
"put tolong nanti setelah jam pulang kamu mampir dulu karumah sakit ya,tolong bawain berkas berkas yang ada dimeja aku'
sepertinya untuk beberapa hari kedepan aku akan bekerja diluar kantor,saat ini kondisi ardi tidak memungkinkan untuk ditinggal jadi maaf akan merepotkan kamu"ucap reza saat menghubungi putri lewat telpon perusahaan nya.
"iya baik pak,tidak masalah nanti akan saya antar kan berkas berkas nya dan ini juga ada beberapa dokumen yang baru saja tuan ega sampaikan dan harus bapak tanda tangani"
"baik,sekalian saja bawa semua nya kesini ya"
"iya baik pak,apa bapak sudah makan malam?"
"belum,kenapa memang nya?"
"tidak apa apa,hanya saja.......apa bapak mau pesan makanan sekalian?nanti akan saya bawakan"
"boleh,tolong belikan saya makan malam,apa aja kamu tau betul kan selera dan kesukaan saya apa"ucap reza santai.
Deg....
seketika tubuh putri mematung disaat reza mengingatkan akan hal hal tentang masa lalu yang masih melekat dalam ingatan putri.
"put,kamu masih disana kan,masih mendengarkan saya kan??"tanya reza saat tak ada jawaban dari putri
"eh i_iya pak,akan saya bawakan sesuai dengan pesanan bapak"jawab putri tergagap karna reza kembali mengungkit masa lalu mereka.
putri pun segera menutup telpon dari reza dengan perasaan yang kembali bergetar karna reza kembali mengungkitnya
__ADS_1
dan disaat bersamaan sebuah pesan singkat masuk ke ponsel putri
Ting...
💌 adnan
[pulang kerja aku jemput ya tuan putri]
💌 putri
[tidak perlu nan,pulang kerja aku harus ke rumah sakit dulu untuk mengantarkan berkas dan dokumen yang harus ditanda tangani oleh pak reza,
kamu pulang duluan aja ya,takut aku lama dan kamu bosen nungguin aku kerja]
💌 adnan
💌 putri
[baiklah pak direktur 😁 ]
putri memasukan ponselnya kedalam tas setelah mengakhiri berbalas pesan dengan adnan,lalu membereskan map map yang akan dibawa nya kerumah sakit menemui sang atasan.
putri berjalan menyusuri lorong lorong rumah sakit dengan tangan yang penuh dengan barang bawaan,tangan kanan dia gunakan untuk membawa pekerjaan kantor yang reza minta
sedangkan tangan kiri membawa satu dua kantong kresek yang berisi makanan dan minuman untuk reza makan malam.
__ADS_1
tak berapa lama putri pun akhirnya sampai dikamar tempat ardi dirawat,putri mengetuk pintu yang tertutup rapat itu
hanya 2x mengetuk pintub itu sudah terbuka dan menampilkan wajah tampan reza dengan penampilan yang sedikit berantakan
rambut yang acak acakan dan kemeja yang awalnya rapih kini telah kusut dan sedikit lusuh
"assalamualaikum pak..."sapa putri saat reza munul dibalik pintu
"wa'alaikumsalam...ayo masuk"
"baik pak,permisi saya masuk ya pak"
"iya,ayo masuk jangan sungkan"
"iyua pak...."
"duduk put,maaf tidak bisa menawarkan minum soalnya saya saja kamu bawakan makanan dan minuman nya"ucap reza mencairkan suasana yang terasa kikuk dan penuh dengan kecanggungan
"iya pak tidak apa apa,oh iya ini berkas dan dokumen yang harus anda periksa dan tanda tangani dan ini makanan dan minuman yang anda pesan"ucap putri menyerahkan map dan juga kantung plastik yang dia bawa tadi.
"saya boleh makan dulu nggak?setelah makan baru bekerja"putri terkesiap dengan sikap reza yang tiba tiba meminta ijin nya hanya untuk menyantap makanan nya.
"tentu pak,silahkan lakukan yang menurut anda baik terlebih dahulu pak"jawab putri canggung
putri memalingkan wajahnya saat reza menatapnya cukup dalam dan saat itu netra putri menangkap sesosok anak kecil dengan wajah yang pucat terbaring dikasur pasien.
__ADS_1
"anak bapak sakit apa?"tanya putri membuka suara kembali disaat suasana hening penuh dengan rasa canggung