Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Bertemu Erika


__ADS_3

"kata dokter anemia,tapi perlu pemeriksaan lanjutan"


"apa ada penyakit yang serius,kenapa harus ada pemeriksaan lanjutan pak?"


"entahlah,aku juga tidak tau tapi tadi siang dia harus melakukan transfusi darah"lirih reza saat mengenang bahwa dia satu satu nya ayah yang tidak bisa memberikan darahnya kepada anaknya sendiri.


"tapi beruntung karna tuhan masih menyayangi dia,walawpun bukan darahku tapi darah seseorang telah menyelamatkan nya"lanjut reza


putri menoleh ke arah reza saat mendengar bahwa yang mendonorkan drah pada ardi bukanlah dirinya


"maksud bapak?kenapa bukan bapak yang melakukan nya,kenapa harus orang lain?"


"karna aku tidak bisa melakukan nya,darah nya berbeda dengan ku put,masuk akal kah itu put?dia anakku tapi aku tidak bisa menolong anakku sendiri saat dia membutuhkan darahku?"


reza menundukan kepala nya untuk menutupi raut wajah sedihnya dihadapan putri,reza bahkan sudah tidak bisa lagi memakan makanan yang ada dihadapan nya karna sesak didadanya menghadapi kenyataan bahwa sang anak mungkin saja bukan anak nya.


"ayo makan...mau aku suapin"putri mencoba mencairkan suasana yang begitu tidak mengenakan itu


dengan ritme jantung yang sudah tak beraturan putri mencoba mengakrabkan diri lagi seperti dahulu kala saat mereka masih berstatus teman.


reza mendongakkan kepala nya,menatap putri yang juga menatapnya dengan senyuman khas ayudia putri yang selama ini mampu membuat hati reza terpikat bahkan sampai detik ini pun reza masih belum bisa melupakan senyum manis itu.

__ADS_1


"suapin..."jawab reza dengan nada manja ala reza remaja dulu.


"tetep manja ya pak,walaupun sudah berbuah"cebik putri sambil menyuapkan sesendok nasi kemulut reza dan kedua nya terkekeh bersama.


dan saat putri dan reza asik bercanda ria tiba tiba pintu kamar terbuka dan manampilkan wanita yang sedari pagi dicari oleh seluruh keluarga.


reza dan putri pun kompak menoleh ke arah pintu yang tiba tiba terbuka tanpa ada ketukan terlebih dahulu dan...


Deg...


netra erika menangkap sesosok wanita yang sedari dulu selalu menjadi saingan nya dan selalu dia benci.


"hai rika,apa kabar?"tanya putri berbasa basi


"aku tanya,kenapa kamu bisa ada disini"hardik erika tidak suka akan kehadiran putri disana


ditambah lagi disana hanya ada putri dan juga reza saja tidak ada orang lain lagi.


"maaf rika,aku kesini mau mengantarkan pekerjaan kantor yang harus diselesaikan sekarang"jawab putri


"alah bohong,kamu asti mau deketin mas reza lagikan?dasar wanita murahan"

__ADS_1


"cukup rika....."suara reza menghentikan kasi bar bar erika yang akan menjambak rambut putri


"put lebih baik kamu pulang dulu,besok pagi saya akan sempatkan kekantor jadi kamu tidak perlu repot kemari"


"bauklah pak kalau begitu,saya permisi dulu pak,mari assalamualaikum"


"waalaikumsalam..."


"kenapa dia ada disini mas?kenapa kamu biarkan wanita murahan itu kemari mas?"erika kembali meluapkan emosi nya namun kali ini bukan putri sasaran nya melainkan reza suaminya.


"seharusnya yang bertanya itu aku,dari man kamu sampai jam segini baru pulang?"tanya reza tenang namun dengan tatapan yang membunuh.


"kamu tau,ardi demam sejak tadi pagi dan kamu malah meninggalkan nya"


"aku ada janji mas,lagi pula kan ada mamah dan bi imah yang sudah jagain ardi kenapa harus aku juga ikut repot?"


"lihat kelakuan mu ka,kamu memanggil wanita baik baik dengan sebutan wanita murahan dan kamu sendiri apa?wanita baik baik mana yang meninggalkan anaknya yang tengah sakit parah hanya demi sebuah janji yang tidak bermanfaat"


"aku....."


"cukup ka,kalau kamu cuma mau ribut lebih baik kamu pulang kasihan ardi masih sakit dan butuh istirahat"potong reza saat erika akan menjawab perkataan reza.

__ADS_1


__ADS_2