Ketulusan Seorang Wanita

Ketulusan Seorang Wanita
KEMBALI


__ADS_3

Andika berjalan di atas paving block yang begitu gelap tanpa ada penerangan sedikit pun. Jalan setapak itu hanya diterangi cahaya taburan bintang di langit. Setelah Maghrib Grace, istri Andika menelepon untuk datang ke suatu tempat, sebuah gedung yang terletak di jalan baru. Dengan berat hati, Andika meletakkan semua pekerjaannya dan datang ke tempat yang dimaksud demi Grace, istrinya.


Akhir-akhir ini hubungan Andika dan Grace agak merenggang karena keduanya memang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Andika yang sibuk dengan perusahaan advertising yang sedang maju-majunya dan Grace yang mulai sibuk dengan aktivitas barunya di dunia sosial bersama teman-teman dalam komunitasnya.


"Surprise!!" teriak Grace dengan suara yang sangat keras dan lantang saat Andika masuk ke dalam taman yang sudah di desain sedemikian rupa.


Andika begitu terkejut dengan suara keras yang sangat dikenalnya itu. Suara Grace yang lembut dan terdengar sangat cempreng saat berteriak.


Taman itu langsung menyala dengan segala kesempurnaan hiasan yang memukau, semua lampu menyala hingga taman itu terlihat semakin terang dan sangat cantik.


Grace berlari pelan ke arah Andika yang masih berdiri karena takjub dan kagum dengan semua surprise yang diberikan oleh Grace. Grace langsung memeluk tubuh Andika yang masih berdiri mematung di pintu masuk taman.


"Happy Anniversary Sayang," ucap Grace lembut saat memeluk Andika dan mencium kedua pipi Andika.


Andika menatap lekat kedua mata sendu istrinya itu, istri yang sudah dinikahi selama sepuluh tahun ini, dan semakin hari semakin terlihat cantik dan mempesona dengan segala kelebihannya serta cara merias diri yang bisa menyesuaikan tempat dan segala kondisi sesuai kebutuhannya.


Pelukan hangat itu terbalaskan dengan erat oleh Andika, tidak hanya hangat, namun rasa kasih sayang dengan penuh ketulusan itu tercurah dalam pelukan yang terlihat sangat harmonis itu.


"Tetaplah bersamaku Grace, apapun adanya kamu, aku tetap mencintaimu dengan semua kelebihan dan kekuranganmu. Kita harus tetap bertahan dan bisa mempertahankan rumah tangga kita, apapun yang terjadi, itu hanya cobaan yang silih berganti untuk menguji kesabaran dan keimanan kita," ucap Andika lirih tepat di ditelinga Grace yang masih memeluk Andika dengan erat.


Grace tersenyum lebar mendengar bisikna lirih itu, seolah kekurangannya selama ini masih bisa diterima oleh Andika dengan lapang dada dan ikhlas.


Grace dan Andika menikah di usia muda, setelah lulus dari kuliah, mereka berdua memutuskan untuk membina rumah tangga untuk menghindari zinah. Keduanya telah saling mengenal sejak sekolah lanjutan atas dan kembali di pertemukan saat masuk di dunia kampus biru hingga mereka memutuskan untuk berhubungan lebih serius lagi.

__ADS_1


"Semua kata-katamu selalu membuatku melayang Mas Andika," ucap Grace pelan sambil mengecup bibir Andika dengan lembut.


Andika bukan seorang pria romantis tapi kata-katanya selama ini selalu jujur dan membuat Grace selalu terbuai dengan rayuan gombal yang terkadang membuat wajahnya terlihat tampak sumringah dan bahagia.


Sesekali wanita itu suka rayuan bahkan gombalan iseng yang bisa membuat mood boosternya menjadi lebih percaya diri lagi.


"Sejak kapan Mas suka merayu kamu? Sepertinya dari jaman pacaran tidak pernah," ucap Andika lembut membalas mengecup bibir ranum Grace yang begitu tipis.


"Hem, kamu lupa, apa memang benar lupa?" ucap Grace pelan sambil menjawil dagu Andika dengan penuh kemesraan.


"Kita masuk, lihat semua mata memandang ke arah kita. Kita mulai acaranya sekarang. Kamu selalu pintar kalau membuat surprise," ucap Andika saat melangkah sambil merangkul pinggang Grace dan berbisik pelan di telinga Grace.


Grace hanya bisa mengulum senyumnya dan menahan rasa bahagianya. Mereka berdua berjalan menuju panggung dan saling berangkulan.


