
Hening dan sepi itulah kondisi ponsel adnan saat ini,sudah lebih dari setengah jam adnan mengirimkan pesan pada almira namun jangankan dibalas dibaca pun tidak padahal pesan sudah berstatus centang 2.
karena merasa kesal dengan almira yang tak kunjung membalas pesan darinya akhirnya adnan pun membaringkan tubunya dana encoba terpejam namun sayang
mata yang tadinya sudah terasa beratun enggan terpejam kala pikiran sang pemilik mata berkelana pada seseorang yang kini telah bermain main di alam mimpi nya.
adnan pun bangkit kembali dari posisi telentang nya menjadi duduk bersandar disandaran ranjang nya
kerena terus kepikiran akhirnya adnan pun menghubungi bi ida untuk menanyakan apa yang almira lakukan sehingga tidak segera membalas pesan dari nya.
"halo asslamualaikum bi,maaf ganggu malam malam apa bisa lihatin almira sedang apa ya bi?"titah adnan pada bi ida saat sambungan telpon nya tersambung
"wa'alaikumsalam den,tadi sih bilang nya langsung istirahat den malah menolak makan malam karena terlalu lelah katanya"jawb bi ida dari sebrang sana
"oh gitu ya bi,apa tidak lihat dia turun lagi bi"
"sepertinya tidak den,mungkin langsung tidur den"
"oh ya sudah kalau begitu maaf ya bi mengganggu,sekarang bibi lanjut saja istirahat nya terimakasih yab info nya"
__ADS_1
"iya den siap,sama sama"
sambungan pun terputus dan adnan merasa lega saat mendapat kabar almira ada dirumah nya dan tengah beristirahat
"dasar anak muda,kenapa tidak datng saja kesini kalau kangen"gumam bi ida saat panggilan nya telah terputus
sementara almira sendiri baru terbangun saat adzan subuh berkumandang,almira mengerjapkan matanya saat panggilan untyuk menunaikan kewajiban nya telah menyeruk dipermukaan bumi
almira pun segera bangkit dan berlalu kemar mandi untuk berwudhu dan segera melaksanakan 2 rakaatnya
setelah selesi sholat dan serangkaian doa yang ia panjatkan almira pun bangkit tanpa melaps mukena yang dia kenakan langsung meraih ponsel yang sejak semalam menghuni nakas dipinggir ranjang nya
saat baru saja akan membuka pesan yang adnan kitrim dari semalam akmira dikejutkan dengan pintu kamar nya yang terbuka lebar dan memunculkan wanita paruh baya sengan stelan trening dan juga handuk kecil dipundaknya
"siapa kamu??kenapa kamu ada disini??"tanya bu maya[mamah adnan] pada almira yang masih setia memakai mukena sehabis sholet subuh tadi.
"ma_maaf sa_saya...."almira bingung mendapat pertanyaan dari mamah adnan yang menatap tajam pada nya
"ikut saya,kita bicara diluar"ajak bu maya pada almira
__ADS_1
"iya bu..."almira pun mengikuti langkah bu maya menuju ruang keluarga
"duduk disana dan tunggu saya kita akan bicara setelah saya kembali"bu maya melangkahkan kakinya menuju dapur dan menghubungi sang anak yang sepertinya msih setia dialam mimpi
"halo,asslamualaikum mah,ada apa?kenapa pke telpon segala bukan nya aku dirumah mamah?"tanya adnan heran saat enerima panggilan telpon dari sang mamah
"kerumah kamu sekarang,kita perlu bicara"tegas sang mamah dan seketika adnan terlonjak dari tidur nya begitu sang mamah bilang kalau sang mamah kini ada dirumah nya
dan adnan pun bergegas berlari menuju rumahnya tanpa mengganti baju nya terlebih dahulu,pikiran adnan benar benar kalut dia begitu takut akan terjadi sesuatu pada almira
sang mamah memang orang yang baik namun tetap saja apa yang adnan lakukan tentu saja akan membuat sang mamah salah paham
dengan nafas yang ngos ngosan adnan memasuki rumah nya dan mencari keberadaan almira dan juga sang mamah
namun adnan dikejutkan dengan serangan sang mamah saat memasuki ruangan keluarga
"dasar anak kurang ajar,belajar dari mana jadi laki laki bajingan hah?"amuk sanbg mamah pada adnan dan menjewer kuat telinga sang anak sampai adnan memekik kesakitan
"ampun mah ampun,mamah tenang dulu nanti aku jelasin,ini tidak seperti yang mamah kira kami tidak pernah melakukan apapun mah"
__ADS_1
"jangan bohong kamu,kamu mau dilaporkan polisi karena mambawa anak gadis orang hah,bagaimana kalau putri tahu kalau kamu menyimpan wanita lain dirumah pribadi mu hah"
"sumpah demi allah mamah,jangan kan macam macam sentuh tangan nya aja adnan tidak pernah mah"tak henti henti nya adnan membela diri dan mencoba melepaskan tangan sang mamah dari telinga nya