Ketulusan Seorang Wanita

Ketulusan Seorang Wanita
16


__ADS_3

Tangan Dini di tarik tiba-tiba oleh lelaki hitam legam yang tepat duduk di dekatnya.


Sontak Dini pun berteriak dengan suara keras, "Arrghhhh apa yang kamu lakukan?!! Lepaskan aku!! Brengsek!!"


Suara Dini yang lembut terdengar melengking saat berteriak dan lumayan mengganggu pendengaran bagi yang mendengar.


"Berteriaklah gadis cantik!!" ucap salah satu lelaki bertopi sambil memegang dagu Dini dengan erat dan sedikit kasar.


Kini posisi Dini sudah di himpit di bagian kiri dan kanan serta depan. Jumlah lelaki yang ada di dalam angkutan itu ada sekitar enam orang.


Lelaki hitam legam itu merangkul Dini hingga membuat Dini merasa sedikit sesak. Sementara angkutan itu masih terus berjalan dengan laju cepat dengan jalanan yang semakin sepi.


"Apa-apaan ini!! Brengsek!!" Dini semakin geram dan berusaha melepaskan rangkulan itu dan tngan yang brada di dagunya. Satu kakinya berusaha menendang kuat lelaki yang berada tepat di depannya.


"Awww ... Hei Nona, berani sekali kamu menendang batangku yang sedang mengeras. Kamu belum kenal siapa saya?" ucap Lelaki yang terkena tendangan paling menyakitkan barusan oleh Dini.


Dini hanya menatap benci kepada orang-orang yang berada di angkutan itu. Tangan mereka mulai sibuk menyentuh tubuh Dini dan berusaha meklucuti pakaian Dini. Dini terus memberontak, namun semua terasa sangat sulit. Beberapa tangan telah memegangi tangan dan kaki Dini dengan erat hingga Dini tidak bisa terusik lagi dan bibirnya di sumpal dengan bibir lelaki legam yang ada di sebelahnya dengan paksa. Aroma bau naga dari mulut lelaki legam itu yang membuat Dini sebenarnya ingin sekali tidak sadarkan diri.


Keenam lelaki itu sudah terkena pengaruh alkhohol hingga tidak bisa berpikir realistis.


Tiba-tiba saja, mobil angkot tersebut minggirke sisi jalan yang teramat sepi. Dini merasakan mesin mobil itu mulai mati. Tubuh Dini sudah habis di sentuh dan di gerayangi oleh beberapa lelaki itu. Dini hanya bisa diam tanpa bisa berontak.


Tubuh Dini sudah mulai polos, Keenam lelaki itu beserta supir sedang bernegosiasi siapa yang lebih dulu memakai tubuh gadis ini, lalu bergilir bergantian hingga semua lelaki itu bisa merasakan tubuh seksi itu.

__ADS_1


Dini hanya bisa berteriak keras dan mennagis saat semua pakaiannya sudah terlepas dari tubuhnya. Dan satu per satu lelaki yang ada di dalam angkutan itu secara bergantian memaksa Dini untuk melayani mereka di area tengah sawah yang tertutupi ilalang.


Tubuh putih mulus Dini pun mulai memerah karena gatal dari ilalang. Kedua mata Dini hanya bisa memandangi langit biru yang begitu jernih sekali. Hentakan di tubuhnya sudah tidak di rasakan lagi. Dini seolah mati, mati perasaannya, mati jiwanya dan mati raganya.


Suaranya pun telah habis untuk berteriak, semakin keras berteriak, emakin keras pula ikatan di kedua ki dan tangannya. Semakin habis juga tenaga yang harus di keluarkan Dini. Tujuh lelaki dengan satu perempuan. Dini hanya bisa pasrah dan merasakan nyeri pada bagian intimnya yang harus melakukan sesuatu dengan cara paksa.


"Argh ... Setan!! Siapa kamu!!" suara keras terdengar begitu jelas di telinga Dini yang sudah merasa lelah tubuhnya.