Pembawa acara telah memulai acara dan semua tamu undangan menyimak dengan baik menatap pasangan yang sedang berbahagia itu yang penuh keromantisan dan kebahagiaan.


"Kamu yang pegang pisau itu, Mas yang akan menuntun tanganmu memotong kue tart itu," ucap Andika pelan lalu menggenggam tangan Grace yang telah memegang pisau kue itu dengan sangat erat.


Pembawa acara sudah mempersilahkan kepada Andika dan Grace untuk memotong kue tart itu. Andika pun dengan pelan menuntun tangan Grace dan mulai memotong dari atas kebawah hingga membuat garis tegak lurus. Lalu memotong bagian atas dan meletakkan satu potongan itu di piring kecil yang telah disediakan.


Secara spontan Andika menyendokkan kue itu dan menyuapkan satu potongan kecil ke mulut mungil Grace.


"Ini untukmu Grace Sayang, Mas akan selalu seperti kue ini, memberikan sesuatu yang manis untuk kamu rasakan, tanpa ada rasa pahit dan getir," ucap Andika pelan dengan tatapan penuh damba kepada Grace, istri kesayangannya itu.

__ADS_1


Grace pun menerima suapan itu dan mengunyah dengan lembut di dalam mulutnya. Grace pun membalas dan melakukan hal yang sama kepada Anda, suami tercintanya.


"Aku pun akan tetap menjadi seperti kue ini, terlihat kecil, namun tetap memiliki cita rasa yang tersembunyi. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang berarti dalam kehidupanmu Mas Andika, dan selalu ada di setiap Mas Andika membutuhkan," ucap Grace dengan tatapan lembut melekat di kedua mata Andika hingga senyum manis itu selalu menarik di dalam bayangan setiap waktu.


Semua orang bertepuk tangan dengan riuh, perjalanan panjang dengan usia pernikahan selama sepuluh tahun itu bukanlah hal yang mudah, semua penuh lika-liku dan cobaan yang datang mendera berulang kali, dari segi finansial, dari segi kesehatan, dari segi kebahagiaan dan kesuksesan.


Kehidupannya begitu terlihat sempurna di mata banyak orang hingga membuat orang-orang di sekitar mereka pun iri dengan kehidupan rumah tangga Andika dan Grace.


"Terima kasih, sudah menemaniku selama ini, kamu wanita terhebat dalam hidupku, Grace," ucap Andika pelan.


"Aku juga ingin berterima kasih kepada Mas Andika. Mas begitu sabar menjalani semuanya bersamaku. Maaf," ucap Grace melemah dan terhenti sambil menundukkan kepalanya menahan isak tangisnya.


Andika memegang dagu Grace dan mengangkat pelan dagubistrinya itu untuk menatap kedua matanya.


"Maaf untuk apa, hemm?" tanya Andika begitu lembut dan mengecup bibir Grace yang sudah basah karena air mata.


Grace pun tidak bisa menahan rasa sedihnya dan memeluk erat Andika dengan penuh ketulusan.


Kepala Grace di sandarkan di dada Andika, terasa getaran tangisan Grace yang begitu terasa meyayat hati Andika. Andika mengusap lembut rambut panjang Grace yang terurai sangat indah.


"Maaf untuk apa, Sayang? Kamu tidak bersalah apa-apa kepada Mas. Atau kamu merasa punya salah kepada Mas? Coba ceritakan, Mas pasti akan memaafkan kesalahan kamu, Sayang," ucap Andika begitu lembut dan bijak.


Suami yang betul-betul menjadi idaman setiap istri. Suami yang begitu sabar dan tulus serta ikhlas. Tidak banyak menuntut kepada istri bahkan Andika juga selalu mendukung kegiatan Grace yang berkecimpung di dunia sosial.

__ADS_1


Andika adalah tipe suami yang membebaskan istrinya melakukan apa saja sesuai keinginan istri kesayangannya itu, hanya saja tetap bisa membawa diri dan aktivitas itu tidak menyita waktunya, yang terpenting aktivitas itu positif dan membangun ke arah yang lebih baik lagi.


"Maafkan aku ... belum bisa memberikan anak, seperti yang kamu harapkan sejak sepuluh tahun yang lalu," ucap Grace pelan bagaikan petir yang menyambar di malam hari. Hati Andika seperti tertusuk duri yang sangat tajam.


__ADS_2