Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Pulang bersama


__ADS_3

Sila melepaskan pelukan putri dan menatap tak percaya akan apa yang dia katakan.


"kamu bilang apa put?ega mencintai aku?kamu yakin put?"tanya sila yang masih meragukan perkataan putri.


"yakinlah,orang dia sendiri yang bilang sama aku dan reza dan itu sudah berlangsung lama banget,kamu nya aja yang ga peka bahkan tak menganggap perhatian nya selama ini"


"aku ga tau put,aku kira dia melakukan itu karna dia udah nganggap aku adik,sungguh aku ga tau"lirih sila.


"ya sudah,sekarang lebih baik kamu dan ega coba berbicara dari hati ke hati,ingat kalian harus membicarakan masalah ini dan memberi tahu ara kalo kamu benar benar bunda nya"


"iya nanti aku coba bicara sama ega"


"oh iya,bukan nya dia keluar kota ya?kok bisa sekarang dia disini?bentar ya sil aku kesana dulu"putri pun bergegas mendekati meja ega dan sang suami.


ga,bukan nya tadi kamu bilang mau keluar kota yah kok udah balik aja"putri langsung menodong ega dengan pertanyaan begitu sampai didepan meja ega.


"tanyain tuh sama suami rese kamu,ngerjain orang ga tanggung tanggung untuk belum naik pesawat coba kalo sudah takeoff,untung pak indra telpon kalo ngga bisa kayak orang bego aku disana"reza yang mendengar ega menggerutru kesal hanya tertawa terbahak bahak

__ADS_1


sungguh sebuah hiburan buat reza disela kesibukan nya dikantor yang membuatnya tidak punya waktu banyak untuk bersama istri anak dan calon anak yang kini tyelah dikandung oleh sang istri


"oh iya ga,kamu anterin sila pulang ya,aku sama mas reza mau langsung kerumah mamah,tadi mamah telpon nyuruh kesana begitu mas eza pulang"pinta putri pada ega


"emang ga apa apa?kalo aku sih ya ayo ayo aja,tapi gimana kalo sila nya yang keberatan"


"enggak kok,kali ini dia pasti mau kamu anterin pulang."


mereka pun memutuskan pulang,reza dan putri memasuki mobil mereka sedangkan sila,ega dan juga ara memasuki mobil yang tadi dibawa oleh ega.


*


"kemarin aku kekantor kamu mas dan tidak sengaja bertemu dengan nya disana"


"kok bisa sila ada dikantor"


"sila anterin ara pulang dan ara minta diantar kekantor ayahnya eh ketemu deh disana"

__ADS_1


"ara di anter pulang sama sila??memang sejak kapan ara kenal sama sila??"


"sila itu ternyata guru ara disekolah mas,bahkan tidak cuma kenal mas ara sudah menganggap sila bunda nya padahal baru bertemu satu kali dan menghabiskan waktu satu hari,hebatkan mas ikatan ibu dan anak itu memang sangat kuat ya"


"ya bagus dong,sudah waktunya juga sila mengetahui kebenaran nya tentang kejadian malam itu dan kini sudah waktunya juga buat ega berjuang meraih sila demi kabahaqgiaan nya dan juga ara"


disepanjang perjalanan tak henti hentinya reza dan juga putri membahas tentang hubungan antara sila dan juga ega dan berharap kini kedua sahabatnya itu akan bahagia dan bisa bersama kembali dengan status pasangan bukan lagi sahabat seperti halnya putri dan juga reza saat ini.


hingga tak terasa mobil yang mereka pakai telah sampai dihalaman rumah pribadi reza itu


"papah..."pekik ardi si anak sulung yang selalu meminta sang papah pulang namun kembali dia harus menahan rindunya saat sang papah masih sibuk dengan pekerjaan nya


"hai jagoan papah"ucap reza pada sang anak yang berlari dan berhambur kedalam pelukan nya


"abang kangen banget sama papah"


"papah juga kangen sama abang"reza membawa ardi dalam pangkuan nya dan membawa tubuh mungil itu masuk kedalam rumah dengan menggendong nya dan menciumi wajah tampan sang anak untuk melepas rasa rindu yang selama 2 minggu ini dia pendam karena jarang yang memisahkan.

__ADS_1


*


🌸🌸🌸🌸🌸


__ADS_2