
Dua minggu telah berlalu dan ardi pun telah kembali kerumah seminggu yang lalu,namun reza harus kembali kerumah sakit itu untuk mengambil hasil tes yangv dia lakukan dua minggu yang lalu.
tok tok tok...
suara ketukan pintu terdenagr di ruangan dokter firman dan sang dokter mempersilahkan masuk kepada si pengetuk pintu,
"oh pak reza,silahkan masuk pak"ucap dokter firman
"baik dokter,terima kasih"reza pun duduk dikursi tepat didepan meja dokter firman
"apa saya bisa melihat hasilnya sekarang dok?"tanya reza tanpa basa basi
"bisa pak kebetulan hasil tes nya baru di antar keruangan saya"dokter firman pun mengambil amplop yang masih tersegel didalam laci meja kerja nya
"ini masih tersegel ya pak dan dipastikan hasilnya akan akurat dan dapat dipercaya,silahkan biar lebih tenang lebih baik bapak sendiri yang membuka segel nya"
reza pun mengambil amplop itu dari tangan doter firman dan membuka segelnya
tangan reza bergetar saat membaca hasil tesnya kali ini,tak percaya itulah yang dirasa kan oleh reza pasalnya hasil tes nya kali ini berbeda dengan hasil tes yang dia dapat 3 tahun yang lalu.
"baiklah dokter,saya permisi dulu terima kasih atas bantuan nya dokter"ucap reza berpamitan dan berterima kasih pada dokter firman karna telah membantu nya memperjelas semua kebingungan yang dia rasakan semenjak 2 minggu yang lalu.
__ADS_1
setelah dari rumah sakit reza kembali ke apartemen nya dfan kembali merenung disana,reza bahkan tak menghiraukan semua pesan dan panggilan yang masuk kedalam ponselnya.
* * * * *
Dua hari sudah reza mengurung diri di apartemen nya dan tak seorang pun tau,bahkan sang mamah pun ikut menari karena khawatir sang anak tidak dpat dihubungi selama dua hari ini.
bahkan bu seli mendapat telpon dari perusahaan tempat reza bekerja menanyakan prihal keberadaan reza saat ini karna selama 3 hari reza tidak masuk kerja dan tidak bisa dihubungi.
bu seli pun akhirnya mendatamngi apartemen reza yang selama ini selalu reza perguanakan untuk bersantai atau untuk menenangkan diri.
"kami disini ternyata?"tanya bu seli saat masuk dan mendapati reza tengah tertidur disofa dalam keadaan yang sangat kacau.
reza bangkit dari tidur nya dan mendudukan dirinya disofa yang dia tempati untuk tidur.
"kamu yang kenapa?ada apa,apa terjadi sesuatu?"tanya sang mamah sambil duduk disamping reza.
"maksud mamah?"
"kenapa dua hari ini menghilang tanpa kabar?bahkan orang kantor sampai menelpon kerumah untuk menanyakan kamu,ada apa?tidak biasa nya kamu seperti ini?'
"reza hanya butuh menenangkan diri mah,reza butuh waktu untuk sendiri dulu sekarang"
__ADS_1
"iya,tapi ada apa?kenapa seperti itu?apa terjadi sesuatu?"
"nanti aku cerita disaat aku sudah siap mah,semua pasti aku ceritakan sama mamah"
"baiklah,tapi lebih baik kamu ambil cuti dulu dari pada seperti ini,itu akan menghambat pekerjaan kamu nak,apa perlu mamah mintakan ijin cuti sama ega buat kamu?"
"tidak usah mah,nanti aku akan mencoba menelpon ega dan meminta cuti salam beberapa hari"
"baiklah,lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang?"
"aku akan disini terlebih dahulu mah,sampai aku yakin akan keputusan yang akan aku ambil"
"baiklah,jaga dirimu baik baik dan ingat jangan lupa makan"
"iya mah,mah aku titip ardi dulu ya,aku ingin memikirkan apa yang harus aku lakukan nanti"
"baiklah,kamu tenang saja ardi sudah berangsur baik dan dia juga sudah mulai terbiasa ditinggalka erika jadi sudah tidak rewel lagi"
"erika masih suka pergi pergi mah?"
"iya,yang lebih parah lagi hampir tiap hari dia pulang lewat tengah malam"jelas bu seli menghela nafas seolah olah tengah merasa lelah dengan urusan anaknya.
__ADS_1