
"ini minum dulu"adnan memberikan segelas air kepada almira yang masih terisak didalam ruangan kerja adnan
kini kedua nya tengah duduk disofa diruangan kerja adnan guna menenangkan diri dari kejadian tak terduga tadi
"maafkan aku mas,aku benar benar tidak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi"ucap almira masih dalam tangisan nya
"sudah tidak usah dipikirkan,yang penting sekarang kamu fokus dengan persidangan kalian agar bisa secepatnya lepas dari pria bajingan seperti dia"
"pulang lah,biar pak rudi mengantarmu pulang tenangkan dirimu dirumah,ok"
"sekali lagi maaf mas"ucap almira lagi dengan lirih
karena tidak tega dengan kondisi almira yang terlihat begitu syok akhirnya adnan pun menarik almira kedalam dekapan nya
didekapnya tubuh almira dengan erat dan itu membuat tangis almira bertambah sesegukan,adnan membiarkan saja almira melampiaskan semua emosi yang selama ini tertahan lewat tangiasan
cukup lama almira menangis dalam dekapan adnan dan setelah cukup puas almira pun melepaskan pelukan nya ditubuh adnan
"sudah lebih baik"tanya adnan saat mengurai pelukan nya dengan almira dan di angguki oleh almira
"pulang lah,nanti kita bicarakan lagi apa yang akan kita lakukan selanjutnya"ucap adnan sembari mengusap pucuk kepala almira yang tertutup hijab dengan sayang.
__ADS_1
"baiklal kalau begitu,aku pamit ya mas maaf kalau sudah buat kekacauan disini"
"sudah tidak apa apa,biar nanti aku yang urus masalah disini,pulanglah"
"aku pamit mas,assalamualaikum"
"wa'alaikumsalam,hati hati dijalan ra ingat tunggu aku pulang dirumah"
selepas almira pergi adnan pun menelpon orang kepercayaan nya dikantor agar membereska masalah yang twlah terjadi
adnan mencoba menahan agar berita kekacauan dikantornya tidak sampai bocor keluar apalagi sampai para invesator tahu bisa lebih kacau lagi kondisinya.
"wa'alikumsalam,loh kok non mira sudah pulang?den adnan tidak ikut pulang non?"tanya bi ida begitu melihat almira memasuki rumah itu
"bibi..."almira berhambur kedalam pelukan bi ida dan kembali menangis tersedu disana
bi ida tak buru buru menanyakan prihal apa yang membuat almira menangis tersedu seperti sekarang karena selama mengenal nya almira adalah wanita yang tegar dam juga sabar.
namun kali ini almira benar benar terlihat rapuh serapuh rapuh nya
"ada apa non?apq ada masalah dengan den adnan?"tanya bi ida saat almira sudah tenang dan duduk disofa ruang keluaga
__ADS_1
"bukan bi bukan mas adnan,tapi tadi mantan suami aku datang bi dia maksa aku buat ikut dan mas adnan menghalanginya sampai sampai mereka berdua berkelahi bi"ucap almira yang kembali menangia namun tidak seperti tadi kini almira bisa sedikit mengontrol emosi nya.
"lalu apa yang membuat non mira menangis?bukan kah den adnan berhasil menghalangi mantan suami non mira untuk membawa non?"
"aku takut bi,aku takut kalau mas adnan jadi benci sama aku karena tadi kejadian nya dikantor bi dan semua karyawan jadi tahu tentang masalah pribadi aku dan yang lebih parah dia menuduh mas adnan membawa kabur istri orang bi"jelas almira
"masya allah,yang sabar ya non mudah mudah nanti allah memberi kemudahan dan kelancaran agar non secepatnya bisa terbebas dari pria brengsek itu"ujar bi ida sembari mengusap lembut bahu almira yang masih bergetar karena almira masih belum menghentikan tangis nya.
"sudah lebih baik non istirahat dikamar jangan sampai den adnan lihat non masih menangis nanti malah jadi pikiran buat den adnan"
"iya bi aku masuk kamar dulu ya bi,terima kasih sudah mau mendengarkan aku bi"
"iya sama sama non,bibi kedapur dulu ya mau siapin makan malam siapa tahu nanti den adnan pulang kesini"
"iya bii..."
almira dan juga bi ida bangkit dari duduknya masing masing san beranjak ketempat tujuan masing masing untuk melakukan kegiatan yang sempat terhenti karena almira yang terua menangia dipelukan bi ida.
.
Dear reader...maaf ya hari ini hanya bisa up satu bab,semoga besok besok bisa doubel up ya...terimakasih ataa dukungan nya dan maaf kalau masih banyak kekurangan nya.🙏🙏
__ADS_1