
3 Bulan kemudian....
hoek hoek hoek...
Reza mengerjapkan matanya saat sayup sayup terdengar orang muntah muntah didalam kamar mandi kamar nya
reza meraba sisi kasur tempat yang selalu putri tempati dan ternyata sudah kosong,perlahan reza pun bangkit dan mengedarkan pandangan nya pada isi kamar namun tidak mendapatkan sang istri disana
dan kembali reza mendengar seseorang seperti sedang muntah muntah,reza turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi
reza begitu terkejut saat mendapati sang istri yang telah terkulai lemah duduk dihadapan closet duduk dengan wajah yang pucat dan keringat memenuhi wajah nya
"kamu kenapa sayang?sakit?"tanya reza yang ikut berjongkok dan mengusap keringat di atas wajah putri
"aku nggak tahu mas tiba tiba aku mual dan muntah,kepala aku juga pusing dan badan rasanya lemas banget"lirih putri menjawab pertanyaan dari reza
tanpa bertanya reza pun langsung menggendong putri membawanya keluar kamar mandi dan kembali membaringkan tubuh lemas putri di atas ranjang dan menyelimuti nya
"tunggu sebentar ya,mas buatkan susu hangat dulu biar perutnya sedikit enakan"ucap reza sembari membelai lembut rambut putri yang setengah basah oleh keringat
putri hanya menganggukan kepala nya tanda setuju karena sudah terlalu lelah untuknya bahkan sekedar untuk mengeluarkan suara
__ADS_1
reza pun beranjak dari duduknya danb keluar kamar untuk membuatkan istrinya susu hangat agar kondisi nya sedikit leboh baik
"loh kok tumben sudah bangun,padahal ini masih terlalu pagi untuk kamu bangun"tanya mamah seli saat melihat anaknya berjalan menuju dapur
"putri sakit mah,ini aku mau buatin susu hangat buat dia biar perutnya ke isi dan mualnya hilang"jawab reza sembari mengambil gelas dan juga susu untuk diseduh
"putri sakit?sakit apa?"tanya mamah seli penasaran dan juga khawatir
"mungkin masuk angin mah tadi dia muntah muntah"jawab reza santai
"putri muntah muntah?"
"iya mah,tadi waktu aku bangun dia sudah terduduk lemas dikamar mandi karena memuntahkan semua isi perutnya"jelas reza lagi
"kok alhamdulillah sih mah?menantu mamah sakit,kok alhamdulillah??"tanya reza sedikit meninggikan nada bicaranya karena mamahnya seolah mendoakan sang istri sakit
"ya alhamdulillah dong sayang,kalau putri sakitnya muntah muntah,badan lemes,pusing tidak selera makan itu tandanya ardi akan punya adek"
reza terdiam sesaat,dia mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh mamah seli barusan
"kok malah bengong?itu tandanya istri kamu sedang hamil rezaaaa,gitu aja nggak ngerti"gerutu mamah seli setelah menjelaskan apa yang terjadi pada putri
__ADS_1
seketika mata reza membola mendengar penjelasan dari mamahnya itu
"i_itu berarti putri hamil mah?"tanya reza tak percaya kalau dipernikahan nya yang baru 3 bulan dia akan mendapatkan anak dari wanita yang begitu dia cintai
"mamah belum yakin sih tapi dari tanda tanda nya sih kayanya gitu,coba deh kamu bawa periksa ke dokter kandungan siapa tahu beneran hamil kan bahaya kalau sampai putri melakukan aktifitas yang berlebih"
"i_iya mah nanti aku buat janji dengan dokter Karin"ujar reza sembari meninggalkan sang mamah untuk menemui sang istri dan memberikan susu hangat yang telah dia buat.
*
"sayang ini minum dulu susu nya mumpung masih hangat"ucap reza saat telah berada dalam kamar dan duduk disisi ranjang tepat disamping putri yang terbaring lemah
"iya mas,tolong bantu aku bangun badan aku lemes banget mas"lirih putri yang entah kenapa merasa sangat ingin diperhatikan dan dimanja oleh sang suami
"nanti siang kita kedokter ya"ucap reza disela putri meminum susunya
"tapi aku tidak apa apa mas,setelah tidur juga pasti baiik baik saja"
"tidak put,kata mamah ada kemungkinan kalau kamu sedang hamil lagi pula aku sudah buat janji dengan dokter Karin jadi nanti jam sepuluh kita ke rumah sakit tempatnya bekerja ya"
"a_aku ha_hamil mas?"tanya putri kaget dan bahkan hampir tersedak oleh susu yang sedang dia minum.
__ADS_1
*
🌸🌸🌸🌸🌸