Ketulusan Seorang Wanita

Ketulusan Seorang Wanita
PERCOBAAN PERTAMA


__ADS_3

Windu sudah rapih dengan pakaian yang tipis dan menerawang. Mumpung Yasinta tidak ada, tidak ada salahnya ia mencoba membantu Wibisono untuk bisa mengembalikan gairahnya lagi.


Malam ini, Windu sengaja menata makanan untuk makan malamnya di balkon kamar. Semua makanan dan minuman sudah di persiapkan untuk malam ini.


Dan Windu, memakai baju jaring -jaring yang sangat seksi tanpa menggunakan pakaian dalam. Windu sengaja ingin membuat kejutan untuk suaminya agar merasakan keinginan atau hasrat atau nafsu yang besar saat emlihat Windu yang setengah telanjang itu.


Aroma wangi yang cocok untuk membangkitkan gairah pun sudah di semprotkan di seluruh ruangan.


Dari atas balkon, Windu bisa melihat mobil Wibisono telah masuk ke halaman rumah besar itu. Ia pun bergegas duduk di sofa menunggu suaminy amasuk ke dalam kamar.


Tak lama kemudian suara langkah kaki terengar mendekat dan berhenti tepat di depan kamarnya.


Ceklek ...

__ADS_1


"Windu? Apa kau sudah tidur?" panggil Wibisono pelan. Tumben sekali, tidak ada penyambutan seperti biasanya saat dirinya pulang kantor.


Wibisono mulai terbiasa dnegan rutinitas hal -hal kecil yang biasa di lakukan oleh Windu. Hingga kejutan ini pun di buat untukmemberikan kenangan yang semakin tak dapa di lupakan oleh Wibisono.


Mendengar suara Wibisono memanggilnya. Windu pun langsung bangkit berdiri dan meenghampiri Wibisono.


"Mas ... Maaf ya gak aa di bawah. Aku sengaja menunggu kamu di kamar," ucap Windu denagn suara yang begitu lembut sekali.


Pelukan hangat dari seorang Windu yang hanay istri kedua itu mampu meluluhkan hati Wibisono yang memang hampa selama ini. Wibisono memang butuh kasih sayang lebih dan perhatian mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. Tidak hanay itu saja, dukungan dan semangat dari orang -orang terdekat juga salah satu andil yang paling penting.


Tawa dan senyum Windu pun merekah. Ini adalah awal yang baik. Seseorang yang mulai memikirkan pasangannya dan peduli walau seujung kuku, berarti ia punya perasaan yang lebih.


"Mas mau mandi dulu? Biar Windu siapkan air hangat? Atau mau makan dulu? Windu siapkan makan malam yang spesial banget," ucap Windu penuh semangat.

__ADS_1


"Apapun keinginanmu? Mas menurut saja," ucap Wibisono yang lebih mengalah dan megikuti aturan main Windu.


"Ganti baju dulu aja. Terus kita makan malam dulu. Baru mandi," ucap Windu memberika saran.


Wibisono nampak setuju dengan senyum serta anggukan kecil dari kepalanya.


Windu mengambilkan piyama berwarna biru muda dan menggantikan pakaian Wibisono di tempat ia berdiri seperti anak kecil yang sedang di ganti pakaian oleh ibunya. Tidak berontak dan tidak mengelak, Wibisono benar -benar menurut dengan gadis kecil itu.


Usia mereka terpaut sangat jauh. Windu yang memang dewasa dalam bersikap karena keadaan bertemu dnegan Wibisono yang begitu manja dan selalu minta di perhatikan.


Wibisono dan Windu sudah duduk saling berhadapan. Ruangan kamar itu sengaja di padamkan lampunya dan membiarkan hanya satu lampu kamar kecil menyala di ujung kamar. Di balkon hanya ada beberapa lilin beraroma terpai yang perlahan membuat keduanya rileks.


Wibisono mulai terbawa suasana malam itu. Di tambah lagi, lidahnya di manjakan dengan masakan enak Windu yang tak pernah gagal kelezatannya.

__ADS_1


Windu sengaja berdiri dan duduk di pangkuan Wibisono. Ia selah berperan sebagai wanita penggoda suaminya sendiri. Dari beberapa artikel yang ia baca. Ini salah satu cara ampuh untuk membangkitkah gairah suami.


Wibisono nampak santai dan tenang. Ia menerima saja perlakuan mesra istri mudanya dan belingsatan bagai cacing kepanasan. Tapi semua itu memang tidak luput dari usaha Windu demi kesembuhan Wibisono sang suami.


__ADS_2