Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Papah sakit


__ADS_3

Almira kembali memeluk tubuh adnan dan membenamkan wajah nya yang tengah basah oleh air mata kedalam dada bidang sang suami


"kenapa menangis terus??katakan apa aku melakukan kesalahan??atau aku menyakitimu??"tanya adna untuk kesekian kalinya karena almira masih saja bungkap


"aku takut mas..."akhirnya almira mengucapkan kata kata juga setelah sekian lama terdiam dalam tangisan nya


"takut kenapa??aku disini bersama mu,kenapa masih takut?"adnan berusaha menenangkan sang kekasih halal nya dengan mengusap lembut punggung hingga kepala yang masih terhalang oleh hijab yang dikenakan oleh almira


"aku takut kalau semua ini hanya mimpi mas"ujar almira ditengah isak tangisnya


"awww mas sakit..."pekik almira saat mendapatkan sebuah cubitan dipipi nya yang basah


"berarti bukan mimpi kan kalau itu sakit?"tanya adnan saat almira melepas pelukan nya dan menatap heran pada adnan karena mencubit pipi nya dengan sedikit keras hingga meninggalkan bekas


"ma_maksud mas apa?kenapa tiba tiba nyubit,kan sakit??"


"mas lakukan itu untuk yakinin kamu kalau semua ini bukan mimpi sayang,ini kenyataan"


adnan kembali mengikis jarak yang sebelumnya berjarak karena almira sedikit menjauh saat mendapatkan satu cubitan yang lumayan keras dari adnan


adnan mengusap air mata yang ada diwajah cantik almira dan mencium mata kiri dan kanan nya secara bergantian

__ADS_1


"mas harap ini terakhir kalinya mata ini mengeluarkan air mata,mas akan berusaha membuat kamu bahagia dan tidak pernah menyesal dengan keputusan kamu memilihku menjadi imam mu"


"in shaa allah mas,aku tidak akan menyesali keputusan ku memilihmu menjadi imam dan pendamping disisa hidupku"


adnan kembali memeluk sang istri hinggal sebuah ketukan pintu masuk dalam indra pendengar sepasang pengantin baru itu


almira pun melepas pelukan nya dan menjauhkan diri dari adnan,adnan pun bergegas berranjak menuju pintu untuk melihat siapa yang tengah mengganggu waktu romatis nya dengan sang istri


"ada apa bi??"tanya adnan saat melihat sang art berdiri didepan pintu kamarnya


"maaf den mengganggu,itu sudah ditunggu tuan sama nyonya diruang makan untuk makan siang bersama"jawab bi ratmi art yang bekerja untuk kedua orang tua adnan menggantikan posisi bi ina karena bi ina diboyong oleh adnan kerumah pribadinya


"iya bi sebentar lagi kami turun"


"iya bi"


adnan pun kembali menutup pintunya setelah art nya meninggalkan tempatnya berdiri


"sayang ayo kita turun,mamah dan papah sudah menunggu kita untuk makan siang"


"iya mas ayo"adnan menggandenga tangan istrinya menuruni anak tangga untuk bergabung dengan kedua orang tua nya makan siang bersama.

__ADS_1


*


Sementara itu dirumah putri mamah seli terlihat bingung dan gelisah,terlihat dari wajah nya yang selalu saja tidak tenang dan memunculkan kecemasan


"mamah kenapa?apa mamah sakit?"tanya putri yang sedari kemarin melihat sang mertua terlihat mencemaskan sesuatu


"mmmm,reza kapan pulangnya sayang??ada yang ingin mamah bicara kan sama kalian"tanya mamah seli pada menantunya itu


"mmmm,karena pekerjaan nya telah selesai katanya mas reza langsung pulang sore ini juga mungkin nanti malam baru sampai rumah,memang nya ada apa mah?mamah bisa cerita sama putri"


"papah disingapura sakit put dan mamah mencemaskan nya,sepertinya mamah harus kesana untuk menemani papah tapi mamah bingung mamah tidak bisa tenang meninggalkan kamu sendirian disini apalagi reza akhir akhir ini sering sekali pergi keluar kota bahkan keluar negri tanpa membawa kamu"


"lebih baik mamah pergi saja maslah putri nanti nanti biar putri coba bicara saa ibu,putri akan meminta ibu menemani putri selama mamah pergi"


"tapi kamu tidak keberatan kan kalau mamah tinggal?"


"tentu saja tidak mah,papak lebih membutuhkan mamah sekarang lagi pula putri baik baik saja mamah berangkat saja nanti putri akan meminta ibu untuk tinggal disini selama mamah pergi biar mamah tenang dan bisa fokus menjaga papah disana"


"terima kasih ya put maaf kalau mamah tidak bisa menjaga kamu dengan baik"


"nggak mah selama ini mamah sudah memberikan yang terbaik untuk putri"

__ADS_1


*


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2