Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Mamah putri[revisi]


__ADS_3

Ardi mengerjapkan kedua matanya,menoba menetralkan pandangan nyadan beberapa detik kemudian matanya terbuka sempurna


ardi memandangi sekeliling ruangan yang tengah dia tempati kini,tak sengaja matanya menangkap sesosok wanitav cantik yang dia rindukan selama beberapa hari ini tengah tertidur disamping nya dengan posisi duduk dan kepalanya dia sandarkan diranjang tepat didekat tangan ardi yang terasang infusan


"mamah..."lirih ardi membelai lembut rambut putri


merasa ada yang mengusap kepalanya putri pun terbangun dan melihat ardi tengah tersenyum manatap nya


"kamu sudah bangun sayang?apa ada yang sakit"tanya putri bangkit dari tidurnya dan menghampiri ardi agar bisa lebih dekat lagi dengan nya


"mamah..."ucap ardi lagi dengan suara yang lemah


"iya nanti mamah erika juga datang sayang,kamu cepat sembu ya biar bisa kumpul sama mamah dan papah dirumah"ucap putri sembari membelai lembut kepala ardi


"bukan,tapi mamah putri,kangen mah"jawab ardi sebari merentangkan tangan nya,meminta putri untuk memeluk tubuh lemah nya


tak menunggu lama putri pun berhambur memeluk tubuh mungil ardi yang masih lemas akibat demamnya yang tak kunjung turun


"iya tante juga kangen sayang"ucap putri saat memeluk tubuh mungil ardi dan membelai rambutnya dengaan sayang


"bukan tante mah,tapi mamah,aku mau memanggilmu mamah,boleh kan pah?"tanya ardi sembari menoleh pada reza yang entah sejak kapan berada dibelakang putri


"kalau mamah putri tidak keberatan tentu saja boleh sayang,tapi tanya dulu sama mamah putri,boleh ngga kalau ardi panggilnya mamah buka tante"jawab reza dengan wajah berbinar

__ADS_1


putri menoleh pada reza dengan wajah bingung nya,entah harus bahagia atau sedih pasalnya ada dua perasaan yang harus Putri jaga mereka adalah Adnan dan juga Erika


namun yang pasti mungkin untuk saat ini menuruti apa yang ardi mau adalah yang terbaik untuk membantu ardi agar segera pulih dari sakitnya


"ok,akan mamah ijibkan,asal ardi mau makan dan minum obat dengan teratus biar lekas sembuh ya?"


"iya siap mah tapi mamah jangan pergi jauh lagi ya"


"iya sayang,mamah nggak akan jauh jauhb dari kamu ayo sekarang makan terua minum obat biar cepatv sembuh dan cepat pulang"putri mengambil piring yang terletak di atas nakas dekat ranjang ardi dam mulai menyuapi sang anak dengan telaten


"pulanglah dulu,kamu butuyh istirahat pun biar aku yang jaga ardi"ucap reza saat mendapati sang anak kembali terlelap setelah meminum obatnya


"nggak apa apa mas,aku disini saja nanti akan ada indra yang kesini buat bawa baju ganti aku,lagi pula besok aku harus kembali kekantor aku mau menghabiskan waktu cuti ini dengan ardi mas,bolehkan?"


"boleh sayang,terima kasih ya"putri membelalakan matanya saat bibir reza mendarat dengan sempurna dikening nya


putri bahkan memejamkan matanya,meresapi dan menikmati sentuhan bibir reza dikening mulusnya


putri pun mulai merasa nyaman dengan kedekatan nya dengan reza,tidak ada lagi rasa sungkan dan juga canggung diantara mereka.


.


.

__ADS_1


"mas mau berangkat kerja ya?"tanya almira pada adnan yang kini telah rapih dengan pakaian kantornya


"iya,kebetulan hari ini ada meeting penting kamu mau kemana?kok sudah rapih juga?"adnan berbalik bertanya pada almira yang sudah terlihat rapih juga


"iya sekalian aku mau minta ijin buat keluar rumah,bolehkan?"


"duh jadi berasa punya istri,sholehah nya istri orang mau keluar rumah saja minta ijin,boleh tapi mau kemana?"ungkapan adnan membuat almira salah tingkah dan memunculkan rona merah diwajahnya


"mmm....aku mau cari kerja mas,kebetulan aku punya teman kuliah yang mungkin bisa bantu aku"jawab almira sambil menunduk menyembunyikan wajah merahnya


"ohhh...kerja sama aku aja,gimana?"


"tapi mas,aku nggak mau repotin kamu terus"


"nggak kok dari pada kamu keluyuran nggak jelas mending sama aku"


adnan menarik tangan almira karena tak ada jawaban darinya namun baru 2 langkah almira menarik tangan nya kembali agar terlepas dari tangan adnan


"kenapa?kamu nggak mau kerja sama saya?"tanya adnan heran saat tangan nya sudah terlepas dari tangan almira.


.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


Dear reader kesayangan yang setia dengan karya yang aku ciptakan ini,author ingin menyampaikan beribu ribu maaf akan pergantian nama yang author selipkan untuk menemani Adnan Wijaya sebagai pengganti putri...semoga kesalahan fatal ini bisa termaafkan ya,dan author usahakan kesalahan ini tidak akan terulang lagi dan semoga kedepan nya author bisa menyuguhkan karya yangv jauh lebih baik lagi,,,sekali lagi mohon maafkan author yang asih amatiran ini.πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2