Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Putri melahirkan


__ADS_3

Reza mengerjapkanb matanya saat mendapati tempat istrinya biasa tertidur itu kosong perlahan reza membuka matanya dengan sempurna dan mengedarkan pandangan nya mengelilingi kamar yang selama ini mereka tempati


namun sosok yang dicari nya nampak nya sudah tidak ada didalam kamar namun reza aneh karena saatv melihat jam dingding yang ada disana masih menunjukan pukul 3 pagi dan masih terlalu pagi untuk istrinyab itu bangun


"sayang kamu didalam?"tanya reza saat mengetuk pintu kamar mandi yang tertutup rapat


namun setelah beberapa kali ketukan tidak ada respon dari dalam sana,reza pun membuka pintu kamar mandi yang ternyata tidak terkunci dan lagi lagi tidak ada putri disana


"kemana dia sepagi ini?"tanya nya pada diri sendiri


reza pun menutuskan untuk kekamar sang anak sulung,biasanya jika putri tidak ada dikamar dia akan berada didalam kamar sang anak menemani nya tidur hingga tertidur disana


namun kembali reza harus menelan kekecewaan karena putri juga ternyata tidak ada didalam kamar sang putra


reza pun melanjutkan langkah kakinya menuruni anak tangga yang menuju lantai bawah dan reza merasa ada yang aneh saat dia melihat ar4t nya berjalan tergesah gesah menuju dapur


reza mempercepat langkah nya dan mendekat ke arah sang art


"ada apa bi?kok seerti orang panik?"tanya reza pada art nya itu


"eh den reza sudah bangun?itu den non putri sepertinya mau melahirkan tapi masih belum mau kerumah sakit katanya nanti saja setelah kontraksinya makin sering"ujar sang art yang membuat reza kaget setengah mati


"APA...??"tanpa kata lagi reza pun berlari kearah ruang keluarga tempat putri berada dan ternyata disana sudah cukup ramai

__ADS_1


ada bu rani,indra dan juga mang ujang yang dengan setia menemani sang majikan yang tengah merasakan hebatnya rasa kontraksi dari si kecil yang sudah tidak sabar untuk melihat dunia


"sayang kenapa tidak membangunkan aku?"ucap reza saat mendapati putri tengah meringis kesakitan dan berdiri dibalik sofa yang ada diruang keluarga itu


"aku tidak tega mas,kamu terlihat lelah lagi pula disini kan ramai ada ibu ada indra juga dan ada mang ujang sama bi imah"jawab putri disela rasa sakit yang dia rasakan


"ya sudah ayo kita kerumah sakit biar lebih tenang kalau sudah disana"ajak reza pada sang istri


"iya baiklah mas ayo kesana sekarang"


"ndra kamu yang bawa mobil ya,mas mau temani kak putri dikursi belakang"


"iya baik kak,ayo pake mobil aku aja"


selang 30 menit kemudian mobil yang indra bawa pun tiba disebuah rumah sakit tempatnya akan melahirkan


reza menuntun putri saat turun dari mobil dan segera membawa nya dalam gendongan saat putri telah keluar dari mobil


"tutrunin mas aku bisa jalan"ucap putri disela nafas nya yang terengah engah karena menahan sakit diarea bawah perutnya


"tidak sayang biar aku menggendongmu sampai kedalam aku takut kamu akan kesakitan lagi kalau kamu jalan"


reza puin mengabaikan ocehan sang istri yang meminta nya menurunkan nya dari gendongan dan berjalan cepat menuju ruang menanganan pasien

__ADS_1


"dokter tolong istri saya dok,dia mau melahirkan"ucap reza saat melihat dokter muda yang tengah berdiri didepan meja informasi pasien


"iya baik pak silahkan baringkan ibu nya di berangkar biar saya periksa didalam"jawab dokter yang bername tag Dokter Dara itu


dokter dara pun segera membawa putri masuk kedalam ruangan pemeriksaan dan memeriksa kondisi putri yang masih merintih kesakitan


"bagaimana dok dengan istri saya?"tanya reza saat melihat dokter dara keluar ruangan dengan cukup tenang


"tenang saja pak istri anda baik baik saja kondisi ketuban juga masih ok jadi ibu putri bisa melahirkan dengan normal kita hanya tinggal menunggu pembukaan nya membuka dengan sempurna"jelas dokter dara


"lalub kapan istri saya akan melahirkan dok?"


"ini baru pembukaan 5 pak dan kemungkinan kita harus menunggu beberapa jam lagi agar pembukaan sempurna yaitu hingga pembukaan kesepuluh baru ibu putri akan melahirkan si bayi,lebih baik bapak temani istri bapak didalam biar istri bapak tetap semangat menanti pembukaan hingga sempurna"


"baiklah dok kalau begitu saya masuk dulu"


"iya baik,silahkan pak"


setelah sedikit bercakap cakap dengan dokter Dara Reza pun masuk kedalam menemui sang istri yang tengah tertidur menyamping membelakangi pintu masuk


*


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2