
"sudah mbak"jawab putri
"baiklah,mari silahkan masuk maaf dengan mbak siapa ya?"tanya rini saat berjalan menuju pintu masuk ruangan ega.
"putri mbak,panggil saja putri"jawab putri.
tok tok tok...
rini pun mengetuk pintu ruangan ega sebelum memasuki ruangan itu.
"masuk..."
"maaf pak mengganggu,ini ada tamu yang bernama putri mau menemui bapak"
"oh iya,masuk put,aku sudah menunggumu dari tadi"
"kalau begitu saya permisi pak"ucap rini pamit saat putri telah masuk kedalam ruangan ega.
"gimana siap kerja?"
"insha allah siap pak"
"hahahaha....kamu bisa aja"
"inikan dilingkungan kerja pak"
__ADS_1
"benar juga,terima kasih atas sanjungan nya"
"kok sanjungan?yang benar adalah rasa hormat,aku kagum sama kamu ga setelah kehadiran ara kamu benar benar berubah menjadi pria yang dewasa yang tampan dan juga mapan"puji putri pada ega.
"ini semua karna keajaiban dari bidadariku put,mungkin kalau tidak ada dia aku tidak tau akan seperti apa hidupku kini"
"benar ara memang seorang bidadari kecil,bagaimana kabarnya kini,sudah lama banget ya aku tidak bertemu dengan putri kecilmu itu"
"dia sudah mulaib sekolah put,dan hal yang paling aku suka adalah dia tambah cerewet dan selektip"
"pantas saja masih betah sendiri,apa jangan jangan masih belum bisa move on ya?"
"kamu benar,selain karna ara semakin selektip memilih mungkin aku juga masih belum bisa melupakan bunda nya ara"
"memang belum ada kabar dari sila ga"ega hanya menggelengkan kepala nya menjawab pertanyaan dari putri.
"oh iya duh jadi lupa,kamu akan kerja dilantai 4 menjadi sekertaris disana tapi kamu tidak masalahkan?"tanya ega pada putri sedikit bingung karna putri akan menjadi sekertaris dari reza mantan pacarnmya.
"memangnya kenapa?"tanya putri bingung,namun sedetik kemudian putri mengingat dengan jelas kalau kantor yang reza tempati juga berada dilantai 4.
'apa jangan jangan??'tanya putri dalam hati
ega kembali kemeja kerjanya dan menekan nomor telpon untuk menyuruh seseorang datang keruangan nya.
dan tak lama suara ketukan pintu pun kebali terdengar olehbputri dan juga ega.
__ADS_1
"masuk..."titah ega
dan Deg....
netra putri dan juga reza kembali beradu,putri tak dapat menutupi keterkejutan nya saat reza memasuki ruangan ega.
'ada apa ini,kenapa mas reza juga kesini?'batin putri
"ada apa ga?"tanya reza saat sudah duduk dikursi didepan meja kerja ega.
"gini za,kamu kemarin kan kesulitan untuk melakukan tugas tanpa sekertaris dan ini putri yanga kan menjadi sekertaris yang akan membantu kamu menjalankan tugas kamu"jelas ega.
reza mau pun putri hanya bisa melongo mendengar penjelasan dari ega,reza dan jugaputri saling melirik dan kemudian memandang ega bersamaan.
"aku tau diantara kalian pernah ada sesuatu,tapi aku harap kalian juga bisa propesional dalam masalah pekerjaaan,
bagaimana,apa kalian keberatan dengan ini?"tanya ega pada putri dan juga reza
"tidak sih,aku tidak masalah"jawab putri mantap.
"aku juga,tidak masalah"jawab reza
"baiklah,kalau begitu kamu bisa ikut reza put untuk tau apa yang kan kamu kerjakan dan kamu juga bisa bekerja mulai hari ini"
"baiklah,kalau begitu aku permisi dulu,ayo put ikut aku kantor aku ada dilantai bawah"pamit reza pada ega dan mengajak putri ketempatnya akan bekerja.
__ADS_1
putri dan reza pun meninggalkan ruangan kerja ega dan berjalan beriringan menuju keruangan nya.