Ketulusan Seorang Wanita

Ketulusan Seorang Wanita
GAGAL TOTAL


__ADS_3

Keduanya saling terdiam terpaku di kasur. Wibisono sibuk dengan ponselnya dan Windu sibuk dengan majalah di pangkuannya.


Sudah satu jam mereka saling berdiam karena usaha Windu gagal total malam ini. Windu tidak kecewa, dan Windu tidak merasa sakit hati.


Setelah acara makan malam, Windu memang sengaja membangkitkan gairah Wibisono. Awalnya semua berjalan dengan lancar dan nampak baik -baik saja.


Wibisono bisa beradaptasi dengan situasi baru yang sengaja di buat oleh Windu dengan gayanya sendiri. Menurut Windu, agar semuanya nampak alamai dan wajar. Lagi pula Windu punya ciri sendiri agar tak terkesan monoton dan seperti rutinitas.


Saat Windu muali beraksi dan melepaskan satu per satu pakaiannya dengan di iringi musik jazz agar suasana malam itu semakin terasa tenang dan syahdu, Wibisono nampa melotot dan tak berkedip.


Dalam hati Windu, rencananya tentu akan sukses. Tapi, saat Windu melepaskan pakaian dalamnya dan ada darah di ****** ********. Sontak hal itu membuat Wibisono langsung puct pasi. Ia paling trauma melihat darah yang menggumpal atau darh pekat.


"Pergi!! Jauh -jauh dari aku. Aku tidak mau menyentuh kamu," begitu kira -kira yang terjadi tadi.


Suasana langsung tegang. Windu pun langsung menaikkan ****** ******** dan berlari ke kamar mandi untuk memakai pembalut.


Wibisono sudah tak tenang. Ia juga masuk ke dalam kamar dan mencari kotak obat lalu mengambil satu tempat obat lalu meminumnya. Windu jelas melihat di mana obat itu di simpan, tepat saat Windu keluar dari kamar mandi. hal itu sama sekali tidak di ketahui oleh Wibisono.

__ADS_1


Windu melirik ke arah Wibisono. Ia lalu meletakkan majalahnya. Nampaknya kalau hanya saling diam tak akan menyelesaikan masalah. Leih baik, Windu mengalh untuk kemenangan yang sementara ini tertunda.


"Mas ... Mau salad buah?" tanya Windu pelan.


Wibisono masih sibuk dengan ponselnya dan tidak menjawab.


Cara satu -satunya adalah Windu mengambil salad buah dan langsung menyuapi Wibisono.


"Cobain salad buah ini. Bagus untuk kesehatan," ucap Windu pelan. Ia menyodorkan satu sendok erisi salad buah dekat dengan mulutnya. Mendapat perlakuan manis begitu Wibisono pun membuka mulut dan mulai menikmati salad buah di dalam mulutnya.


Windu tersenyum penuh kemenangan. Malam ini boleh gagal, paling tidak apa yang Windu kasih itu mau di nikmati.


Skip ...


Yasinta dan Yoga telah menghabiskan beberapa hari di sana. Tidak hanya belanja, makan dan tidur bersama. Kerjaan mereka hanya berfoya -foya dan memuaskan satu samalain di ranjang. Sudah seperti pasangan sedang di ambuk asmara dan melakukan bulan madu.


"Mari makan," ucap Yasinta pelan. Malam itu Yasinta sengaja memesan manan hotel dan makan di kamarnya.

__ADS_1


Sejak siang Yoga hanya tertidur di kasur. Suhu tubuhnya normal dan stabil tapi rasanya lemas sekali.


Wangi aroma makanan laut pun begitu semerbak memenuhi ruangan kamar hotel itu.


"Kamu pesan apa sih, Yank? Bau banget," ucap Yoga yang malah pusing mencium bau -bau aneh di dalam kamar itu.


Yasinta menatap Yoga aneh. Yoga seperti tidak biasanya di pesankan makanan laut. Padahal makanan ini adalah makan favoritnya.


"Lho ... Kamu kan suka makan ini. Aku pesen banyak lho, Yank," ucap Yasinta pelan. Ia merapikan seluruh makanannya dan menata di meja hotel.


Menu makanan laut kesukaan Yoga dan Yasinta. Ada kepiting, lobster, cumi, kerang, ikan salmon, dan bayi gurita.


"Bawa keluar Yank. Aku mual," ucap Yoga yang langsung berlari menuju kamar mandi. Ia terus muntah di wastafel. Kaki dan tangannya nampak gemetar sekali. Semua terasa lemah dan lemas.


"Mual ...." lirih Yasinta pelan.


Yasinta mencari obat untuk masuk angin. Ia memaksa Yoga untuk tetap makan walupun sesekali muntah dan terus mengeluarkan cairan bukan makanan yang sudah masuk ke dalam perut. Setelah ini akan di beri obat pencegah masuk angin.

__ADS_1


__ADS_2