
Pekerjaan Arga hari ini sudah beres. Mulai besok sesuai isi perjanjian kontrak kerja sama itu. Kantor Wibiono akan di jadikan kantor pemasaran untuk proyek raksasa bidang properti miliknya.
Arga sudah mmeberitahukan Windu kalau misi untuk bekerja sama telah sukses.
"Bu ... Arga sudah melakukan tugasnya dnegan baik. Kerja sama ini semoga membuahkan hasil," ucap Windu tulus.
"Windu sayang. Kamu sudah banyak berkorban untuk suamimu. Kamu kerja keras untuk membayar hutang dansekarang kamu ikut investasi hanya untuk membantu membangkitkan finansial Wibisono. Ibu dukung, tapi resiko besar itu tetap ada. Ibu hnaya bilang tetap waspada dan berhati -hatilah," ucap Ibu Windu menasehati.
"Terima kasih Bu," jawab Windu memeluk Sang Ibu.
Srelama tiga bulan ini. Windu merasa terbantu dengan motivasi Bapak, Ibu dan adiknya yang selalu mengutakan Windu. Belum lagi semua para pekerjanya terdahulu yang ikut memmbantu dan membangun usaha cafe hingga besar seperti saat ini hanya dalam hitungan waktu saja.
"Nona Windu hebat. Dalam waktu singkat, sudah banyak pelanggan di cafe ini. Belum lagi pelanggan kosmetik di toko kita pun selalu habis dalam waktu cepat," ucap Tini saat membantu Windu membereskan barang -barang kosmetik yang barusaja datang satu box besar.
__ADS_1
"Ini semua juga hasil kerja keras kalian. Tanpa kalian, smeua usaha aku tidak akan besar seperti ini," ucap Windu dengan senyum penuh ketulusan.
"Non gak kirim makanan untuk Bapak?" tanya Tini pelan mengingatkan.
"Ya ampun. Aku lupa. Aku masak dulu, nanti tolong antarkan ya Tin," titah Windu kepada Tini.
"Iya Non. Pasti," jawab Tini sambil membereskan smeua kosmetik di etalase kaca besar bersama Inah.
Suasana hati Windu sedang bahagia. Ia pun memasak dengan hati. Tempura tepung dengan kwetiaua goreng seafood jadi pilihan Windu untuk menu makan siang Wibisono kali ini. Tidak lupa potongan buah pepaya dan minuma kopi buatannya serta cemilan bolu kukus bentuk cinta.
Wajahnya kali ini penuh dengan rasa bahagia karena berhasil menanda tangani kontrak kerja sama yang cukup besar untuknya.
"Bawa sini," jawab Wibisono pelan. Biasanya Wibisono selalu di lingkupi amara dan kekesalan.
__ADS_1
"Ini Pak." jawab satpam itu singkat dan meletakkan bungkusan makanan itu di meja kerja Wibisono.
"Oh ya ... Pihak bank tidak pernah datang lagi? Tidak pernah telepon juga?" tanya Wibisono pelan sambil membuka makanan dari plastik.
"Tidak pernah Pak. Waktu bulan pertama saja, selanjutnya tidak ada," ucap satpam itu pelan sambil mengingat pihak bank terakhir datang ke kantor dan ingin menyita gedung ini.
"Oh ... Coba nanti biar saya telepon pihak banknya," ucap Wibisono pelan.
Wibisono mulai menikmati makanan itu. Makanan dengan cita rasa khas dan menu yang sellau berbeda.
"Enak sekali. Dan selalu lezat tanpa ada cacat. Kau tak pernah melupakan aku, walaupun aku telah mengusirmu dulu. Maafkan aku, Windu," ucap Wibisono paa dirinya sendiri seolah ia sedang berbicara dengan Windu.
Makanan yang dibuat dengan ketulusan dan penuh cinta. Memang selalu memberikan cita rasa yang sangat luar biasa.
__ADS_1
Kwetiau goreng seafood, makanan ini adalah makan pertama yang kau buat untukku dulu. Di sini aku kagum padamu Windu. Kau berbeda dengan perempuan lainnya. Bahkan Yasinta pun tak bisa menemaniku di saat aku terpuruk seperti saat ini, malahan Yasinta meminta cerai dan telah menjual semua harta milik kita berdua.
Aku juga ingin membahagiakan kamu, tapi aku belum bisa. Lebih baik kau mencari lelaki lain yang lebih baik dan lebih sempurna dari aku. Kau masih muda, Windu.