
Kepala Siska menggeleng dengan cepat dan kakinya melangkah mundur agar tidak tersentuh oleh Herman, suaminya.
"Sudah Pah. Mamah sudah tidak mau berbaik-baik lai dengan Papah. Mamah tetap ingin bercerai dengan Papah," ucap Siska tegas.
"Tapi, Mah?!" jawab Herman yang masih bersimpuh di lantai menyesali semua perbuatannya.
"Tapi apa?! Tidak ada tapi-tapian!! Kembalikan semua uang perusahaan yang telah Papah pakai. Kalau Papah masih mau mengurus usaha, silahkan urus Perusahaan Bangkit Jaya yang sudah lama tidak terurus. Papah bisa memulai semuanya dari awal, tapi tanpa modal Mamah," ucap Siska tegas menjelaskan.
"PT. Bangkit Jaya kan sudah bangrut, Mah? Kalau pun ingin di mulai dari awal tentu membutuhkan modal ynag cukup besar untuk isa menjalankan roda perusahaan itu," ucap Herman pelan.
Sedikit banyak, Herman cukup tahu seluk beluk tentang PT. Bangkit Jaya. Perusahaan ii merupakan anak cabang dari PT. ROYAL, dan tetap mengacu kepadaPerusahaan utama. PT. Bangkit Jaya. mengalami kebangkrutan setelah Ayah Siska meninggal dan tidak ada generasi penerus yang mampu meneruskan usaha yang sedang berkembang ini, hingga mengalami kebangkrutan dan di tinggalkan begitu saja.
"Memang sudah bangkrut. Tapi, geduang dan inventaris masih lengkap. Ekhmmm begini saja. Mamah mau kasih tantangan untuk Papah. Kalau Papah berhasil, menghidupkan perusahaan tersebut dalam jangka waktu tiga bulan, maka Mamah tarik gugatan cerai Mamah. Tapi, jika Papah gagal, maka surat cerai akan datang ke tempat Papah, dan semua kekayaan yang Papah pakai akan di langsung di ambil alih?" ucap Siska pelan tapi tegas menjelaskan semua keinginannya.
Herman cukup terhenyak dengan permintaan tegas Siska. Selama menikah dengan Sisika, Siska adalah wanita penurut. Tidak sedikit pun Siska ikut campur dan berurusan dengan perusahaan yang sedang di pimpin oleh Herman. Hanya saja memang setiap satu bulan sekali, Siska akan mendapatkan keuntungan PT. ROYAL yang langsung diirimkan ke rekeningnya sebagai penerus satu-satunya ahli waris PT. ROYAl.
"Apakah tidak ada pilihan lain, Mah? Kita menikah sudah puluhan tahun, apa tidak ada kemudahan untuk Papah. Selama ini Papah mengurus perusahaan dengan sangat baik hingga bisa maju dan GO Nasional. Apa Mamah tidak bisa memaafkan Papah. Papah sadar papah salah, dan Papah khilaf melakukan itu semua," ucap Herman pelan.
"Khilaf!! Mudah sekali bilang khilaf!! Khilaf kalu sudah ketahuan? Kalau belum ketahuan, Papah tidak akan mungkin bilang khilaf!! Malahan akan di lanjut terus sampai benar-benar Mamah mengetahuinya dengan cara Mamah," sergah Siska dengan cepat.
"Papah benra-benar khilaf Mah. Papah janji tidak akan mengulangi ini semua. Papah kapok," ucap Herman tegas dengan meyakinkan agar Siska memaafkannya.
Siska tidak bergeming. Kepalanya menggeleng cepat. Lelaki itu tidak perlu di beri maaf. Semakin perempuan memberi maaf, maka lelaki pun semakin menjadi dan mengulang kembali kesalahan yang sama, karena beranggapan bahwa permepuan akan memaafkannya.
__ADS_1
"Sudah Pah. Percuma, Papah membela diri. Mamah tidak akan terbujuk dengan semua bujuk rayu Papah itu. Sekarang Papah cari cara untuk bisa membangkitkan kembali roda prusaaan PT. Bangkit Jaya agar bisa survive seperti dulu lagi dengan cara apapun," ucap Siska tegas.
Siska tidak mau panjang lebar lagi menjelaskan maksud dan tujuannya. Tubuhnya lansung berbalik begitu saja meninggalkan Herman dan berjalan menuju kamar utamanya.
