
Putri dan juga bu rani kini tengah bersantai diruang keluarga seusai merampungkan makan malamnya
putri membenahi posisi duduknya menjadi menghadap sang ibu dan mencoba mengatur nafasnya untuk mengutarakan niatnya meminta ijin sekaligu restu untuk menikah
"begini bu,menurut ibu bagaimana?di antara mas adnan dan mas reza ibu lkebih suka siapa?"tanya putri perlahan ragu dan sedikit ada rasa takut terus menyelimutinya saat bertanya tentang dua pria yang kini ada didalam hidupnya
"kenapa betanya seperti itu?"tanya ibu yang merasa pertanyaan putri sangat aneh
"jawab saja nanti aku jelasin,ibu lebih suka yang mana,mas adnan atau mas reza?"
"ya kalau ditanya tentang perasaan ibu,ya ibu lebih suka nak adnan,dia baik,ramah,bertanggung jawab dan satu yang lebih penting dia tidak pernah nyakitin kamu"jelas bu rani membuat nyali putri sedikit menciut untuk mengutarakan niat nya menikah dengan reza
"kaqlau sama mas reza bagaimana?"
"mmm,sebenanrnya ibu tidak pernah benci sama nak reza hanya saja kejadian tiga tahun lalu membuat ibu sedikit kecewa"
__ADS_1
"putri boleh jujur tentang mas reza bu?ibu bersedia mendengarkan nya kan?setelah ini apapun keputusan ibu akan putri lakukan tapi ibu mohon dengarkan dulu penjelasan putri ya"bujuk putri pada sng ibu yang menambah rasa bingung pada diri bu rani
"memang nya ada apa?"
"sebenarnya mas reza tidak pernah menyentuh erika bu"
ibu terkesiap mendengar ucapan putri barusan dan reflek ibu rani menoleh dan menatap intens pada putrinya itu
"maksud kamu apa put?"
"malam itu mas reza dijebak oleh erika bu,malam itu ternyata erika tengah mengandung satu bulan dan karena dari dulu erika ingin sekali menjadi pacar mas reza sehingga dia menggunakan kehamilan nya untuk bisa menikah dengan mas reza"jelas putri pada bu rani
"bagaimana dengan adnan?dia sudah baik banget sama kamu nak dan dia selalu ada disaat kamu terpuruk apa baik meninggalkan nya dan kembali pada reza?"
"mas adnan yang menyerahkan putri pada mas reza bu"
__ADS_1
"maksud kamu apa?kok bisa bisa nya mereka memperlakukan kamu bagai barang put,mereka gilir begitui saja?'bu rani sedikit emosi saat sang anak mengatakan kalau adnana menyerahkan nya kembali pada reza
"bukan seperti itu ibu,tolong dengar dulu,jadi begini mas adnan itu berencana melamar putri tapi urung dia lakukan karena mas adnan tahu betul kalau putri belum bisa melupakan mas reza tapi putri juga tidak mungkin menolaknya dan mas adnan tidak mau membuat putri tersiksa lagi karena pilihan putri yang salah bu,mas adnan hanya ingin yang terbaik untuk putri dan mas adnan juga ingin putri bisa bersama dengan orang yang putri cintai"jelas putri lagi
"lalu bagaimana dengan perasaan kamu sendiri?"lanjut ibu rani
"putri nggak tahu bu,putri ingin sekali bersama dengan mas reza tapi putri juga tidak mau kalau kembalinya putri sama mas reza akan membuat ibu kecewa dan tidak nyaman"lirih putri
"ibu pasti kecewa tapi jika itu sudah jadi keputusan kamu dan adnan pun merelakan kamu kembali dengan reza ya ibu bisa apa nak,ibu tidak mungkin memisahkan kalian sudah cukup kemari kamu menderita karena harus berpisah dengan nya,ibu akan merestui kalian asal reza sendiri yang datang pada ibu dan meminta kamu dengan baik baik pada ibu"
"ma_maksud ibu,ibu merestui kami bu?"tanya putri tak percaya kalau sang ibu memberinya ijin kembali dengan reza
"belum,nanti setelah dia datang dan meminta restu pada ibu dengan mulutnya sendiri baru ibu beri kalian restu"sontak ucapan bu rani membuat hati putri membuncah kerena bahagi
putri berhambur kedalam pelukan bu rani seraya terisak karena terlampau bahagia akhirnya putri menangis dalam pelukan sang mamah
__ADS_1
"terima kasih bu,maaf kalau keputusan putri tidak sesuai dengan keinginan ibu"
"tidak nak,ibu akan selalu mendukungmu,siapa pun dia yang akan mendampingimu selama dia bisa embuat putri ibu satu satunya ini bahagia ibu akan selalu mendukung nya"ucap ibu sembari mengusap punggung sang anak yang bergetar karena menangis bahagia.