Ketulusan Seorang Wanita

Ketulusan Seorang Wanita
KEDATNAGN ARGA


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian ...


Arag datang kembali ke cafe bambu untuk menemui Windu dan memberikan jawaban atas permintaan Windu untuk membantunya.


"Hai ... Maaf aku sibuk selama ini," ucap Arga pelan. Lelaki itu menghampiri Windu yang sedang duduk sendiri di sudut ruangna cafe sambil menikmati live music yang selalu ada setiap malam sebagai hiburan bagi konsumen yang datang.


"Heii Arga ... Lama gak ketemu. Gimana kabar kamu. Gak masalah sama kesubakn kamu. Aku ngerti," ucap Windu pelan.


Windu terlihat menjaga jarak dengan Arga. Windu tidak ingin Arga salah paham lagi seperti kemarin.


"Kenapa tak menghubungi aku?" tanya Arga pelan sambil memandangi wajah Windu yang cantik.


"Perlu gitu? Aku menghubungi kamu? Untuk keperluan apa?" tanya Windu pelan kepada Arga.Senyumnya terlihat kecut dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"Ya menanyakan misi kamu? Permintaan kamu?" tanya Arga mecari alasan.


"Bukankah kamu yang bilang, akan menghubungi aku? Dan berusaha mencari solusi dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk membnatu aku?" jawab Windu sesuai dengan apa yang di katakan ARga dahulu.


"Tapi ... Setidaknya kamu punya effort untuk bertanya? Bukankah itu hal yang wajar?" tanya RAga masih saja mendesak.


Windu menggelengkan kepalanya.


"TIdak wajar. Tidak ada yang wajar dalam petemanan lawan jenis. Jika salah satunya sudah ketahuan memiliki rasa, lebih baik aku mundur. Masih banyak teman teman lainnya yang mau membantu aku, dnegan tujuan lain? Tujuan bisnis yang sama -sama saling menguntungkan. Walaupun, aku sadar, selama ini kamu telah banyak membantu aku. Aku ucapkan banyak terima kasih," ucap Windu tegas.


"Aku kemari tidak ingin berdebat dneganmu Windu. Aku ingin menerima tawaran berbisni bersama suami kamu. Aku akan coba tawarkan bisnis yang bergerak di bidang properti perumahan real estate," ucap RAga pelan.


Bnar mata Windu pun langsung jelas menunjukkan raut wajah bahagia dan senang.

__ADS_1


"Kamu serius? Mau mengajak perusahaa suamiku kerja sama? Kamu tidak punya niata lain kan?" tanya Windu menuduh sedikit ke arah Arga.


"Tidak ada Windu. Aku ingin mengajak kerja sama dengan perusahaan suami kamu tanpa ada syarat dan tujuan apapun. Kecuali ...." ucapan Arga terhenti sejenak membuat Windu yang sednag menyimak dengan baik pun ikut mengamati lelaki itu mempertegas ucapannya.


"Kecuali apa?" tanya Windu dnegan cepat karena penasaran.


"Kecuali, Suami kamu malah membuangmu dengan perjuanganmu ini. Maka aku adalah orang pertama yang akan sellau ada untuk kamu, dan menunggu kamu sellau. Kedua, aku akan memutuskan semua perjanjian kerja sama, jika kamu di sakiti. Itu saja," ucap Arga sangat lantang.


Windu tak dapat menjawab. Tatapannya begitu sangat lekat dan tak berkedip menatap Arga.


"Kau paham maksudku?" tanya ARga mengulang.


"Ehh .. Paham. Sangat paham sekali. Tapi aku rasa, suamiku tidak akan mengabaikan aku. Kalau pun kemarin ia marah padaku, mungkin karena ia takut tidak bisa membahagiakan aku? Itu sih menurut aku?" ucap Windu dengan percaya diri.

__ADS_1


"Kau sangat yakin sekali? Lalu bagimana jika ia malas bertemu kau, karena kamu hanya di anggap beban berat bagi dirinya?" utanya ARga sinis.


Deg ...


__ADS_2