
Sepanjang malam reza dan juga erika menghabiskan waktu mereka menjaga ardi dengan saling mendiamkan.
hingga waktu pagi menjelang masih tak ada obrolan antara kedua nya,sampai seokrang dokter datng untuk memeriksa kondisi sang anak.
"bagaimana keadaan nya sekarang doki?"tanya erika pada dokter yang telah selesai memeriksa ardi
"kondisi nya telah membaik setelah melakukan transfusi darah kemarin,namun masih dibutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memeriksa adanya penyakit yang serius atau tidaknya"jelas sang dokter
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu"pamit dokter dan di angguki oleh reza dan juga erika.
"jadi kemari ardi harus trnsfusi darah mas?"tanya erika ada sedikit rasa takutan dalam dirinya
"iya,dan sayang nya aku ayah yang tidak bisa menolong anaknya sendiri karna darah kami berbeda,kenapa bisa begitu ya ka?aku merasa tidak berguna sebagai seorang ayah karena tidak bisa membantu anaknya saat dia membutuhkan darah ayahnya sendir"sindir reza dan hal itu disadari benar oleh erika
"maksud kamu apa mas?"erika berusaha menutupi rasa takut dan gugupnya dengan berpura pura tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh reza.
"aku juga tidak mengerti ka,mungkin kamu bisa meminta penjelasan dokter kenapa aku tidak bisa mendonorkan darahku untuk anakub sendiri?
__ADS_1
dan kenapa darah kami bisa berdeba padahal aku ayahnya,iyakan rika,aku ayahnya kan?"selidik reza
"te_tentu saja dia anakmu mas,kalau bukan lalu dia anak siapa?"jawab erika gugup
"baguslah kalau begitu,aku bersyukur kalau dia anakku,ya sudah aku kekantor dulu sebentar,
tolong jaga ardi selama aku tidak ada,jangan selalu mengandalkan orang lain kalau kamu bisa melakukan nya sendiri,ingat dia anakmu dan dia tanggung jawabmu"reza pun meninggalkan erika dirumah sakit seorang diri.
reza memasuki gedung kantor dengan lesu dan masih memakai pakaian dan hal itu tidak luput dari pandangan putri.
setelah melihat penampilan reza yang agak berantakan putri pun bergegas pergi kesebuah toko pakaian pria untuk membelikan pakaian untuk atasan nya itu.
terdengar suara ketukan pintu dari luar ruang kerja reza,reza yang tengah fokus dengan pekerjaan nya pun menoleh ke arah pintu
"masuk..."seru reza dari dalam ruangan nya
"maaf pak saya mengganggu waktu bapak"ucapnputri begitu masuk kedalam
__ADS_1
"tidak masalah,ada apa?"
"ini pakaian yang baru jadi lebih baik sekatrang bapak bersihkan dulu badan bapak dan setelah itu sarapan,ini sayaa belikan bubur ayam spesial untuk bapak,
bapak terlihat berantakan,tidak baik kalau sampai klien melihat kondisi bapak seperti ini"ucap putri sambil menyodorkan satu stel pakaian kantor lengkap dengan dasi dan juga sepatu baru dan tidak lupa juga satu kantung plastik berisi sarapan untuk reza.
bukan nya menjawab atau pun segera melakukan apa yang putri saran kan,reza malah menatap intens wajah putri yang kini terlihat salah tingkah karna tatapan dari reza
"kamu mencoba menggoda ku"tanya reza saat melihat perhatian dari putri
putri membelalakan matanya saat mendapatkan pertanyaan yangv reza ucapkan
"maaf pak,saya hanya melakukan tugas saya,maaf kalau bapak merasa terganggu"putri mengambil kembali stelan baju kerja yang diperuntukan untuk reza dan menggantung stelan itu ditempat biasa reza menggantungkan jas nya
"saya permisi dulu pak"putri puin pamit keluar dari ruangan itu tanpa menghraukan reza yangv terus memanggil namanya.
putri duduk lemas dimeja nya,dia enyesali perbuatan nya tadi karena tidak tega melihat keadaan reza yang telihat kacau putri pun berinisiatip menyiapkan baju ganti namun siapa sangka apa yang dia lakukan terlihat seperti ingin menggoda suami orang.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan put?memalukan sekali tau nggak?mana pede banget lagi kalau dia mau menerima bantuan dari kamu"ucap putri dalam hati.