
6 Bulan kemudian...
"bu aku titip ardi sebentar ya"ucap putri pada bu rani saat bu rani tengah membersihkan sayuran untuk dimasak siang ini untuk menu makan siang
"memang kamu mau kemana??perutmu sudah semakin memberas put apa sebaiknya kamu kurangi pergi keluar rumah apalagi reza sedang tidak ada dirumah"jawab bub rani yang sejenak menghentikan kegiatan nya dan menatap sang anak yang tengah hamil besar itu duduk disamping nya
"ini juga tentang mas reza bu,aku mau kekantornya dan bertanya kenapa mas reza masih belum pulang dan dari tadi pagi aku tidak bisa menghubungi nya"
"huuffftt...baiklah tapi ingat kamu harus hati hati ya,ingat kamu lagi hamil besar jadi hindari kegiatan yang bikin kamu cape atau kegiatan yang menguras tenaga"
"iya ibu,aku cuma mau ngobrol sama ega dan menanyakan prihal ketidak jadian mas reza pulang hari ini"
"ya sudah,tapi jangan lama lama ya"
"siap bu"
Saat mendekati jam makan siang putri pun berangkat kekantor ega dengan di antar oleh supir yang telah disediakan oleh reza untuk menemani sang istri kemana pun dia akan pergi.
*
Setelah melakukan perjalana selama kurang lebih satu jam akhirnya putri pun sampai dikantor ega yang merupakan tempat kerja sang suami.
putri berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan ega saat ini
"permisi selamat siang,maaf mau tanya kalau pak ega nya ada ditempat?"tanya putri pada dua wanita cantik yang tengah asik mengobrol dan salah satu dari mereka pun menoleh ka arah putri
"selamat siang,eh bu putri?pak ega ada bu tapi masih metting apa ada yang bisa kami bantu??"tanya salah satu dari resepsionis itu
"nggak usah nggak apa apa,biar saya tunggu diruangan suami saya aja kalau begitu"
__ADS_1
"baik kalau begitu bu,kalau ibu membutuhkan sesuatu ibu bisa hubungi saya"
"baiklah,terima kasih ya saya masuk dulu"
"iya baik bu silahkan"
setelah berbicara pada sang resepsionis kantor ega putri pun masuk kedalam lift untuk mengantarkan nya keruangan tempat reza bekerja dan akan menunggu ega disana.
*
"sory pun lama metting nya baru aja beres,ada apa kamu kemari?"tanya ega begitu memasuki ruangan tempat re4za bekerja dikantor nya
"iya nggak apa apa ga santai aja,aku kesini mau nanyain mas reza kenaopa dia ngga jadi pulang?"
"cuma mau tanya itu??"
"ya ampun put kalau cuma amu tanya itu kenapa ngga lewat telpoin aja sih,kok jauh jauh datang kesini mana perut kamu sudah segede itu apa tidak khawatir terjadi sesuatu?"ega tak habis pikir dengan bumil satu itu karena jauh jauh datnga hanya untuk menanyakan prihal kepulangan suaminya yang bisa dia lakukan via telpon
"sudah aku lakukan tapi kamu nya nggak ngerespon,mas reza juga tidak bisa dihubungi"
"maaf tadi beneran sibuk,proyek disana sedikit ada kendala jadi sepertinya ega baru bisa pulang hari minggu"
"baiklah kalau begitu,aku pamit ya maaf kalau sudah mengganggu waktu kamu"
"nggak masalah lagi pula kerjaan nya juga dikit lagi beres,kamu tunggu diloby aja nanti aku antar kamu pulang"
"nggak usah ga aku bawa supir kok,nggak aku antar kamu pulang kebetulan ara juga mau kesini jadi kita bisa pulang bareng"
"ara mau kesini??bukan nya dia sudah sekolah ya??"
__ADS_1
"mmm,pulang sekola katanya mau langsung kesini kebetulan yang jemput juga rini"
"oh ya sudah kalau begitu aku turun dulu ya,aku tunggu dilobi"
"ok..."
putri pun bergegas meninggalkan ruang kerja suaminya dan berjalan menuju lift yang menuju ke bawah tepatnya ke arah lobi kantor
tepat saat putri kelur dari lift yang telah mengantarkan nya dilobi kantor putri mendengar seseorang memanggil namanya
"mamah putri...."teriak ara memanggil wanita cantik itu dan berlari kedalam pelukan nya walaupun pelukan ara cuma sampai dikaki sang wanita karna putri tak dapat bejongkok dikarenakan terhalang perut besar nya.
"sayang baru pulang sekolah ya.?sama siapa kesini kan ayah masih diruang rapat sayang.?"tanya putri lembut,putri belum menyadari kehadiran sila disana karna terlalu fokus pada ara.
"ara dijemput sama tante rini...tapi di antar sama bunda bidadari mamah."jawab ara sambil tersenyum riang.
"bunda.?bunda bidadari.?"putri mengernyitkan kedua alis nua hingga menjadi satu.
"iya...itu bunda bidadari ara mamah..."sambung ara sambil menunjuk ke arah sila berdiri mematung dihadapan putri.
deg...
netra putri dan sila bertemu
"sila..??"
*
🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1