"Mamah!! Papah masih butuh Mamah!!" teriak Herman dengan suara keras.
Satu tetes air mata Siska pun turun begitu saja. Rasa sakitnya yang sejak tadi di tahan di depan Herman, suaminya pun sudah tidak terrtahankan untuk di bendung lagi di pelupuk matanya.
Siska tidak menjawab dan diam. Pandangannya sedikit kabur namun tetap fokus berjalan menuju kamarnya.
Tangisannya pecah saat Siska sudah berada di dalam kamar. Siska memang terlihat sangat tegar, padahal sebenarnya Siska rapuh. Bertahun-tahun mengabdi menjadi istri yang sesuai dengan keinginan Ayahnya dan menuruti semua keinginan Herman, suaminya yang dianggap sempurna. Namun, di balik itu semua, Hermanbermain gila dengan bayaran yang kini di persunting menjadi istrinya tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
Kamar tidur Siska memiliki peredam suara. Sekeras apapun berteriak maka tidak akan terdengar sampai di luar.
Perusahaan Bangkit Jaya, adalah perusahaan yang bergerak di bidang logam dan tembaga. tentu banyak investor dari luar pulau yang akan datang jika mendapatkan undangan dari Herman.
Sosok Herman sendiri sudah di kenal sebagai pengusaha yang sukses. Sukses menjalankan perusahaan dan sukses dalam pembangunan proyek-proyek baru dan hasilnya selalu maksimal.
Kepalanya memutar otak untuk berpikir keras dan mencari solusi cara membangkitkan perusahaan Bangkit Jaya. Langkah awal yng harsu dilakukan itu apa? Karena mau tidak mau, herman harus menerima tantangan dari SIska, istrinya dan mengikuti alur pemainan Siska yang mengancam akan menceraikannya.
Bayangannya terus berputar mengingat Dini. Saat ini hanya Dini dan Dini yang ada dipikirannya.
"Benny!! Benny!!" panggil Herman dengan suara lantang.
__ADS_1
Benny pun langsung masuk ke dalam dan berdiri tepat di depan Dini.
"Ya, Tuan Herman. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Benny dengan suara pelan dan hormat.
"Kamu pasti sudah mendengar semua percakapan tadi. Apa yang menjadi permintaan Siska, karena Siska telah mengetahui ini semua," ucap Herman dengan suara beratnya.
Benny mengangguk pelan. Memang sejak tadi Benny menyimak pembicaraan dan perdebatan kedua majikannya dengan seksama.
"Maksud Tuan, Tuan ingin tahu bagaiamana cara memajukan PT. BAngit Jaya, agar semua fasiloitas yang Tuan pakai tidak hilang dan diambil alih, karena Taun Herman mampu memimpin perusahaan tersebut dengan baik? Begitu?" tanya Benny pelan dan begitu sopan.
Herman menganggukkan kepalanya dengan pelan.
Mulai besok dan hari-hari selanjutnya tidak ada waktu untuk berleha-leha dan tetap terus mencari cara untuk mendapatakan kucuran dana sebagai modal tambahan dan ivestor serta penanam saham.
Sejak malam ini., Herman dan Benny mencari nama-nama Bos Besar yang juga memiliki usaha maju yang bergerak di Bidang logam dan tembaga. Ada sepuluh nama yang akan di panggil hemran secara berkala untuk di ajak bekerja sama.
"Aku ingin menjual rumahku? Kamu bisa bntu? Aku sudah tidak memiliki uang lagi untuk biaya hidup Dini," ucap Hermsa lirih.
"Jika rumah mewah ituidi jual untuk modal. Nona Dini akan tinggal dimana? Tuan Herman dan Nona Dini baru saja menikah? Tentu ingin selalu bersama?" tanya Benny dengan pelan.
"Entahlah. Tidak mungkin aku meneruskan pernikahan gila ini. Aku merasa di bodohi oleh Dini. Setiap melihat wajahnya, tubuhku terasa terkena setrum ingin memakai tubuh itu dan ingin memberikan uang yang begitu banyak atas kepuasan yang aku dapatkan. Ini tidak wajar kan? Pelet apa yng Dini pakai hingga aku begitu meggilai tubuhnya itu?" tanya Tuan Herman yang seperti menyesali semua keadaan ini.
Benny hanya terkejut mendengar ucapan Tuan Herman.
__ADS_1