Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Cemburu


__ADS_3

"ini ruangan kamu put dan itu ruangan saya,pekerjaan yang akan kamu lakukan masih ada dimeja saya,ayo kita masuk dan kamu bisa mengambil alih pekerjaan yang memang bagian kamu"ucap reza berjalan terlebih dahulu memasuki ruangan nya.


"ini pekerjaan bagian kamu put,kalau ada yang kurang kamu mengerti dan kurang kamu pahami kamu boleh masuk keruangan saya untuk minta penjelasan nya"


"iya baik pak,saya akan coba mengerjakan nya,nanti saya akan kembali bertanya kalau ada hal yang tidak saya mengerti"


"baiklah,kamu boleh mulai bekerja sekarang"


"baik pak,kalau begitu saya permisi"putri pun pamit dari ruangan reza,putri bernafas dengan lega saat dia sudah berada diluar ruangan reza


jujur satu ruangan dengan reza membuat dada nya sedikit sesak dan putri harus sekuat tenaga menahan gejolak dihati saat menatap orang yang selama 3tahun ini dia rindukan.


waktu berjalan dengan cepat,karna kesibukan nya dengan pekerjaan putri tak menyadari kalau jam kantor telah berakhir dan semua keryawan kantor berhamburan untuk kembali kekediaman masing masing.


"kamu belum pulang put?"tanya reza yang keluar dari ruangan nya masih melihat putri masih setia dimeja kerjanya


"iya pak maaf,memang nya sudah waktunya pulang ya?"tanya putri bingung

__ADS_1


"kamu suka sekali dengan pekerjaan nya ya,sampai tidak sadar kalau jam kantor sudah selesai"


"eh,maaf pak saya tidak lihat jam jadi tidak tau kalau sudah waktunya pulang"


"ya sudah kerjaan nya lanjut besok saja,sekarang kamu pulang lah"


"baiklah pak,terima kasih sudah mengingatkan saya"


"tidak masalah,mau saya antar?"


Deg...


tiba tiba jantung reza seakan berhenti saat putri mengucapkan kalau ada seseorang yang akan menjemput nya,namun kembali lagi pada kenyataan bahwa putri layak bahagia walaupun itu bukan bersama nya


sakit,ini jauh lebih sakit dari bayangan nya 'apa dulu juga kamu merasa sesakit ini pun?maaf,maafkan aku putri maaf karna telah melukaimu dan dengan tak tau malunya aku mencoba bahagia dengan nya dan anak kami'batin reza


"kalau begitu saya pamit duluan ya pak"ucapan putri menyadarkan reza dari lamunan nya.

__ADS_1


"oh...i_iya put,silahkan"


putri pun berlalu dari meja kerja sekaligua dari hadapan reza yang masih mematung disana menatap punggung putri yang kini menghilang masuk kedalam lift.


reza pun mengikuti langkah putri meninggalkan tempatnya mencari nafkah,sudah satu tahun reza ikut dengan ega dan melepaskan diri dari perusahaan sang ayah


reza berujar ingin mencoba berbagai pengalaman bisnis sebelum akhirnya mau tidak mau dia harus kembali keperusahaan sang ayah untuk menggantikan nya.


reza berjalan gontai menyusuri lobi perusahaan milik sahabatnya itu,dan saat dipintu keluar netranya tak sengaja menangkap ssosok wanita yang sangat dia kenal berdiri berhadapan dengan seorang pria yang cukup dia kenali juga


mereka adalah putri dan juga adnan si teman kampus putri yang kini telah menjadi kekasihnya,setelah sekian lama adnan menunggu akhirnya tepat setahun yang lalu putri pun menerima adnan sebagai kekasihnya.


kebaikan dan kesetiaan adnan membuat putri luluh dan pada akhirnya memutuskan memulai hidup baru dan berharap bisa melupakan reza


reza mengepalkan tangan nya saat melihat adnan menggandenga mesra tangan putri dan putri pun tak menolak malah tersenyum manis pada adnan.


putri dan adnan pun meninggalkan kantor tempat putri bekerja tanpa menyadari kalau reza memperhatikan tiap gerak gerik mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2