
"ayo masuk put"ajak reza pada putri yang masih berdiri di ambang pintu
"iya mas,assalamualaikum..."ucap putri mengucap salam saat masuk kedalam apartemen milik reza
"wa'alaikumsalam...ayo duduk,akub ambilkan minum ya"reza pun berjalan memasuki dapur miliknya dan mengambil beberapa minuman kemasan kaleng yang telah tersedia didalam lemari pendingin miliknya
"ayo diminum put"ucap reza sembari memberikan kaleng minuman yang telah dia buka sebelumnya
"iya mas,terima kasih"putri pun mengambil minuman yang disodorkan oleh reza dan meminum nya.
"lalu apa yang mau mas bicarakan?"tanya putri saat reza sudah duduk disamping nya dengan sedikit berjarak.
"aku akan bercerai dengan erika put"jawab reza mantap
"apa tidak bisa mas reza pertimbangkan lagi?"
"tidak put,ini yang terbaik untuk kami,lagi pula lelaki itu sudah kembali dan kini mereka kembali menjalin hubungan lalu untuk apa aku mempertahankan pernikahan ini"
"lalu bagaimana dengan ardi mas?dia masih membutuhkan kedua orang tua nya,dan selama ini hanya mas yang ardi tahu sebagai ayahnya"
"aku akan tetap mempertahankan ardi put,aku tidak akan menghalangi erika untuk menemui ardi tapi aku tidak akan pernah membiarkan erika membawa anakku"
"baiklah kalau itu yang terbaik untuk mas dan jug ardi aku akan mendukung mu"
"terima kasih put,kamu memang sahabat yang baik,lalu bagaimana hubungan mu dengan nya?"
"dengan nya?maksud mas?"
__ADS_1
"pria itu,pria yang selalu aku lihat ada disamping kamu,aku lupa namanya"
"maksud mas reza,mas adnan?"
"iya dia,masa indra?"
"hahahaha...kok cemberut gitu?"
"habis kamu ga peka banget"
"mmm....alhamdulillah kami baik baik saja,mas adnan juga baik banget orang nya"pujian yang putri ucapkan untuk adnan membuat hati reza sedikit nyeri,walau tak dia pungkiri bahwa putri m,emang berhak bahagia dengan pria yang jauh lebih baik darinya
"terus apa kalian ada rencana buat menikah?"tanya reza penasaran
"belum tau,lagi pula mas adnan lagi fokus sama pekerjaan nya jadi kami belum memebahas masalah itu"
"kenapa menanyakan pertanyaan yang tidak bisa aku jawab mas?"
"kenapa...?"
putri hanya menjawab dengan sebuah gelengan kepalanya,entahlah apa yang putri rasa kan untuk adnan.
disatu sisi putri sangat berterima kasih pada adnan yang selama ini selalu menemaninya disaat dia membutuhkan seseorang disamping nya
namun untuk dikatakan cinta juga putri enggan karna jujur sampai detik ini putri masih belum bisa melupakan reza
"katanya mau curhat tentang ms,kok malah bahas tentang aku sih?"tanya putri merasa kurang nyaman membahas tentang dirinya dan juga adnan
__ADS_1
"sudah akh,mending kita bahas yang lain saja aku sudah terlalu lelah emikirkan semua itu"ucap reza sembari menyenderkan punggungnya disandaran sofa
"rencana mas sekarang apa?"tanya putri pada reza
"mmm...membereskan pekerjaan seminggu kedepan dan mungkin untuk sementara aku akan ambil cuti,aku ingin istirahat sejenak put mungkin dengan cuti sementara aku akan merasa lebih baik dan bisa fokus menjalani proses perpisahan ini"
"waduh,harus lembur tiap hari dong kalau gitu?nggak adil banget mas kamu yang mau cuti aku yang harus lembur"protes putri ppada reza pasalnya saat reza bekerja entah itu bekerja normal ataupun lembur putri tidak bisa meninggalkan nya sendirian
"jangan protes sayang,kalau kamu mau kamu bisa ikut ambil cuti dan kita liburan bareng"ucap reza santai dan itu membuat putri melayangkan cubitan dilengan reza
"aduh....kok nyubit sih?sejak kapan punya kebiasaan kasar kaya gitu?"tanya reza menyorot tajam pada putri yang membuat putri salah tingkah karena malu dengan apa yang tyelah dia lakukan pada reza.
"udah ah,jangan becanda terus,mas aku lapar kita masak yuk?"ajak putri pada reza agak mengalihkan pertanyaan reza tadi
"tapi aku belum sempat belanja,gimana kalau kita pesan aja?"
"boleh deh,tapi habis makan antar aku pulang ya"
"siap tuan putri"
putri dan juga reza pun tengah menikmati keakraban mereka kembali.
setelah sekian lama menjadi teman dan akhirnya memutuskan untuk berpacaran dan harus rela terpisah kala ujian cinta datang dari orang ketiga membuat hubungan reza dan juga putri sempat berada diposisi rasa canggung satu sama lain
namun kini baik reza ataupun putri tengah menata dan mencoba kembali menjalin komunikasi dan pertemanan mereka kembali,
walaupun tidak akan seakrab dahulu kala namun setidaknya putri mau pun reza kini bisa lebih santai saat mereka berbicara masalah pekerjaan ataupun masalah pribadi mereka masing masing.
__ADS_1