Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Menjadi asisten


__ADS_3

"bu_bukan,saya mau kok tapi maaf tangan nya mas kita bukan mahram jadi nggak boleh sentuhan"lirih almira menunduk


"astaghfirullahaladzim,maaf ra aku khilap"jawab adnan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"ya sudah ayo kita jalan,aku sudah ditunggu dikantor"


"iya mas"


adnan dan almira pun memasuki mobil yang akan membawa mereka kekantor yang sama,almira akan mulai bekerja dikantor adnan agar dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa harus membebani suami yang tidak pernah mengharapkan nya


adnan berjalan beriringan dengan almira saat memasuki gedung kantor milik keluarga wijaya,


begitu banyak pasang mata menatap heran pada sang bos besar mereka,pasalnya ini baru pertama kalinya adnan berjalan berdampingan dengan seorang wanita


"kamu tunggu dulu disini ya,aku meeting dulu sebentar nanti aku akan tunjukan kamu bekerja dimana"ucap adnan pada almira yang kini tengah duduk disofa ruang kerjanya


"iya mas,maaf ya jadi banyak repotin kamu"jawab almira merasa sungkan namun tak dapat tasya pungkiri saat ini dia membutuhkan bantuan yang adnan berikan


"iya nggak apa apa,aku tinggal dulu ya"


"hhmmm,semangat ya mas,semoga sukses"


"iya sayang terima kasih dukungan nya"


"HAH....??"

__ADS_1


"astaghfirullahaladzim,maaf ra keceplosan ya sudah aku tinggal sebentar ya"


almira hanya melongo memandangi punggung adnan yang perlahan menghilang dibalik pintu ruangan nya,berualang kali memori di otak nya memutar ulang ucapan terima kasih adnan yang diiringi dengan kata sayang


entah kenapa hal itu membuat degup jantung almira menjadi takaruan,dan sebuah senyum manis terbit diwajah cantiknya


Satu jam telah berlalu dari kepergian adnan dari ruangan nya meninggalkan almira seorang diri disana,merasa jenuh tasya pun berjalan jalan mengelilingi ruangan kerja adnan yang lumayan luas itu


disana terdapat lemari buku yang cukup besar dengan berbagai macam buku tentang bisnis dan beberapa majalah berisi tentang seputaran bisnis juga


merasa bukan fashion nya almira pun urung mengambil buku yang terletak didalam lemari itu dan beralih kemeja kerja adnan


tak ada yang menarik disana,hanya meja kerja yang terisi oleh sebuah komuter canggih keluaran terbaru dan tumpukan berkas berkas dan sebuah foto wanita cantik terpajang disana


"cantik..."ucap almira pada foto putri yang terletak dimeja kerja adnan


"mas sudah kembali?"


"iya sudah dari tadi malah"


"kok nggak ngucapin salam?"


"oh iya maaf lupa,habis terbiasa sendiri dan tidak ada orang lain disini,maaf ya?"


"iya tidak apa apa tapi lain kali ada ataupun tidak ada tetap harus ucapkan salam ya"saran almira dengan nada yang lembut agar apa yang disampaikan nya tidak menyinggung adnan

__ADS_1


"siap,makasih ya sudah mengingatkan"


"oh iya masalah kerjaan kamu,kamu jadib asisten aku ya kebetulan maya asisten aku resign karena menikah,bagaimana?"


"iya tidak masalah,aku usahakan akan bekerja sebaik mungkin,terima kasih ya atas bantuan mas padahal kita bru kenal loh tapi mas sudah baik banget"


"tidak masalah,aku juga terbantukan?akub tidak harus susah susah cari asisten baru,semoga kita bisa bekerja sama dengan baik ya"ucap adnan kembali mengulurkan tangan namun kembali tangan nya hanya mengambang diudara tanpa ada balasan


almira mengatupkan kedua tangan nyua didada seraya tersenyum menyambut uluran tangan adnan,adnan kembali menarik tangan nya seraya mengusap tengkuknya


"maaf,lupa terus"ucap nya menutupi rasa malu dan juga entahlah...hati nya selalu merasa aneh saat berada disisi almira


bahkan adnan tidak pernah bisa mengabaikan wanita berhijab yang notaben nya adalah istri orang,istri yang terzolimi lebih tepatnya karena kerap kali mendapatkan perlakuan kasar dari suami nya


"kamu mulai bekerja besok saja,sekarang lebih baik kamu kembali kerumah supir akan mengantarkan kamu pulang"ucap adnan pada almira yang masih duduk dikursi tepat didepan kursi kebesaran adnan.


"ini untuk apa mas?"tanya almira saat melihat adnan menyodorkan sebuah kartu debit padanya


"ini aku pinjamkan,kamu nggak mungkin kan pakai daster mamah aku saat kekantor?sekarang aja kamu pakai pakaian pesta kemarin,sekarang pergilah beli semua kebutuhan kamu untuk bekerja besok"ucap adnan dan dengan berat hati almira menerimanya karena benar kata adnan saat ini dia membutuhkan kartu itu karena tidak memiliki pakaian untuk bekerja.


.


🌸🌸🌸🌸🌸


Dear reader kesayangan yang setia dengan karya yang aku ciptakan ini,author ingin menyampaikan beribu ribu maaf akan pergantian nama yang author selipkan untuk menemani Adnan Wijaya sebagai pengganti putri...semoga kesalahan fatal ini bisa termaafkan ya,dan author usahakan kesalahan ini tidak akan terulang lagi dan semoga kedepan nya author bisa menyuguhkan karya yangv jauh lebih baik lagi,,,sekali lagi mohon maafkan author yang asih amatiran ini.πŸ˜­πŸ˜­πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2