Ketulusan Sang Putri

Ketulusan Sang Putri
Selepas masa iddah


__ADS_3

"abang kenal dengan mas adnan??"tanya almira begitu fadli menyebut naa adnan begitu pun dengan adnan


"ma syaa allah nan,itu kamu??"bukan nya menjawab pertanyaan almira namun fadli malah menghampiri adnan dan melewati almira begitu saja


"ya ampun fadli apa kabar??jadi almira adek kamu??"kedua pria itu pun saling berpelukan saling melepas rasa rindu


"alhamdulillah baik bro,kamu sendiri,gimana udah nikah belum sama putri?"tidak disangka sangka kalau fadli akan menyinggung hubungan nya dengan putri


"putri?sudah dia sudah tapi nikah sama pria lain"jawab adnan santai dan membuat fadli melongo


"kok bisa?"tanya fadli


fadli tidak percaya adnan bisa berkata seperti itu dengan santai padahal dulu saat masih bersaa bahkan sebelum berpacaran pun adnan sudah bucin akut pada putri


"bisalah,namanya juga bukan jodoh"


"abang belum jawab pertanyaan dari aku"ucap almira berenggut dan berhasil memecah percakapan dua sahabat yang tanpa sengaja saling temu kangen itu


"astaghfirullah,maaf dek lupa iya abang kenal,adnan ini teman kuliah abang waktu kuliah dijakarta,tapi setelah lulus abang kembali kesini dan belum sempat bertemu lagi iyakan nan"

__ADS_1


"iya,aku tidak menyangka kalau almira adik kamu li"


"iya dia adik satu satunya aku nan,oh iya ayo duduk sudah lama ya kita tidak ngobrol alhamdulillah berkat almira kita jadi bertemu kembali"


"terima kasih ya atas bantuan kamu selama almira disana dan terima kasih juga sudah mengantarkan dia kerumah dengan selamat"


"sama sama li"


"oh iya ada yang saya mau bicarakan sama bapak dan juga ibu,apa bisa?"tanya adnan tiba tiab begitu semua keluarga almira telah berkumpul.


"apa yang ingin nak adnan sampaikan pada kami?"tanya pak surya selaku ayah dari almira setelah semua nya telah duduk berkumpul diruang tamu


"bismillahirohmanirohim,ijinkan saya meminta kembali almira untuk saya jadikan pendamping saya pak"sontak semua yang mendengar ucapn adnan begitu terkejut begitu pun dengan almira


"maksud nak adnan gimana ya?"tanya pak surya untuk memastikan pendengaran nya kalau apa yang dia dengar tidaklah salah


pria yang kini duduk dihadapn nya meminta sang putri untuk menjadi istrinya


"saya ingin meminang almira pak,tentu setelah almira menyelesaikan masa iddahnya"ucap adnan kembali dengan penuh keyakinan

__ADS_1


"ma syaa allah nak"ucap bu nurma bahagia dan juga sedih secara bersamaan,sedih saat sang anak mengalami hal buruk dalam pernikahan nya namun bahagi ada pria meminta almira untuk dijadikan pasangan halal walaupun sang anak belum sepenuhnya berpisah dari suamai pertama nya


pak surya menyandarkan punggung nya kesandaran kursi dia begitu kaget dengan kejadian hari ini,baru saja bernafas lega karena sang putri lepas dari pria yang selama ini menyiksa lahir dan juga batin nya


kini ada lagi pria yang meminta sang putri untuk dijadikan pasangan hidup


"bapak tidak tahu harus berkata apa nak,jujur bapak sangat berterima kasih karena nak adnan telah membantu putri saya melewati masa sulit saat dia sendirian disana tapi untuk masalah ini saya tidak bisa mengambil keputusan tanpa menanyakan pendapat dari almira"


"pengalaman kemarin memberi saya banyak pelajaran bahwa tidak selamanya pilihan orang tua baik untuk anaknya,jadi untuk masalah ini lebih baik nak adnan tanyakan langsung pada almira,jika almira menerima nak adnan maka kami sebagai orang tua akan selalu mendukung dan tentunya merestui hubungan kalian"jelas pak surya pada adnan


adnan pun beralih menatap sang pujaan hati dengan lekat dan meminta pendapatnya untuk niat baiknya itu.


"bagaimana pendapatmu ra??bersediakan kamu menerima lamaranku ini??"


"bi_bisa beri saya waktu sampai masa iddah saya habis mas??selepas itu saya akan memberikan jawaban untuk permintaan mas adnan dan kita juga butuh memantapkan hati kita masing masing mas,aku tahu mas adnan adalah pria yang baik dan juga bertanggung jawab tapi setidaknya kita beri waktu untuk hati kita masing masing untuk lebih memantapkan lagi akan pilihan nya".


.


🌸🌸🌸🌸🌸

__ADS_1


__ADS_2