
"mas mamah besok mau pulang ke singapur"ucap putri pada reza saat mereka bersiap untuk tidur
"kenapa tiba tiba mamah mau pulang?"
"papah sakit dan papah sangat membutuhkan mamah"
"apah sakit?kok mamah nggak bilang kalau papah sakit?"
"memang nya mas punya waktu buat ngobrol dengan kami?"putri berenggut niat nya ingin berbagi cerita malah dibuat bete oelh suami nya yang akhir akhir ini begitu tidak ada waktu untuk sekendar mengobrol santai karena pekerjaan nya.
"maaf sayang,akhir akhir ini mas lagi banyak banget kerjaan jadi maaf kalau mas tidak punya waktu untuk kalian"reza memeluk tubuh istrinya itu dengan erat sembari memberikan ciuman ciuman kecil pada pipi cuby sang istri
"lalu siapa yang akan menemani kamu kalau mamah pergi??kamu akan sangat kerepotan mengurus ardi dalam kedaan hamil kaya gini sayang"
"aku akan coba bicara sama ibu sekalian aku juga mau minta ijin sama mas"
"ijin buat apa,hhmm??''
"boleh nggak kalau ibu tinggal disini menggantikan mamah untuk menemani aku dan juga bantu ngurusin ardi"
__ADS_1
"ibu?memang ibu bersedia tinggal dengan kita??"
"ya kita coba aja bicara dulu dengan ibu,lagi pula ibu kan sekarang tinggal sendiri mas,mungkin ibu akan bersedia secara dirumah juga sepi kan dan kalau disini ibu jadi ada teman sekaligus kegiatan biar nggak jenuh"jelas putri
"ibu tinggal sendiri??memang nya indra kemana,kenapa ibu ditinggal??"
"indra seminggu yang lalu memutuskan pindah ke aparteman yang diberikan oleh ega sebagai bonus kerja mas"
"kok kamu nggak cerita sama mas kalau indra pindah,kalau mas tahukan sudah dari indra pindah kita minta ibu buat tinggal dengan kita"
"iya kan mas nya yang memang belum ada waktu,aku mana berani bilang saat kondisi mas kelelahan"
"iya maaf ya sayang,ya sudah besok mas akan ijin dan kita bisa kerumah ibu untuk membicarakan masalah ini dan mudah mudahan ibu bersedia tinggal disini ya"
"kenapa mas?"tanya putri bingung karena reza menahan tangan nya untuk menutupi tubuh nya dengan selimut
"mas mau nengokin si adek bayi,boleh nggak??mas kangen sayang"ucap reza yang sudah tidak bisa lagi menahan ahsratnya saat berdekatan dengan sang istri ditambah hampir satu minggu reza pergi keluar kota yang membuatnya arus berpuasa dari kegiatan ranjang yang selalu membuat nya candu.
"mesum mulu sih pak"ujar putri sembari memberikan pelukan dan juga ciuman pembuka untuk kegiatan panas mereka dan malam itu pun reza dan putri larut dalam pergumulan panas yang sudah mereka rindukan karena berpisah untuk beberapa saat.
__ADS_1
*
"kamu hati jati ya sayang mamah akan usahakan untuk pulang saat kondisi papah sudah lebih baik"ucap bu seli pada putri saat mereka mengantar sang mamah kebandara untuk meninggalkan tanah air dan menysul sang suami kenegara dimana sang papah berada
"mamah nggak usah khawatir disini kan ada mas reza dan juga ibu yang akan menemani putri,lebih mamah fokus dengan kondisi dan kesehatan papah ya mah"
"baiklah sayang,kalau begitu mamah pergi dulu ya ingat jaga kesehatan dan jangan lupa makan agar calon cucu mamah tumbuh dengan sehat"ucap bu seli sembari mengelus perut putri yang sudah terlihat membuncit
"iya mah,nanti aku akan kirim foto USG nya pada mamah tiap kami melakukan pemeriksaan biar mamah bisa tenang selama tinggal bersama papah"
"ok,kalau begitu mamah pergi dulu ya,ingat za jagain istri kamu dengan baik dan kurangi jam kerja kamu jangan biarkan putri kesepian karena kamu sibuk kerja"
"iya siap mah ini nanti aku akan mencari asisten untuk membantu kerjaan aku biar tidak selalu meninggalkan putri"
"nah bagus itu,ya sudah mamah pergi dulu ya"
"iya mah hati hati ya"
setelah berpelukan akhirnya mamah seli pun memasuki pintu keberangkatan,utri dan reza oun meninggalkan bandara setelah tak lagi melihat tubuh wanita paruh baya itu.
__ADS_1
*
🌸🌸🌸🌸🌸