Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Kesepakatan


__ADS_3

"kalau begitu saya pamit dulu ya,sekali lagi saya minta atas kejadian hari ini"ucap reza saat berpamitan dengan putri dan juga adnan.


"iya pak,hati hati dijalan dan terima kasih sudah mengantar saya pulang"jawab putri mencoba menetralkan suasana yang sedikit tegang dan juga canggung.


reza pun pergi meninggalkan putri dan juga adnan yang masih berdiri didepan teras rumah


"masuk mas,disini dingin"ajak putri pada adnan


"kenapa ponsel kamu mati put?"tanya adnan saat keduanya memasuki rumah


"aku lupa tidak bawa charger mas,tadi hp aku mati kehabisan daya,maaf ya sudah buat kamu cemas"


"tidak apa apa yang penting kamu baik baik saja,ya sudah aku pulang ya tidak enak sama tetangga ini sudah larut juga"


"iya mas,hati hati dijalan ya?kabari aku kalu sudah sampai rumah"


"aku pamit ya,istirahatlah"adnan beranjak dari hadapan putri dan sebelum pergi adnan menyempatkan diri mencium kening sang kekasih.


ada sedikit rasa bersalah dalam hati putri saat mendapati perlakuan lembut dan manis dari adnan,pasalnya sampai detik ini pun putri tak kunjung bisa mencintai pria baik hati tersebut.

__ADS_1


namun apalah daya saat hati yang berkata,sulit memang namun kini ada sedikit harapan kembali meraih cinta yang sempat terpisah dan harus dipendam.


putri mendaratkan tubuh kelahnya dikasur dan menatap langit langit kamar,putri teringat kembali akan ucapan reza saat mereka akan keluar dari apartemen milik reza


Flash back...


"apa yang akan mas lakukan sekarang mas?"tanya putri saat merapihkan tampilan nya yang sedikit berantakan karena ulah reza tadi


"mas akan meminta penjelasan pada erika tentang semua ini put,dan setelah semua nya jelas mas akan segera bercerai dengan nya"


"apa tidak sebaiknya mas pertimbangkan lagi mas,dia melakukan semua ini kan karena dia sangat mencintai mas"


"ini bukan cinta put,ini obsesi,kalau dia mencintai mas dia tidak akan bertemu dengan lelaki lain dibelakang mas"


reza merogoh dan mengambil ponsel dari dalam saku celana nya,dia membuka aplikasi galeri yang menampilkan beberapa foto erika tengah berjalan bergandengan tangan dengan lelaki asing yang tak dikenali oleh reza mau pun putri.


"i_ini...?"tanya putri tak percaya akan apa yang dia lihat saat ini.


"iya put,itu erika yang entah dengan siapa aku juga tidak tau dan itu telah berjalan selama satu bulan ini,erika bahkan melupakan ardi yang terbaring sakit dirumah sakit karena sibuk dengan kegiatan nya dengan pria itu"ucap reza sendu

__ADS_1


"aku harus apa put?aku tidak bisa begini terus,aku memang belum bisa mencintai dia tapi aku sama sekali tidak pernah menghianati pernikahan kami"


"tapi dia,dengan mudahnya keluar masuk hotel dengan pria yang bukan siapa siapa nya,apa aku salah kalau aku melepaskan nya,aku tau dia tidak bahagia denganku yang tak kuinjung mencintainya tapi berhianat juga bukan solusi yang baikkan put"


"aku tidak tau harus berkata apa mas,tapi yang pasti aku akan selalu mendukungmu,apapun yang kamu putuskan aku akan selalu mendukung mu"ucap putri memberi dukungan pada mantan kekasih sekaligus sahabatnya itu.


"seandainya bisa,bolehkah aku kembali memperjuangkan cintamu put?"tanya reza pada putri yang berada disamping nya


"maksud mas reza..??"tanya putri bingung.


"aku ingin kembali bersama,tapi tentu jika itu memungkinkan"


"tapi mas aku......."


"aku tau,aku juga tidak akan memaksa jika memang kita berjodoh kita pasti bersama kembali,tapi asal kamu tau aku akan selalu menunggu mu tapi seandainya kamu lebih nyaman dan akan bersama dengan nya aku akan mengikhlaskan mu put,asal kamu bahagia walaupun itu bukan denganku aku akan ikut bahagia"ucap reza membelai lembut pipi putri yang tengah basah oleh air mata.


"sudah jangan menangis lagi,ayo aku antar kamu pulang ini sudah malam,kluarga kamu pasti cemas"ajak reza dan di angguki oleh putri.


keduanya pun berjalan beriringan menuju parkiran mobil dan memasuki mobil reza yang akan mengantarkan putri pulang kerumah orang tua nya.

__ADS_1


Flash back and....


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2