Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Kebersama


__ADS_3

"stop mas..."ucap putri saat dia sudah kehabisan nafas dan mengembalikan semua akal sehatnya,putri mendorong dada reza agar memberi mereka jarang


"jangan dilanjutkan,ini tidak baik mas"lanjut putri menatap reza penuh dengan permohonan agar reza tidak hilang kendali


reza kembali memeluk dan mendekap erat tubuh putri yang masih berada diatas pangkuan nya


"maaf,maafkan aku put,maaf karena aku telah lepas kendaliku"ucap reza sembari mendaratkan beberapa kecupan ditengkuk leher putri.


"turunkan aku mas,aku malu"lirih putri hampir tak terdengar oleh reza


"baiklah,tapi berjanjilah kamu akan tetap disini dan tetap bersama ku"


"tapi kamu masih terikat dengan erika mas,dan aku_aku pun telah memiliki seseorang disampingku"


"apa kamu mencintainya?"


"aku tidak tau mas,tapi dia selalu ada buat aku,dia yang selama ini memberi semangat buat aku tuk bangkit dari keterpurukan karena berpisah denganmu mas"


"aku tanya,apa kamu mencintai dia?jawab put,kalau kamu mencintai dia dan akan bahagia bersama dengan nya maka aku akan merelakan dan mengikhlaskanmu dengan nya"

__ADS_1


"sama seperti dulu kamu merelakan aku menikah dengan erika,walau kenyataan nya pernikahan kami tidak ada artinya sama sekali"


"jangan seperti ini mas,aku_aku..."putri tidak bisa melanjutkan ucapan nya,karena sungguh dia tidak bisa menggantikan posisi reza dengan pria lain dihatinya.


tak putri pungkiri adnan adalah pria yang baik dan bertanggung jawab,namun terlampau dan teramat besar cintanya pada reza membuat putri masih belum bisa mencintai adnan walaupun putri sudah berusaha


tapi tetap saja,reza lah pemilik hatinya dari dulu hingga saat ini,putri menangis tersedu saat reza menanyakan prihal perasaan yang kini putri miliki untuknya maupun untuk adnan


"sssstttt sudah jangan menangis lagi ya,mas sudah tau kok jawaban nya,terima kasih,terima kasih karena kamu masih tetap menjaga rasa itu hanya untukku"ucap reza memeluk dan membelai sayang rambut putri yang kini tengah menangis tersedu


putri tidak menjawab ucapan terima kasih reza,putri hanya mengangguk dan membalas pelukan reza dengan sangat erat.


"baiklah,aku antar ya?"


"eeemmm..."


putri mau pun reza melepas pelukan yang membuat mereka merasa nyaman satu sama lain,pelukan yang selama ini mereka rindukan namun tak bisa direalisasikan karena keadaan yang memaksa mereka berpisah.


reza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menembus jalanan ibu kota yang ramai akan penghuninya

__ADS_1


30 menit berselang kini mobil reza pun telah menelurusi jalanan komplek yang telah sepi karena hari sudah cukup malam


reza memberhentikan mobilnya tepat diteras rumah sederhana milik keluarga putri,putri dan juga reza terkesiap saat mendapati adnan sudah ada didepan teras rumah dengan wajah yang cemas.


putri melirik ke arah reza dengan wajah gusar,seolah tengah kedapatan selingkuh dibelakang sang kekasih


"tidak apa apa,ayo turun kita jelaskan semua nya pada dia,kita sudah sepakat kan sebelum pulang tadi,kamu selesaikan masalahmu dengan dia,aku juga akan menyeselaikan masalahku dengan erika baru kita mulai hubungan kita dari awal,ayo turun biar mas yang jelasin pada dia"jelas reza menenangkan putri yang tengah dilanda gundah dan cemas karena merasa bersalah pada adnan.


putri dan reza pun keluar dari mobil bersamaan,mereka berjalan menghampiri adnan yang sedang menunggu putri dengan cemas.


"kamu dari mana saja sayang,mas sampai cemas karena ponsel kamu tidak bisa dihubungi"tanya adnan begitu putri dan juga reza sudah mendekat


"maaf dengan mas siapa ya?"tanya reza pada adnan yang hanya fokus pada putri


"oh maaf saya terlalu khawatir dengan putri,jadi tidak sadar kalau putri sama anda,kenalkan saya adnan wijaya"ucap adnan memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan dan disambut dengan baik oleh reza


"maaf mas adnan sudah membuat anda cemas,putri tadi membantu saya menyelesaikan tugas diluar kantor,berhubung anak saya sedang sakit jadi saya tidak bisa datang ke kantor,untuk itu putri mengantarkan berkas dan dokumen penting kerumah sakit dan membantu saya menyelesaikan nya karena besok akan dipakai dalam meeting oleh direktur kami,sekali lagi saya mohon maaf karena putri sudah pulang terlambat"jelas reza yang sedikit berbohong pada adnan pasalnya ardi sudah baik baik saja


dan kini dialah yang dilanda kesakitan karena mengetahui bahwa sang anak bukanlah darah daging nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2