Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Kejutan


__ADS_3

"ayo put aku antar pulang"ujar reza saat keluar ruangan nya mendapati putri tengah bersiap siap untuk meninggalkan kantor


"maaf pak hari ini mas adnan mau jemput"jawab putri merasa tidak enak menolak reza namun putri juga tidak bisa terus menerus mengabaikan adnan kekasih nya.


"oh ya sudah kalau begitu aku duluan ya"


"iya pak,hati hati di jalan"ucap putri pada reza dan hanya dijawab anggukan oleh reza


reza pun berlalu pergi dengan rasa kecewa dihatinya,namun itulah yang harus dia hadapi saat ini


walaupun kini reza sudah tak berstatus suami orang namun tidak untuk putri,gadis pujaan hati nyabitu masih terikat dengan seorang pruia dan hubungan mereka juga terbilang baik baik saja akan sangat sulit bagi reza memasuki di antara putri dan juga adnan


kini giliran reza lah yang harus berlapang dada menerima putri bersanding dengan pria lain karena tipis kemungkinan bagi putri dan juga adnan untuk mengakhiri hubungan mereka karena hubungan mereka dalam kondisi baik baik saja.


reza melangkah gintai meninggalkan gedung kantornya dan saat akan memasuki mobil langkahnya terhenti oleh suara seseorang menyerukan nama nya


reza pun menolah ke arah suara dan menemukan erika tengah berdiri dibelakang nya


"bisa kita bicara sebentar mas?"tanya eriak pada reza yang mengurungkan niatnya masuk kedalam mobil


"apa yang ingin kamu bicarakan?"tanya reza dengan nada dingin nya

__ADS_1


"kita bicara ditempat lain saja,bisa?disini terlalu mencolok dan menjadi pusat perhatian orang mas"


"baiklah,ayo naik ke mobil kita akan ari tempat yang nyaman untuk bicara"


erika pun mengikuti jejak reza yang terlebih dahulu memasuki mobilnya dan tanpa reza dan erika sadari putri melihat kedua mantan suami istri itu berlalu pergi menggunakan mobil yang sama


putri menghela nafas beratnya,lagi lagi putri harus menekan perasaan tidak nyaman nya saat melihat treza bersama dengan wanita lain


entahlah putri terlalu lelah memikirkan perasaan dan juga hatinya yang masih saja bertahan dengan perasaan yang sama disaat pertama kali bertemu dengan reza.


sakit namun rasa sakit itu selalu lenyap begitu aja saat menatap mata teduh sang pria yang sebentar lagi akan menyandanag status duda itu.


merasa lelah berdiri akhintya putri melanjukan langkahnya menuju ke;uar dan beertepatan dengan keluarnya putri dari gedung itu mobil adnan berhenti


"nggak kok mas,aku juga baru keluar ini"jawab putri sembari berjalan mendekat pada adnan yang sudah keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil agar putri bisa masuk


"emang kita mau kemana mas?"tanya putri saat mobil adnan sudah memasuki jalan raya dan berbaur dengan kendaraan lain yang juga memakai jalan yang sama


"nanti juga kamu tahu,kalau aku bilang sekarang ya bukan kejutan lagi dong namanya"


"ada apa sih kok main rahasia rahasiaan segala mas?"

__ADS_1


"nggak ada apa apa,aku hanya ingin merayakan hari psesial ini dengan suasana yang spersial juga sayang"


"hari spesial?memangnya hari ini hari apa ya mas?"


"nanti juga kamu akan tahu,kalau aku cerita sekarang bukan kejutan dong"


"mmm...baiklah,aku akan setia menunggu kalau begitu"putri pun tak melanjutka pertanyaan nya pada adnan


putri dan juga adnan menikmati pemandangan sepanjang jalan yang mereka lalui,hari sudah mulai menggelap saat putri dan juga adnan tiba disebuat tempat yang lumayan indah dan sangat memanjakan mata yang memandang tempat itu


putri dan juga adnan berjalan bergandengan tangan memasuki dan menapaki anak tangga satu persatu menuju rooftop gedung tersebut


putri kembali dikejutkan dengan pemandangan didepan matanya,dekorasi yang sangat indah dengan bunga dan juga lilin yang


"ayo.."ucap adnan sembari m3engulurkan tangannya untuk putri raih dan tanpa ragu putri pun meraih tangan adnan yang akan membawanya ketempat yang terindah dan teromantis yang pernah dia datangi selama ini


namun baru juga dua langkah putri mengikuti langkah adnan,utri harus menghentikan langkahnya kala memilohat seluet seseorang berdiri tegak dihapan meja yang telah didekor seindah mungkin itu


karena lampu yang terpasang sengaja dibuat temaram membuat pandangan putri kurangvjekas dengan apa yang dia lihat saat ini


"ayo put kenapa diam?"ucapan dan tarikan tangan yang adnan lakukan membuyarkan lamunan putri tentang siluet yang iya yakini seorang pria asing tengah berdiri menunggu mereka didepan meja tempat yang akan adnan dan juga putri gunakan untuk makan malam mereka.

__ADS_1


.


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2