Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Pendapat ibu


__ADS_3

"lalu apa rencana kamu sekarang nak?tanya bu maya setelah almira berhenti menangis dan sedikit tenang


"mas adnan sedang mambantu saya mengumpulkan bukti untuk saya bawa kepengadilan tante,setelah berkas masuk dan diterima saya akan pulang dan tinggal kembali dengan orang tua disana"jelas almira pada bu maya


"apa orang tua kamu sudah mengetahui masalah rumah tangga kalian?"


"sudah tante dan ayah sangat marah mendengar semua cerita tentang pernikahan saya dan beliau meminta saya kembali pulang namun saya pikir saya harus menyelesaikan masalah saya terlebih dahulu agar saya bisa memulai hidup baru disana"


mendengar penjelesan dari almira membuat wajah adnan berubah muram dan itu disadari betul bu maya yang tahu betul dengan sikap dan tingkah laku sang anak


"apa kamu tidak ada rencana untuk tinggal disini nak?"tanya bu maya namun pandangan nya mengarah pada adnan yang masih menjadi pendengar setia disana


"setelah semua nya selesai saya akan kembali kerumah orang tua saya dan menetap bersama mereka tante,lagi pula tidak ada alasan untuk saya menetap disini tante"jelas almira yang sedikit memberi secercah harapan bagi seseorang yang tak dia sadari begitu tak rela ditinggalkan.


"jadi kalau ada alasan yang jelas kamu bersedia menetap disini?"tanya bu maya kembali karena penasaran dengan respon sang anak saat mendapatkan jawaban dari almira


"mmm,tentu saja tapi untuk saat ini saya belum mendapatkan alasan nyua tante"

__ADS_1


sebuah senyukan tipis terbit dibibir seseorang yang sedikit memiliki harapan untuk bisa tetap menahan almira agar tetap tinggal.


"mah sudah mah,kasihan almira sebaiknya kita pulang biarkan dia istirahat lagi pula kami perlu kekantor,jadi sebaiknya kita pulang"sela adnan ditengah sesi tanya jawab yang dilakukan almira dan juga bu maya


"baiklah,sekarang istirahat lah kembali ,maaf kalau tante sudah buat kamu mengingat masa masa sulit dan masa masa sakit kamu nak,semoga allah memberi kemudahan dan kelancaran agar bisa segera terbebas dari pria bajingan itu"


"iya tante terima kasih atas doa nya dan maaf sudah merepotkan tante dan juga mas adnan"


"tidak sayang kenapa juga harus mersa repot,lagi pula kita memang harus saling membantukan?ya sudah tante pulng dulu ya nanti malam kalau bisa ikut adnan pulang kerumah utama kita makan malam bersama kebtulan kakanya adnan hari ini pulang bersama suami nya dari NY"


"nanti aku jemput ya,kita kekantor bareng sudah jangan nangis lagi nanti cantiknya hilang loh,pamit dulu ya assalmualaikum"


"iya mas wa'alaikumsalam"adnan dan juga bu maya pun meninggalkan almira yang masih tersipu malu karena ulah adnan sebelum dia pergi meninggalkan rumah itu


dengan langkah cepat almira memasuki kamar dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap untuk berangkat kekantor tempat nya bekerja sekarang.


.

__ADS_1


.


"bu bisa bicara sebentar?"tanya putri pada bu rani yang kini tengah sibuk menyiapkan makan malam


"mu bicara apa?kalau agak penting nanti saja setelah makan malam ya nak,biar santai dan juga enak ngobrolnya"


"iya bu,ya sudah kalau gitu putri bantu ya siapin makan malam nya,oh iya indra sudh pulang bu?"


"sudah baru saja sampai tadi mungkin sekarang dia lagi bersih bersih,anak itu akhir akhir ini sibuk terus ibu sampai kasihan tapi mau bagaimana lagi itu pilihan nya"keluh bu rani pada anak sulung nya tentang anak bungsunya


"yang penting ibu doain yang terbaik aja buat indra,lagi pula bagus atuh bu disaat anak anak lain sibuk main sampai bisa bisa masuk kedalam pergaulan bebas yang tek terrah mending kaya adek bu,di usianya yang masih muda tapi sudah semangat kerja"


usia shalat isya putri,bu rani dan juga indra berkumpul diruang makan untuk melakukan makan malam bersama


makan malam dilalu dengan berbagai obrolan ringan namun dapat menghangatkan suasana keluarga kecil itu


"apa yang ingin kamu bicarakan dengan ibu nak?"

__ADS_1


__ADS_2