Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Menemui sila


__ADS_3

"kalo sudah mulai kontraksi hubungi gue ya put...sepertinya reza masih belum bisa pulang sampai hari minggu besok."sambung ega merasa khawatir meninggalkan sahabat nya itu yang kini telah hamil tua tanpa suami disisi nya hanya ditemani 2 art dan 1 orang supir.


"siap big boss."jawab putri sambil terkekeh.


putri pun keluar dan begegas masuk kedalam rumah,putri sempat menyesal tidak dapat berpamitan dengan ara karna gadia kecil itu telah asyik menyambangi alam mimpi.


*


Putri terus memikirkan pertemuan dadakan nya dengan sila tadi siang dikantor tempat suami nya bekerja


putri tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan sang sahabat setelah sekian lama


putri masih merasa prihatin dengan kisah cinta dua sahabatnya itu,walaupun kisah cintanya juga tidak memiliki jalan yang mulus namun kini dia bisa bersatu kembali dengan orang yang dia cintai


setelah berpikir sekian lama putri pun berinisiatip untuk bertemu kembali dengan putri dan rencana nya besok putri akan menjemput ara kesekolah agar bisa bertemu dengan sila.


*


Seperti rencana semalam putri benar benar akan menemui sila disekolah karena kebetulan ega menitipkan nya selama dia pergi keluar kota


pagi pagi selaki ega sudah menghubungi putri untuk menitipkan sang anak karena dia harus pergi keluar kota tempt reza kini berada karena dari kabar yang dia terima reza sedikit menemui kesulitan


yang akhirnya membuat ega harus menyusulnya kesana dan ega selalu menitipkan ara pada putri saat dia keluar kota dan sang mamah yang memang sudah lama memutuskan ikut dengan sang suami ke yogja dan menetap disana.


15 menit sebelum pulang sekola ara putri telah sampai didepan sekolahnya dan menunggu dengan sabar kepulangan anak asuh nya itu

__ADS_1


sementara didalam kelas setelah jam pelajaran usai ara menemui sang guru untuk memintanya pulang bersama kembali


"bunda pulang bareng ara ya"ucap ara begitu sampai disamping meja kerja ara


"memang ara tidak dijemput ayah lagi?"


"ayah keluar kota bun,kita pulang bareng ya?"


"boleh kalau bgitu"


ara bersorak bahagia saat sila menyetujui permintaan nya untuk pulang bersama namun saat sampai depan sekolah sila dikejut dengan kedatanga putri.


"mamah putri..."ara melepaskan genggaman tangan nya pada sila dan berlari menuju ke arah putri yang datang untuk menjemputnya.


karna setiap kali ega keluar kota ara selalu tinggal dengan putri karna putri dan reza adalah orang tua angkat ara jadi setiap ega tidak ada ara akan berada dirumah putri.


"ok mamah cantik."


setelah berbincang singkat dengan ara putri mengalihkan pandangan nya pada sila dan berjalan mendekati sila.


"hai sil...sudah mau pulang ya.?"tanya nya sedikit canggung.


"iya put."jawab nya singkat.


"bisa temenin aku dulu ga.?sudah lama kita ga ketemu,aku pengen ngobrol sebentar,bisa.?"

__ADS_1


sila tampak ragu menerima ajakan putri tapi tak sila pungkiri kalo sila juga sangat merindukan sahabatnya itu,begitu banyak cerita yang ingin dia sampaikan tapi karna sudah lama tak bertemu jadi ada kecanggungan di antara mereka.


Akhirnya setelah menimbang nimbang sila pun menyetujui ajakan putri,selain rindu sama sang sahabat sila juga penasaran tentang ara dan juga pernikahan putri dan juga ega,ya walaupun itu cuma salah faham.


setelah 30menit mereka pun sampai dipusat perbelanjaan putri segera turun dari mobil diiringi sila dan juga ara.


"kamu sudah lapar belum sil.?mau temenin belanja dulu apa mau makan dulu.?"tanya putri sedikit ragu.


"kalo aku sih belum terlalu lapar,coba tanya ara siapa tau dia sudah lapar,anak anak biasanya cepat lapar kalo banyak kegiatan."ujarnya.


"masya allah sila...kamu memang seorang ibu,walaupun tidak pernah bertemu tapi naluri dan kasih sayang seorang ternyata masih ada dalam diri kamu."batin putri.


"astaghfirullah...aku sampai lupa kalo ara ikut."ucap nya sambil menepuk jidatnya.


"ara sayang,ara mau makan dulu apa mau temenin mamah belanja dulu.?tanya putri pada ara.


"kita belanja dulu aja mamah...nanti kalo mau pulang baru makan dulu."


"eeemmm...baiklah tuan putri mari kita belanja."mereka pun mulai memasuki toko perlengkapan bayi dan mulai memilih milih mata yang akan dibeli.


"put kandungan kamu sudah berapa bulan."sila mencoba memecahkan kecanggungan nya dengan putri dengan mencoba membuka perbincangan.


"ini tinggal nunggu alarm nya bunyi sil...setelah alarm nya bunyi ketemu deh sama si kecil."


"sudah mau deket lahiran kok baru belanja sih put?kenapa ga jauh jauh hari kan biar lebih tenang."

__ADS_1


*


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2