Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Menghindar


__ADS_3

Fokus dengan pekerjaan nya tak terasa waktu nya pulang pun tiba,putri sedang merapihkan barang barang nya kedalam tas saat reza keluar ruangan nya dengan memakai pakaian yang tadi putri berikan.


"pulang sekarang put?"tanya reza saat mendekat ke meja kerja putri


"iya pak"jawab putri singkat tanpa melihat ke arah reza dan fokus dengan apa yang dilakukan nya.


"mau saya antar?"


"tidak usah pak,kebetulan tunangan saya sudah berada dibawah menunggu saya"jawab putri menekankan kata tunangan agar reza tidak salah paham dengan perhatian yang dia lakukan.


"saya permisi dulu pak,mari"pamit putri pada reza yang berdiri didepan meja kerjanya


putri mempercepat langkahnya bahkan sedikit berlari ke arah lift bdan segera masuk begitu pintu lift terbuka.


putri menghela nafas lega saat dia sudah berada didalam lift,entah mengapa dia merasa tidak punya muka untuk bertemu dengan reza lagi setelaha pa yang dia lakukan tadi pagi.


Dan benar saja saat putri keluar dari gedung itu sudah tampak pria berpenampilan rapih ala kantoran tengah berdiri didekatb mobilnya dan tersenyum manis pada putri yang berjalaan kearah nya.


"kok tidak menghubungi dulu?bagaimana kalau akub sudah pulang"tanya putri pada sang kekasih


"bukan kejutan dong namanya kalau menghubungi dulu"jawab adnan

__ADS_1


adnan merentangkan tangan nya memberi kode agarv putri masuk kedalam pelukan nya.


"kamu ngapain?"tanya putri


"nggak peka banget sih,calon imam mu ini sedang rindu jadi ayo sini,peluk"ucap adnan manja dan memasang wajah memelas


putri tersenyum geli melihat tingkah adnan yang seperti anak kecil yang minta permen,putri pun maju kedepan adnan dan masuk kedalam pelukan kekasih hati nya itu.


"pulang sekarang apa mau makan diluar dulu?"tanya adnan masih dengan posisi memeluk putri dan memberi kecupan dipucuk kepala putri


"makan dulu deh,sudah lama juga nggak makan diluar dan di traktir oleh seorang adnan wijaya si pewaris tunggal perusahaan wijaya grup"


"jadi sudah mulai belajar matre ning,mentang mentang pacarnya pewaris tunggal?"tanya adnan menggoda kekasihnya


"kan mumpung dikasih rezeki sama allah nya pasangan yang kumplit gini kenapa tidak sedikit dimanfaatkan,kamu keberatan?"tanya putri mendongakan kepala nya karena adnan tak kunjung melepas pelukan mereka.


"baiklah,lakukan apapun yang kamu inginkan dan aku akan menjadi jin yang akan mengabulkan semua keinginan sang tuan putri"


mereka pun tertawa bersama,putri menelusupkan wajahnya didada bidang adnan dan kemesraan mereka berdua tak luput dari pandangan reza yang berdiri tak jauh dari mereka


reza pun berbalik arah dan melangkah menjauh dan masuk kedalam mobil yang telah dibawakan oleh salah satu pegawainya.

__ADS_1


reza melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pergi menuju rumah sakit tempat anaknya dirawat


"kanapa baru datang mas?"tanya erika saat melihat reza masuk


"mas banyak pekerjaan ka,kemarin mas tidak kesana jadi pekerjaan nya jadi dobeul"jawab reza sebari memebaringkan tubuhnya disofa rumah sakit


"pulanglah dulu nak,istirahat dulu dirumah,disini biar mamah dan erika yang berjaga,kamu juga butuh istirahat nak"saran bu seli pada reza saat melihat wajah lelah reza


"tapi mah..."


"pulanglah,istirahat disana setelah merasa baikan atau merasa badan kamu fit kamu bisa kembali kesini"


"baiklah mah,aku titipb ardi ya mh"


"iya kamu tenang aja,mamah akan selalu ada disini menjaganya"


setelah berpamitan reza pun keluar kembali dari ruangan itu dan melajukan mobilnya ke arah apartemen nya


disaat lelah atau merasa kalut reza selalau memilih tinggal disana dan menenangkan diri disana.


reza brjalan gontai menelusuri lorong apartemen yang menuju ke unit yang dia tempati,sesampainya disana reza merebahkan tubuh lelahnya disofa dan langsung tertidur disana.

__ADS_1


__ADS_2