Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Melepas ardi


__ADS_3

Sebulan telah berlalu dan hubungan antara putri dan keluar reza pun tampak harmonis,putri sering kali menghabiskan waktunya dirumah reza


putri dapat leluasa berada disana karena erika sudah pindah rumah,lelah dan merasa jenuh berjuang sendiri akan cintanya pada reza membuat erika menyerah dan pergi dengan sendirinya


erika bahkan nampak pasrah saat reza menyerahkan surat gugatan perceraian nya dengan reza,bahkan erika nampak biasa saja saat ardi menolak ikut bersama dengan nya dan memilih tinggal bersama dengan reza walaupun erika lebih berhak atas ardi


hanya doni yang bersikeras mempertahankan dan memeprjuangkan ardi agar bisa tinggal dengan kedua orang tua kandung nya


walaupun kerap kali menerima penolakan dari sang anak tak membuat doni patah semangat,dia tetap intens mengunjungi sang anak yang kini masih tinggal dengan reza dan juga sang mamah.


seperti hari ini,doni kembali mengunjungi ardi dirumah reza namun bukan nya menyambut dengan suka cita ardi malah menangis tak henti henti


dan itu membuat reza terpaksa menghentikan pekerjaan nya dan bergegas pulang


"put mas pulang duluan ya,pekerjaan yang ada dimeja nanti kamu anterin aja keruangan nya ega"


"loh ada mas,kok buru buru?"tanya putri bangkit drai duduknya saat reza tiba tiba ijin pamit terlebih dahulu


"ardi terus menangis,doni ada dirumah dan ardi sama sekali tidak mau menemuinya"jawab reza

__ADS_1


"oh ya sudah lebih baik mas segera pulang,jangan sampai ardi anfal lagi"


"iya put,aku pamit ya"


"mmm...hati hati dijalan ya mas,kabari aku kalau sesuatu terjadi pada ardi"


reza pun beranjak meninggalkan kantor menuju rumahnya.


setibanya dirumah nampak doni masih berada disana,duduk termenung diteras rumah wajahnya memperlihatkan ekspresi bahwa dia sedang tidak baik baik saja.


"don..."sapa reza saat sampai diteras rumah tepatnya disamping doni terduduk.


"ada apa?apa ada masalah,kenapa mukamu terlihat kusut seperti itu?ini bukan pertama kali ardi nolak kamukan,kenapa wajahmu sekarang berbeda dari biasanya?"tanya reza pada doni pasalnya doni selalu bersemangat dan ceria saat mendatangi rumah reza walaupun hasilnya tetap sama,ardi selalu menolaknya.


"aku mau titip ardi za..."lirih doni


"maksud kamu?"tanya reza bingung dengan ucapan doni


"minggu depan sidang putusan kan?ini surat kuasa yanh diberikan erika untuk menyerahkan ardi padamu za"ucap doni sembari menyerahkan amplop yang berisi tentang pernyataan bahwa erika menyerahkan hak asuh anaknya pada reza.

__ADS_1


"aku akan pulang ke jerman dan erika akan ikut denganku tapi erika tidak berkenan membawa ardi bersama kami,apalagi ardi selalu saja menolak kehadiranku"lirih doni semakin sendu


"tananglah,kelak dia pasti akan mengerti kenapa dulu kamu lakukan itu padanya aku akan mencoba membujuknya,pergilah dengan tenang bahagiakan erika maaf aku tidak bisa memberikan apa yang erika inginkan dan harapkan dariku,jangan lupa sering seringlah menghubungi ardi agar dia tidak merasa ditinggalkan lagi walaupun kalian tinggal berjauhan aku tidak akan menghalangi nya jika suatu saat nanti dia menginginkan untuk tinggal bersama kalian tapi untuk saat ini biarkan ardi bersamaku"


"baiklah,tolong jaga dia ya za,aku titip ardi padamu"


"tidak perlu khawatir,ardi juga anakku anak yang paling berharga untukku"


doni pun akhirnya pergi dengan hasil yang sama,sebuah kekecewaan yang selalu saja dia bawa saat menemui anak yang selama ini dia rindukan


"papah..."teriak ardi sembari berlari kearah reza saat reza memasuki kamarnya


"anak papah kenapa menangis sayang?mamah putri sampai khawatir loh sama kamu hanya saja mamah putri belum bisa datang karena pekerjaan nya masih banyak"ucap reza yang berhasil membuat ardi lebih tenang


itulah mantra yang ampuh yang reza ucapkan kala sang anak merajuk,putri memang kelemahan ardi saking sayang nya dengan mamah angkatnya itu ardi sampai tidak mau elihatnya cemas karena dirinya


"aku kangen mamah putri papah"ucap ardi sendu


"mmm...bagaimana kalau kita jemput mamah dikantor dan habis itu kita makan malam diluar?"tanya reza pada sang anak dan di angguki dengan semangat oleh ardi

__ADS_1


__ADS_2