Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Kembali sakit


__ADS_3

3 bulan sudah kedekatan reza dn juga putri terjalin kembali,tak jarang putri menghabiskan waktu liburnya dengan mendatangi tempat rerza atau sebaliknya


Terkadang reza dan putri menghabiskan waktu dengan mengajak ardi sang anak bermain bersama dan tanpa diduga ardi begitu manja kepada putri


saat hari libiur tiba sering kali ardi merengek meminta sang ayah mengantarkan nya ketempat putri seperti pagi ini,entah karena apa sebangun dari tidurnya ardi terus menangis meminta reza mengantarkan nya kepada putri


"ayo pah antel aldi ke lumah mamah putli,aldi kangen sama mamah putli"rengek sang anak


"tapi mamah putri sedang keluar kota nak dan baru pulang besok lusa"jawab reza dengan penuh rasa sesal


benar saja ada nya,kini putri tengan ikut bersama dengan adnan dan keluarga untuk pergi ke surabaya menghadiri acara keluarga dari pihak sang ibu


"talau beditu ayo tita juda tetanah pah"rengek ardi kembali


"ardi kenapa nak?kok rewel terus dari tadi?"tanya mamah seli saat terus mendengar sang cucu menangis dan tak kunjung berhenti walaupun telah diberada dalam gendongan sang ayah


biasa nya ardi akan langsung tenang saat berada dalam gendongan reza serewel apapun dia,namun kali ini reza pun sampai kewalahan menghadapi sikap sang anak

__ADS_1


"dari bangun tidur tadi langsung rewel minta di anter ketempat putri mah,sedangkan putri tengah berada disurabaya"jawab reza lesu karena merasa lelah sang anak tak kunjung berhenti merengek


"ya sudah kamu tinggal susul dia kesana atau nggak minta pulang lebih awal saja"usul mamah seli


"nggak bisa begitu mah,putri kesana dengan calon suami nya,mana bisa aku tiba tiba datang membawa anak kesana"


"lalu kita harus bagaimana?mamah khawatir kesehatan ardi kembali memburuk,ini semua salah erika kenapa semenjak proses perceraian kalian dia begitu asik dengan dunia nya sendiri dan melupakan anaknya,ardi kan seharusnya tanggung jawab nya"kesal mamah seli kembali tersulut saat menguingat calon mantan menantunya itu.


"mah,reza mohon mah tolong jangan bahas tentang erika lagi,ardi akan semakin terluka mendengarnya"ucap reza yang tak ingin perpisahan nya dengan erika menimbulkan permusuhan namun tak reza pungkiri saat ini reza benar benar keewa dengan erika karena mengabaikan sang anak.


Dan benar saja,saat malam tiba karena hampir seharian ardi menangis kondisi badan nya kembali ngdrop dan kembali harus dibawa kerumah sakit


saat tiba didepan IGD reza pun meminta suster yang sedaang berjaga disana membantunya membawa sang anak untuk diperiksa oleh dokter jaga


"tolong sus,tolong anak saya badan nya panas sekali dan tadi dia tak sadarkan diri"ucap reza pada salah satu suster yang berjalan menghampiri nya


"baik pak,bapaka tenang dulu ya,saya akan segera membawa anak bapak untuk dokter kami periksa"ujar sang suster ramah

__ADS_1


reza pun memberikan ardi ketangan suster tadi untuk segera ditangani,reza menunggu d3ngan cemas didepan pintu ruangan tempat ardi diperiksa oleh dokter


selang beberapa menmit kemudian dokter pun keluar dan memanggil ayah dari pasien nya


"orang tua dari ananda ardi..."seru sang dokter dan reza pun bangkit dari duduknya berjalan menghampiri sang dokter


"bagaimana keadaan anak saya dokter?"tanya reza cemas


"nak ardi baik baik saja,nak ardi kondisi badan nya sedikit lemah pak jadi kalau bisa jangan buat dia lelah,saya sudah memberi obat penurun panas dan juga vitamin namun untuk mencegah kondisinya kembali grop lebih baik nak ardi dirawat dulu pak sampai kondisinya benar benar pulih"jawab dokter


"baiklah dokter,lakukan yang terbaik untuk anak saya"ucap reza merasa lega saat anaknya hanya deman karena kelelahan karena terlalu banyak menangis.


.


.


Reza menatap nanar wajah sanga anak yang terlelap diranjang rumah sakit,kembali untuk kesekian kalinya dia menyaksikan sang anak terbaring lemah diranjang rumah sakit

__ADS_1


dan entah apa yang merasuki erika kala itu hingga dia melupakan kalau dia memiliki anak yang membutuhkan perhatian nya


"papah..."


__ADS_2