Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Adnan dan Reza


__ADS_3

Sepeninggalan adnan putri maupun reza terlihat canggung,entah harus mulai dari mana atau siapa yang harus terlebih dahulu memulai buka suara


setelah 30 menit hanya saling diam dan menikmati makan malam dengan kesunyian akhirnya putrilah yang angkat suara terlebih dahulu


"ada apa sebenarnya mas??kenapa mas bisa lakukan ini dengan mas adnan??"tanya putri saat mereka telah menyeselaikan makan malam nya


"eehhmm,maaf put kalau ini buat kamu tidak nyaman"jawab reza merasa tidak nyaman dengan sikap putri yang seolah tidak menginginkan hal itu


"huufftt...bisa ceritakan padaku,tentang semua ini??"


"mmm,bisa tapi aku mohon setelah kamu mendengar penjelasan ini aku harap kamu mau memberi kesempatan buat aku dan juga memaafkan apa yang adnan lakukan sekarang,aku akan ceritakan semua nya"


"aku tidak janji mas,tapi lebih baik mas ceritakan dulu semua nya biar aku tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini"


"baiklah...kemrin saat pulang dari mengantar kamu pulang malam nya adnan hubungi aku,dia meminta bertemu walaupun hari sudah lumayan larut mas tidak brpikir dua kali saat dia ingin membahas tentang kamu"


"membahas tentang aku??"


"iya put,tentang kamu"


.


.


🌸 Flahs back...


Sepulang mengantarkan putri reza segera memasuki kamarnya dan bersiap membersihkan diri saat ponsel miliknya berbunyi


dilayar tertera nomor tidak dikenal yang melakukan panggilan pada ponselnya,merasa tidak kenal dengan nomoer tersebut reza mengabaikan panggilan itu hingga panggilan itu mati dengan sendirinya


namun saat akan melangkahkan kaki nya memasuki kamar mandi reza kembali terhenti saat ada notif pesan dari nomor yang tadi menelpon nya


dengan malas reza pun mengambil ponsel yang tadi dia simpan diatas nakas dan membaca nya


💌 08xxxxx

__ADS_1


[asslamualaikum,maaf mas saya mengganggu waktunya,ini saya adnan mas apa bisa saya bicara 4c mata dengan mas??]


💌 reza


[ada apa ya??ada yang bisa saya bantu??]


💌 08xxxxx


[bisa kita bertemu sekarang ini tentang putri]


💌 reza


[baik saya kesana sekarang,dimana anda sekarang?]


💌 08xxxxx


[temui saya dicafe XX]


💌 reza


[baik saya kesana]


"loh kamu mau kemana lagi nak,kamu baru pulangb loh kok mau pergi lagi??"tanya bu seli saat melihat reza akan membuka pintu masih dengan stelan rapihnya


"ada yang harus reza selesaikan bu,tadi sepertinya terlewat reza titip ardi ya bu sepertinya reza akan pulang larut malam"


"baiklah,hati hati dijalan jangan ngebut ya,ingat ada anak dirumah yang menunggu kepulanganmu"


"iya siap bu,aku pergi ya bu asslamualaikum..."


"wa'alaikumsalam..."


reza pun melajukan mobilnya menuju tempat dimana dia dan juga adnan berjanji akan bertemu dan setelah menempuh perjalanan selama 30 menit reza pun sampai ditempat tujuan nya


reza mempercepat langkahnya setelah turun dari mobil,entahlah reza selalu merasa cemas jika itu tentang putri

__ADS_1


"maaf apa saya terlambat?"tanya reza saat sampai dimeja dimana adnan tengah duduk menunggu nya


"tidak saya juga baru sampai beberapa menit yang lalu,ayo silahkan duduk mas"


"ada apa dengan putri mas,apa terjadi sesuatu dengan nya?"tanya reza lagi dengan wajah yang terlihat cemas dan juga khawatir


"tidak,tidak terjadi apa apa dengan nya dia baik baik saja"


"lalu apa yang ingin mas bicarakan dengan saya tentang putri?"


"sabar mas ini bukan hal buruk jadi lebih baik kita pesan makan atau minuman terlebih dahulu"


"baiklah,maaf saya terlalu khawatir terjadi sesuatu pada putri"


"tenang saja dia baik baik saja kok"


rerza dan adnan pun memilih memesan kopi untuk teman mereka mengobrol dan beberapa makanan ringan untuk teman minum kopi.


"apa yang ingin mas bahas tentang putri"tanya reza saat pesenan mereka telah siap dimeja


"saya akan melamar putri"


"uhuk uhuk uhuk..."


"pelan pelan mas minum nya"ucap adnan saat reza tersedaknoleh kopi yang dia minum


"apa kata mas barusan?maaf saya kurang fokus"


"saya akan melamar putri mas"ulang adnan


"oh ya kapan?selamat ya semoga acara lamaran nya lancar"ucap reza tersenyum getir walaupun sakit mendengar putri akan menjadi milik orang lain namun reza tidak bisa egois sekarang putri;lah yang terpenting


selama sang pujaan hati bahagia reza pun akan ikut bahagia walaupun itu bukan dengannya


"apa mas tidak keberatan?"tanya adnan memancing reza mengeluiarkan semua isi hatinya

__ADS_1


"kenapa saya harus keberatan kalau putrinya saja setuju dan menerima lamaran kamu"


"mas yakin merelakan dia hidup dengan saya selamanya?"


__ADS_2