
"lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang ra?"tanya adnan pada almira disela makan malam mereka
"aku belum tau mas,sekarang saja aku masih bingung harus tinggal dimana,aku sama sekali tidak punya uang"lirih almira meratapi nasibnya
ujian demi ujian datang silih berganti saat dia memutuskan untuk hijrah dan memperbaiki diri,mulai dari pertunangan yang dibatalkan sepihak dan kini dia berhasil menikah namun ujian itu datang jauh lebih berat lagi
sang suami tidak pernah mau menrima nya bahkan dengan terang terangan memamerkan perselingkuhan nya yang membuat hati almira terasa dicabik cabik,namun untuk mengeluh dan protes pada sang pencinpta pun dia merasa malu karena mungkin dosa yang dia lakukan sebelum hijrah jauh lebih besar dari cobaan yang allah berikan kepadanya.
"lalu apa yang akan kamu lakukan terhadap suami mu?"
"aku akan menggugat cerai mas,aku sudah cukup lelah menghadapi sikap kasarnya,walaupun nanti kedua orang tua kami akan kecewa dengan keputusan ku tapi aku sudah tidak sanggup lagi bertahan dengan nya"lolos sudah cairan bening yang sedari tadi almira tahan
sungguh menyedihkan,di usia pernikahan nya yang baru berusia seumur jagung dia harus bersiap siap menjadi janda,namun untuk bertahan pun sudah tidak sanggup lagi saat raga sudah dipenuhi dengan lebam akibat kekasaran sang suami.
"tinggalah disini untuk sementara,sampai kamu menemukan jalan keluar atas permasalahanmu"ucapan adnan membuat almira membelalakan matanya,entah harus senang atau takut saat ada pria asing yang begitu baik padanya
"kamu tidak usah khawatir,selama kamu disini saya akan tinggal dengan orang tua saya,rumah mereka terhalang 2 rumah dari sini jadi kamu tidak perlu takut"ucap adnan saat melihat reaksi almira saat adnan menawarkan rumahnya untuk almira tempati sementara waktu.
"tapi mas...."
__ADS_1
"jangan menolak,aku benar benar ingin membantu kamu tidak perlu khawatir disini ada bi ida dan juga pak rudi mereka akan membantu dan menemani kamu selama disini"lanjut adnan
"saya jadi merepotkan mas..."ucap almira sendu
"tidak perlu dipikirkan,lagi pula rumah ini jarang aku tempati karena mamah tidak pernah mengijinkan aku tinggal sendiri kecuali saat ada istri disampingku baru beliau memberi ijin nya"
"baiklah saya terima tawaran mas adnan,terima kasih ya mungkin hanya allah yang bisa membalas kebaikan mas adnan"
"mmm....istirahatlah,aku kekamar duluan ya"pamit adnan pada almira dan masuk kedalam kamarnya.
.
Sementara ditempat lain,putri setengah berlari kearah kamar tempat ardi dirawat dengan nafas yang ngos ngosan putri mengetuk pintu kamar rawat ardi
"masuk..."seru orang yang ada didalam kamar
"mas,bagaimana keadaan ardi?"tanya putri begitu masuk kedalam dan mendapati reza tengah duduk disamping tempat tidur ardi
reza bangkit dari duduknya dan berjalan mendekti putri yang baru saja masuk dengan nafas yang ngos ngosan akibat berlari mencari kamar anak reza
__ADS_1
"kamu kenapa disini?kapan kamu pulang?"tanya reza yang terheran heran mendapati putri datang kerumah sakit untuk menjenguk anaknya dan dengan masih mengenakan kebaya
pasalnya reza tida pernah menghubungi putri,selama sang anak sakit reza bahkan hampir tidak pernah melihat ponselnya karena terlalu fokus dengan kondisi sang anak.
"mamah tadi telpon katanya dari kemari ardi demam dan terus menagis minta bertemu denganku,kenapa tidak menghubungiku mas"gerutu putri pada reza yang tidak memberi tahunya tentang kondisi sang anak
"aku tidak mau mengganggu kebersamaan kamu dengan adnan put,mas minta maaf ya karena ardi kini sangat tergantung padamu"sesal reza karena sang anak benar benar tidak bisa jauh dari sahabat nya itu.
"tidak apa apa mas,mas adnan tidak keberatan kok"
"baiklah,terima kasih ya karena kamu mau datang kesini,semoga kondisi ardi akan cepat pulih apalagi kini kamu sudah disini"
"iya mas,sama sama"
reza dan putri pun mendekati ranjang dan menatap wajah pucat sang anak,entah kenapa hati putri merasa sakit saat melihat wajah polos nan mungil itu terbaring lemah dirumah sakit
.
πΈπΈπΈπΈπΈ
__ADS_1
Dear reader kesayangan yang setia dengan karya yang aku ciptakan ini,author ingin menyampaikan beribu ribu maaf akan pergantian nama yang author selipkan untuk menemani Adnan Wijaya sebagai pengganti putri...semoga kesalahan fatal ini bisa termaafkan ya,dan author usahakan kesalahan ini tidak akan terulang lagi dan semoga kedepan nya author bisa menyuguhkan karya yangv jauh lebih baik lagi,,,sekali lagi mohon maafkan author yang asih amatiran ini.πππππ
πΈπΈπΈπΈπΈ