
Adnan memilihb memojokan diri ke halaman belakang ,kegusaran dan kegelisahan nya semakin bertambahb saat semua yang menyapa menanyakan prihal pasangan nya
jenuh dan lelah menghampiri tubuh nya kini,ingin rasanya menyudahi semua kepenatan ini namun sang bu'de begitu mewanti wanti agar dia tetap disana sampai acara nya selesai
adnan berjalan gontai mengitari kolam renang yang terdapat disana,tanpa sadar langkah kakinya membawanya sampai ke ujung dan tanpa disadari netra nya menatap seorang wanita berhijab tengah menahan sakit dipipi karena tamparan pria yang ada dihadapan nya
adnan terus mengamati 2 pasutri yang tengah berdebat sengit itu,dan kini netranya menangkap sesosok wanita cantik lain nya yang memakai pakaian yang cukup seksi berdiri tepat dibelakang si pria yang menampar wanita berhijab tadi.
entah apa yang mereka depatkan yang pasti si wanita atau pun si pria benar benar tengah dalam kondisi yang emosi
adnan berlariu menghampiri pasangan yang tengah bertengkar itu dia menangkap tangan si pria yang akan melayangkan tamparan untuk kedua kalinya
"siapa kamu?kenapa kamu menahanku,jangan ikut campur urusanku dengan wanita munafik ini"ujar si pria yang tengah tersulut emosi
"maaf tapi ini tempat umum dan ini acara keluarga ku,kalau anda ingin berkelahi berkelahi lah diluar jangan disini"ucap adnan sembari menatap tajam pria yang akan menampar wanita berhijab tadi
__ADS_1
"awas kamu,kalau sampai kamu macem macem dan bilang yang tidak tidak dengan ibu,aku tidak segan segan untuk membuat hidup kamu hancur"ucap si pria pada wanita yang kini tengah menangis dibalik punggung adnan dan pria itu pun menghampaskan tangan adnan yang tengah menahan tangan nya agar tidak kembali menapar wanita yang kini tengah menangis tersedu
pria itu pun menarik wanita yang ada dibelakang tubuhnya dan mereka pun ergi meninggalkan adnan dan wanita yang kini tengah menangis itu.
adnan memutar tubuhnya agar bisa menatap wanita yang sedang menangis itu dia merogoh saku celana nya dan mengambil sapu tangan miliknya untuk diberikan kepada wanita itu
"berhenti menangisi pria bajingan seperti dia,ini hapus air mata nya"ucap adnan sembari menyodorkan sapu tangan miliknya pada wanita itu
"terima kasih..."ucap wanita itu sendu,dia pun mengambil sapu tangan yang disodorkan adnan tanpa memperlihatkan wajahnya
adnan memiliki tinggi tubuh 180cm sedangkan sang wanita berada dibawahnya,walaupun terbilang tinggi namun masih kalah tinggi dengan tubuh adnan
"ayo kita kesana dan duduk disana,disini terlalu tertutup nanti orang akan salah paham"ucap adnan sembari mengulurkan tangan nya pada si wanita
"maaf mas bukan mahram,mas duluan nanti saya ikut dibelakang"tolaknya halus dan masih tetap menunduk
__ADS_1
seperti dejavu,adnan kembali teringat kejadian beberapa saat yang lalu saat ada wanita yang menolak bersalaman dengan nya karena bukan mahram
"maaf,tadi reflek habisnya kamu habis nangis kejer tadi aku cuma takut kamu tidak punya tenaga buat berjalan"ucap adnan yang dibuat salah tingkah oleh wanita berhijab itu
mereka pun berjalan beriringan dan memilih duduk dibangku yang ada dipinggir kolam
"dia siapa kamu?kenapa berlaku kasar sama kamu?"tanya adnan saat mereka telah duduk dengan santai disana
"di_dia...su_suami aku"lirihnya
"suami?kok kasar banget gitu,terus wanita tadi?"tanya adnan lagi penuh dengan rasa penasaran
"di_dia kekasihnya,kami dijodohkan dan dia tidak pernah menerima pernikahan kami,bahkan saat ini dengan berani dia membawa wanitanya dihadapan umum padahal semua orang tau kalau kami telah menikah"lirih nya lagi sambil meremas kedua tangannya yang saling bertautan
"orang tua kalian tahu kalau dia memperlakukan kamu dengan kasar kaya tadi?"wanita itu tak menjawab hanya gelengan kepala yang menandakan jawaban dari mulut diam nya
__ADS_1
"kalau begitu ayo kita temui orang tuanya dan bicara yang jujur tentang kelakuan anaknya"ucap adnan yang sontak membuat wanita berhijab itu mendongakkan kepalanya dan menatap adnan dengan wajahb yang kebingungan.
"KAMU...???"ucap keduanya secara bersamaan saat netra mereka bertemu dan mengenali wajah masing masing.