ucap suster itu
Lio meneteskan air matanya melihat sosok kecil yang baru saja di lahirkan.
'Kita keluar saja" tuan Alfa mengajak istri dan anaknya keluar memberikan ruang untuk ibu dan ayah baru itu
'Ayah dan ibu pulanglah, biar aku yang menjaga Lio" ucap Xavier dan di angguki yang lain
Karena asi pertama jadi lumayan lama keluar hanya kolostrum saja tetapi lama kelamaan asi Lio perlahan keluar.
Setelah kenyang suster itu menjelaskan agar memberikan kehangatan kepada bayi itu melalui skin to skin.
Xavier tersenyum melihat sang buah hati yang tertidur lelap di dadanya yang telanjang.
Sedangkan Lio masih istirahat karena kekuatannya terkuras habis.
'Terimakasih son, terimakasih telah menjadi pelengkap daddy dan mommy, jadilah pria yang hebat nantinya" Xavier menatap takjub wajah bayi yang baru beberapa jam tadi di lahirkan Lio
Bayi yang beberapa bulan ini selalu Lio bawa kemana-mana, ternyata usahanya membuahkan hasil yang bagus.
'Sepertinya mommy akan mengamuk saat kondisinya nanti pulih total" kekeh Xavier
***
Di ruangan yang lain terlihat sekretaris Ben yang tengah tengah mencium tangan istrinya.
'Maafkan aku sayang, dimana yang sakit?" tanya sekretaris Ben khawatir
Emillya tersenyum melihat reaksi sekretaris Ben, ternyata suaminya bucin akut padanya seperti Xavier yang bucin pada Lio.
'Aku sudah tidak apa-apa sayang, pelurunya sudah di keluarkan, tetapi mengapa kakak tidak datang?" tanya Emillya kecewa
'Entahlah sayang, sepertinya mereka masih ada masalah" sekretaris Ben menatap wajah Emillya yang muram
'Sayang, maafkan aku sepertinya beberapa minggu ke depan kamu tidak bisa mengambil hak mu sebagai suami" sesal Emillya membuat sekretaris Ben tersenyum manis
'Masih banyak waktu sayang, sekarang kita fokus untuk kesembuhan kamu untuk masalah itu aku bisa menunggu" sekretaris Ben mencium pipi Emillya
'Terimakasih sudah mau menunggu" Emillya meneteskan air matanya karena merasa terharu
'Kumohon jangan menangis, aku merasa tidak becus menjadi suamimu sayang" sekretaris Ben menghapus air mata Emillya
__ADS_1
'Aku hanya terharu hiks.." isak Emillya
Tok... Tok... Tok...
Sekretaris Ben menoleh ke arah pintu dan membukanya dengan remot kontrol.
Terlihat salah satu bawahannya yang merupakan salah satu kepercayaannya yang bernama Freddy.
'Katakan!" perintah sekretaris Ben tajam
'Pelakunya sudah di tangkap dan di bawa ke ruang bawah tanah tuan" lapor Freddy
'Baiklah tunggu saja aba-aba dari tuan Xavier" sekretaris Ben sebenarnya ingin mengambil alih untuk memberi balasan bagi pelaku penembak istrinya tetapi dia bukanlah atasannya melainkan Xavier, terlebih dia tidak boleh terlalu terburu-buru
'Dan juga saya mau memberi kabar tuan, jika tuan Xavier dan nyonya muda ada di rumah sakit ini karena nyonya muda baru saja melahirkan" lapor Freddy yang paham dengan keresahan tuannya
'Melahirkan? sekarang belum waktunya Lio melahirkan" sekretaris Ben tampak terkejut mendengar laporan bawahannya itu
'Sepertinya nyonya muda terkejut dengan kejadian tadi hingga melahirkan sekarang tuan" terang Freddy setahunya
'Baiklah, sekarang pergilah bersihkan berita-berita miring mengenai istriku dan Lio, bungkam semuanya kalau perlu tuntut sekalian!" sekretaris Ben memberi perintah untuk Freddy
'Baik tuan, saya permisi" Freddy pamit pergi
'Sayang aku khawatir bagaimana kondisi kakak ipar" Emillya yang sedari tadi hanya menjadi pendengar merasa terkejut dengan kondisi Lio
'Dia pasti baik-baik saja sayang, sebaiknya kamu jangan memikirkan yang lain fokus dulu untuk kesembuhan kamu sayang" sekretaris Ben mengecup kening Emillya
'Tapi...
'Ada tuan sayang yang menjaganya jadi tidak perlu khawatir" sekretaris Ben mengelus pipi Emillya
'Baiklah" patuh Emillya
'Bagus, sekarang waktunya tidur, aku akan menjagamu sayang" Emillya mengangguk paham dan menutup matanya
Sekretaris Ben tersenyum senang melihat istrinya yang begitu manis dan penurut.
🌻🌻🌻
Author rasanya mau cari suami seperti Xavier dan Sekretaris Ben sajalah, kenapa suami author berbeda dari mereka bedua hiks..hiks..
Misua author kalau sudah ketemu anaknya bakalan lupa sama semua, sampe istrinya di abaikan bund, adakah yang sama? Masa saingan author anak sendiri kan gak etis banget hiks...
Semoga kalian suka yaa
riri-can
__ADS_1