
"tadi anaknya pak reza minta putri anter ke suatu tempat gitu bu,jadi telat deh pulang nya"jawab putri jujur
"apa kamu tidak bisa menolaknya nak,tidak baik selalu bersama dengan lawan jenis yang tidak memiliki hubungan apa apa nak,jangan sampai nanti kamu kecewa untuk kedua kali nya,ingat kamu juga punya pasangan yang harus kamu jaga perasaan nya dan harus kamu perhatikan"ucap ibu rani mulai memprotes apa yang putri lakukan saat ini.
bu rani mulai merasa cemas saat mengetahui putri kembali dekat dengan reza,walaupun bu rani tidak membenci reza namun bu rani juga bingung harus bagaimana merestui tentu tidak mungkin karena saat ini adea adnan si pria baik dan bertanggung jawab yang selalu setia menemani putri dan menunggu putri
"sudahlah bu,aku baik baik saja kok lagi pula sekarang ini akulah yang terlalu sibuk sehingga tidak punya banyak waktu untuk putri"ujar adnan mencoba menenangkan bu rani
"ya sudah kalau begitu tapi ibu mohon kamu memikirkan apa yang ibu katakan tadi ya put,ibu pamit dulu ibu mu istirahat kalian bicara lah"bu rani pun pamit kepada anak dan calon mantunya itu.
sepi dan hening,sepeninggalan bu rani tak ada yang membuka suara untuk memulai percakapan putri dan juga adnan disibukan dengan pikiran mereka masing masing
"mas pulang dulu ya put"ucap adnan memecah keheningan diantara mereka dan sontak ucapan adnan membuat putri tersadar dari lamunan nya
"maaf mas,a_aku"
"tidak apa apa,kita bicara besok ya mas juga ada yang ingin disampaikan tapi ini sudah terlalu larut dan kamu juga pasti lelah,kita bicara besok ya"ucap adnan lembut dan itu semakin menambah rasa bersalah dalam diri putri
__ADS_1
"iya mas,besok jadi jemput aku kan?kita berangkat kantor bareng"
"jadi dong sayang,mas pamit ya istirahat lah biar besok kembali semangat"
"iya mas..."
"mas pergi ya,assalamualikum..."
"wa'alaikumsalam.....mas tunggu"
ucapan putri menghentikan langkah adnan saat akan keluar dari abang pintu dan membalikan tubuh nya kembali menatap sang kekasih yang berdiri tak jauh dari dirinya berdiri
putri memeluk erat pinggang adnan dan mulai menangis didada bidang sang kekasih,bagaimana tidak adnan mungkin begitu terluka dan kecewa saat putri lebih banyak menghabiskan waktunya dengan reza namun adnan masih tetap bisa tersenyum dan bilang baik baik saja dan itu menambah rasa bersalah dalam diri putri semakin bertambaha besar.
"hei,kenapa menangis sayang,ada apa?hhmm?"tanya adnan sambil membalas pelukan putri
"maafkan aku mas,aku salah"ucap putri disela isak tangisnya
__ADS_1
"iya mas ngerti kok,sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang loh kebawa air mata"goda adnan pada putri agar kekasihnya itu tidak merasa
"mas ih..."bukan nya melepas putri malah mempererat pelukan nya pada tubuh adnan
"jangan bilang kamu nggak mau mas pulang?"tanya adnan saat putri masih memeluk erat tubuh kekarnya
"ma_maaf,aku tidak bermaksud menahan mas tapi aku hanya"jawab putri terbata karena malu akan tindakan nya selama ini hanya adnan lah yang aktif tidak untuk putri dan adnan tidak mempermasalahkan itu karena adnan tahu betul akan isi hati sang kekasih yang masing menyimpn rapih nama seseorang dimasa lalu nya.
adnan kembali merengkuh tubuh mungil itu dan mendaratkan kecupan dipucuk kepalanya
"nggak apa apa,mas senang malah kamu mulai berani gini,ya sudah mas pulang ya besok pulang kerja ikut mas kesuatu tempat ya?"ucap adnan sembari mengurai pelukan nya
"iya mas,aku akan menunggumu,hati hati dijalan ya,kabari aku kalau mas sudah sampai dirumah"
"iya siap sayang,mas pergi ya assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam..."
__ADS_1
putri pun mengatar adnan sampai teras dan kembali masuk saat mobil adnan telah menghilang dari pandangan nya.