Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Melakukan tes ulang


__ADS_3

Dengan bantuan dari PMI akhirnya ardi pun mendapatkan darah yang dia butuhkan dan kini kondisi tubuh nya berangsur membaik.


reza masih termenung menatap sang anak yang masih terbaring lemah dia atas ranjang rumah sakit.


bu seli baru saja keluar untuk membelikan reza dan juga dirinya sendiri makanan karna mereka berdua telah melewatkan makan siang mereka,


reza berjalan gontai mendekati sang anak,tangan nya terulur membelai wajah mungil itu,tak reza pungkiri kalau wajah ardi sama sekali tidak ada ke miripan dengan dirinya.


reza mengusap lembut rambut sang anak dan sedikit mengambil rambut ardi,reza menatap intens rambut ardi yang ada ditangan nya


dengan rasa yang bergemuruh didalam dadanya reza melangkahkan kakinya keluar dari kamar sang anak dan berjalan menuju keruangan dokter yang baru saja memeriksakan kondisi ardi.


tok tok tok...


terdengar suara ketukan pintu diruangan dokter yang bernama dokter firman itu,sang dokter yang tengah fokus pada dokuman yang sedang dia baca mendongakkan kepalanya


"masuk..."seru dokter firman kepada si pengetuk pintu.


"oh pak reza,apa ada sesuatu yang terjadi pada nak ardi?atau ada hal lain yang bisa saya bantu?"tanya dokter firman saat melihat reza masuk keruangan nya.

__ADS_1


"ini dok,tolong lakukan tes DNA untuk saya dan ardi"ucap reza tanpa basa basi dan menyodorkan sedikit rambut ardi yang baru saja reza ambil dari kepala sang anak.


dokter firman yang mengetahui alasan reza melakukan itu pun hanya bisa mengangguka kepala pertanda mengerti akan maksud reza.


"saya akan memberikan hasilnya setelah 2 minggu kedepan"ucap dokter firman setelah mengantongi rambut ardi dan juga rambut reza sendiri.


"tolong rahasiakan hal ini dari siapa pun dok,termasuk mamah saya"


"baik,saya akan menjaga rahasia ini sampai hasil tesnya keluar"


"baiklah,terimakasih dok saya permisi dulu"reza pun kembali kekamar ardi dan berlaku seolah tidak terjadi apa apa.


"kamu dari mana nak?"tanya bu seli saat reza masuk kekamar rawat ardi dan mendapati sang mamah telah berada disana.


"belum nak,ini baru aja hp mamah matikan setelah mengubungi nya namun tetap sama,tidak bisa dihubungi,


mamah heran sebenarnya apa yang dilakukan istrimu itu,sudah sebulan ini dia kaya gini za,bahkan urusan ardi pun sudah tak dia hiraukan lagi


semua bi imah yang handel,apa kamu melakukan sesuatu padanya?"

__ADS_1


"nggak mah,kami masih seperti biasa kami tidak punya topik untuk dijadikan bahan pertengkaran mah,jadi bagaimana mungkin kami bermasalah?"


"justru itu masalahnya za,kenapa kamu belum bisa menerimanya sepenuh hati,hhmm?"


"terlalu sulit mah,aku bukan nya tidak belajar namun hati dan raga aku merasa lelah untuk terus mencobanya mah"lirih reza


"ya sudah,sekarang lebih baik kamu makan dan istirahat ardi biar mamah yang jaga,nanti malam papahmu pulang jadi mamah tidak bisa menemanimu disini"


"iya tidak apa apa mah,biar aku saja yang jaga ardi"reza pun berjalan menuju sofa untuk menyantap makanan yang dibeli oleh bu seli saat keluar tadi.


* * * * *


Sementara erika sendiri baru kembali kerumah saat hari menjelang malam dan tak mendapati sang anak dimana pun,erika pun bergegas pergi ke arah dapur untuk menemui bi imahb yang selalu menjaga ardi.


"tanya erika saat menemui bi imah yang tengah melakukan pekerjaan didapur.


"non rika kenapa baru pulang?den aardi dibawa kerumah sakit karna demam tinggi non"jawab bi imah


"ardi demam tinggi?terus sekarang dibawa ke rumah sakit mana bi?"tanya erika cemas

__ADS_1


"rumah sakit merdika non"


"ya sudah saya kesana sekarang,aku pamit ya bi"erika pun bergegas kerumah sakit setelah mendengar kabar dari bi imah kalau ardoi tengah demam tinggi.


__ADS_2