Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Nostalgia


__ADS_3

"sayang kenalkan ini teman sekola aku,ini reza dan ini istrinya putri"ucap andra pada sang istri yang berwajah bule itu memperkenalkan reza dan juga putri


reza dan putri nampak salah tingkah mendengar penuturan andra pasalnya mereka bukan lah pasangan suami istri lebih tepat nya teman tapi berharap 😅


reza dan juga putri kompak menyalami istri andra secara bergantian dan berlanjut dengan obrolan ringan lebih tepat nya hanya andra dan juga rezalah yang asik berbincang sedang kan putri dan juga cindy hanya menjadi menontong setia kedua pria dewasa itu bernostalgia.


.


"papah ayo kita pulang,aku cape pah pengen pulang dan ketemu oma"rengek ardi saat setelah lebih dari 2 jam mereka berada ditempat itu dan ardi pun nampak sudah lelah dengan acara main main nya.


"wah sepertinya kita terlalu asik za sampai lupa kalau kalian bawa anak,sorry ya dek om ke asikan ngobrol sama papahmu"ucap andra pada ardi yang kini terlihat begitu lelah dengan menampilkan wajah lesu nya


"ya udah,sorry gue cabut duluan ya anak gue kaya nya sudah cape banget next time kita lanjut lagi obrolan ini"ujar reza pamit pada andra dan juga sang istri


"siap,kabari kalau loe lagi free ya,banyak banget yang mau gue ceritain"


"siap,kita duluan ya"


setelah pamit reza dan juga putri pun beranjak meninggalkan andra dan sang istri yang masih setia duduk santai dan nyaman disana

__ADS_1


"aku antar kamu pulang ya,maaf sudah menyita waktu kamu"ucap reza pada putri yang tengah memangku ardi yang tertidur lelap dipangkuan nya


"iya mas,makasih loh tadi lumayan seru


"besok mau berangkat bareng??nanti mas jemput"


"mmm,maaf tapi akuib sudah adaa janji sama mas adnan mas,maaf ya mungkin lain kali ya"jawab putri merasa tidak enak menolak reza namun tidak mungkin juga membatalkan janji ya dengan adnan


walaupun puitri belum menarus perasaan pada adnan namun putri tahu betul posisi nya sekarang,putri selalu merasa bersalah saat waktunyab kini lebih banyak dia habiskan dengan reza dan ardi ketimbang dengan sang kekasih


dan rasa bersalah putri kian bertambah saat tak ada satu kalibpun kata protes keluar dari mulut adnan,adnan benar benar selalu mengerti dirinya dan putrilah yang selalu merasa egois saat selalu mengesampingkan adnan dan lebih memperioritaskan reza dan juga ardi.


"oh ya sudah,lain kali saja kitya berangkat bareng nya,maaf ya semenjak ardi se,buh dia selalu menuntut agar selalu bersama denganmu aku bahkan tidak bisa mencegahnya"sesal reza pada putri


"iya mas tidak apa apa,kebetulan mas adnan juga kan tidak keberatan"


putrti dan juga reza kembali terdiam,mereka disibukan dengan pikiran masing masing.


.

__ADS_1


Satu jam kemudian mobil reza telah sampai didean halaman rumah putri dan disana sudah nampak mobil yang sangat familiar dimata putri


"sepertinya ada tamu ya put?itu bukan mobil indra kan?"tanya reza saat melihat ada sebuah mobil yang lumayan mewah terparkir dihalaman rumah putri


"sepertinya mas adnan lagi ada dirumah mas,ayo mampir dulu sekalian istirahat"ajak putri pada reza


"aku langsung aja deh put,takut ganggu waktu kamu sama adnan,lagi pula kasihan butuh tempat yang nyaman untuk tidurnya"tolak reza halus


"ya sudah kalau begitu.mas hati hati dijalan ya"


"iya put,sampai ketemu besok dikantor ya"


"iya mas..."


putri pun berjalan gontai menelusuri halaman rumah nya dan memberi salam saat masuk kedalam rumah nya


"assalamualaikum..."


"wa'alaikumsalam,kamu baru pulang sayang?"tanya adnan saat mendapati kalau yang mengucap salam adalah orang yang sudah satu jam yang lalau dia nantikan kedatangan nya

__ADS_1


"mas sudah lama disini?"tanya putri pada adnan yang menyambut kepulangan nya


"sudah satu jam nak,kamu dari mana saja,kok baru pulang?"bukan adnan yang menjawab melain kan ibu yang baru saja kembali dari arah dapur.


__ADS_2