Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Kebohongan putri


__ADS_3

"put bisa ikut keruanganku sebentar?'tanya reza saat dia telah sampai dikantornya dan menemukan putri telah asik dengan laptop didepan nya


putri yang merasa namanya dipanggil pun mendongakkan kepala nya dan melihat kalau reza telah berdiri didepan nya


"iya baik pak"jawab putri sembari bangkit dari kursinya dan mengikuti langkah reza masuk kedalam ruangan nya


"bapak perlu bantuan apa ya?"tanya putri saat sudah berada didalam ruangan kerja reza


"duduk dulu put,kita bicara disofa ya"ajak reza yang berjalan menuju arah sofa yang terdapat didalam ruangan kerjanya


putri kembali mengikuiti langkah reza dan duduk tepat disofa yang bersebrangan dengan sofa yang diduduki oleh reza


"apa yang bapak ingin bicarakan?"tanya putri lagi setelah dia duduk disofa


"bisa panggil nama aja atau nggak panggil mas seperti biasa?aku hanya ingin bercerita tentang permaslahan yang telah aku alami"


putri terlihat bingung dengan apa yang reza ucapkan padanya


"aku ingin curhat put,sebagai seorang teman,bolehkan?"jelas reza lagi saat melihat kebuingungan diwajah putri


"maaf bukan nya saya tidak mau pak,tapi apa sebaiknya kita bicara urusan pribadi saat jam kantor telah selesai?tidak enak kalau membahas masalah pribadi dikantor,bagaimana kalau pulang kerja nanti kita bicara lagi aku besedia kok dengerin curhatan kamu asal jangan dikantor ya?"ucap putri merasa tidak tega menolak ajakan reza namun dia juga tidak mau mencampur adukkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi mereka.


"baiklah,pulang kerja kamu pulang bareng aku ya,kita mampir ketempat biasa dan bicara disana"ucap reza mengalah dan mengikuti apa yang putri sarankan


"baik,kalau begitu saya permisi dulu ya pak,mau lanjut kerja berkasnya sedang ditunggu pak ega"


"baiklah terimakasih ya put"

__ADS_1


"iya tidak masalah,aku pamit ya"


putri pun beranjak dan kembali ke meja kerjanya dan kembali berkutat dengan laptop dan berbagai laporan yang harus segera dia selesaikan


.


.


Waktu berjalan dengan cepat,tak terasa jam kantor pun telah usai.


putri meregangkan otot otot badan nya yang terasa lelah dan kaku,putri pun segera membereskan meja kerja nya yang sedikit berantakan dengan beberapa berkas di atasnya.


dan saat tengah membereskan meja kerja nya terdengar nada dering ponsel milik putri berbunyi


putri segera mengambil ponsel yang ada di atas meja kerja tepat disebelah laptop nya


"halo assalamualaikum..."sapa putri pada si penelepon


"wa'alaikumsalam sayang,pulangb kerja mau aku jemput?"tanya adnan dari sebrang sana


"nggak usah mas,aku mendadak meski lembur ada sedikit kerjaan yang perlu diselesaikan hari ini jadi mas pulng duluan saja,nanti aku bareng sama indra aja mas"jawab putri yang entah kenapa mulutnya mengeluarkan sebuah kebohongan


"ya sudah kalau begitu,mas duluan ya besok mau berangkat bareng?"


"boleh,mas jemput kerumah ya"


"iya sayang,kalau begitu mas tutup telpon nya ya,assalamualaikum"

__ADS_1


"wa'alaikumsalam..."


putri termenung memandangi layar monselyang kini telah redup dan perlahan layarnya menghitam,putri menghela nafas berat dan mengeluarkan secara perlahan


sulit untuk jujur terhadap adnan akan kedekatan nya kembali dengan sang mantan,namun putri juga tidak bisa mengabaikan reza begitu saja


kebersamaan mereka yang telah amat sangat lama membuat putri tak bisa begitu saja mengabaikan mantan sekaligus sahabatnya itu.


"kok melamun?nanti kesambet loh"sapa reza sambil menepuk pundak putri yang mampu membuyarkan lamunan putri


"astaghfirullahaladzim mas,bikin kaget saja"gerutu putri pada reza


"habis dari tadi dipanggil tidak nyahut terus"bela reza


"ayo katanya mau dengerin aku curhat"lanjut reza


"iya mas,tapi ngomong ngomong kita maub kemana mas?"tanya putri saat berjalan menuju lift yang akan membawa mereka menuju bawah dankeluar dari kantor


"nanti kamu juga tahu"jawab reza santai sembari memasuki lift


putri dan reza pun terlibat obrolan yang lumayan mengsikan hingga menciptakan tawa tawa kecil di antara mereka


putri dan juga reza keluar kantor menuju mobil reza yang telah terparkir didepan kantor,putri dan juga reza masuk kedalam mobil yang sama dan dengan sedikit senda guraw


dan tanpa reza dan putri sadari ada sepasang mata yang menatap nanar kepergian reza dan juga putri.


"kenapa perhatian dan hatimu hanya tertuju bpada dia put?diab telah memiliki keluarga,istri dabn juga anak,tapi kenapa kamu selalu memprioritaskan nya?"

__ADS_1


__ADS_2