Lelaki yang berada di atas tubuh Dini pun seolah mengabaikan suara itu dan fokus pada kenikmatannya. Waniata yang sedang diapakianya ini sangat berbeeda dengan wanita bayaran yang berad di jalanan. Dini seperti wanita berkelas, namun kini harus ikut merana terjatuh dalam lumpur yang begitu dalam.


"Siapa kamu!! Kenapa ikut campur urusan kami!!" suara keras itu seolah tidak mendapatkan jawaban apapun juga.


"Heiii ... Mau jadi pahlawan kesiangan?" tanya seorang pria dengan suara keras.


"Turun kamu dari tubuh wanita itu!!" teriak seorang laki-laki tampan dan menggunakan topi. Lelaki itu membawa kayu balok berukuran besar untuk memukuli laki-laki yang berada di bawah pengaruh alkhohol dan melakukakn perbuatan tidak senonoh.


Lelaki itu merosot turun dari tubuh Dini dan merapikan celana dan pakaiannya meninggalkan tubuh Dini tergeletak begitu saja. dini sendiri hanya melirik ke arah lelaki yang sedang membantunya. Tapi sayang, tubuh Dini benar-benar sudah lemas dan tidak berdaya hingga kedua matanya menutup dan tidak sadarkan diri.


"Kamu mau jadi pahlawa untuk gadis murahan itu!! Lihat kami sudah menggilirnya," ucap lelaki yang terakhir memakai tubuh Dini. Kelima temannya sudah terjatuh dan tidak sadarkan diri karena pukulan balok kayu yang telak tepat mengenai bagian tengkuk semua.


"Sudah jangan banyak bicara!! Mau kena pukulan telak atau cepat pergi dan jangan pernah sentuh wanita ini lagi!! Jika tidak, kamu akan kembali berhadapan dengan aku!!" tegas lelaki bertopi yang masih memukul-mukulkan balok kayu itu ke tangan kirinya.


Nada suara lelaki bertopi yang barusan datang terdengar mengancam dan menantang. Lelaki yang baru saja melakukan perbuatan tidak senonoh kepada Dini pun tetap maju dan tidak gentar dalam setiap kondisi apapun.

__ADS_1


Suara pukulan telak yang di berikan oleh lelaki bertopi itu tanpa ampun. darah mengalir seketika pada kening lelaki yang telah melakukan hal-hal yang tidak terpuji kepada wanita. melihat lawannya sudah terjatuh tidak berdaya pun akhirnya lelaki bertopi itu menyudahi pukulannya.


Kini, lelaki itu berjalan sambil membuka jaket kulitnya untuk menutup sebagian tubuh Dini yang bisa tertutupi oleh jaketnya itu.


Lelaki bertopi itu mengangkat Dini, dan membawanya ke arah jok mobil bagian depan.


Saat meletakkan Dini dan sedtengah merebhkan di jok mobilnya pun tanpa sengaja Adam, mencium pipi Dini karena sedang memakaikan sabuk pengaman dan tidak sengaja mencium gadis itu.


CUP ...


Adam sendiri terkejut dengan apa yang telah di lakukannya walau tanpa sengaja. Ini sama saja mencuri, karena melakukannya di saat gadis itu tidak sadarkan diri. Adam menatap Dini, mengingat kejadian di akmpus tadi pagi tidak sengaja bertabrakan dan saat Adama akan pulang tidak sengaja melihat Dini yang di seret pasa oleh beberapa lelaki ke area tngah persawahan untuk di gilir dan memberikan semuah kenikmatan dunia.


'Kamu cantik sekali? Pantas banyak lelaki tergila-gila kepadamu," lirih Adam membatin.


Adam pun menutup pintu mobil itu dan membawa Dini ke rumahnya. Tadi, Adam mencari identitas gadis cantik ini. Namun, tidak berhasil menmukan apapun.


"Euhh ...." suara lirih lolos begitu saja dari bibir mungil Dini.


Adam yang sudah menyalakan mesin mobil dan bersiap menjalankannya, terkejut mendengar erangan lirih dari Dini.


Jiwa Dini terlihat seperti sedang terguncang. Jelas terlihat banyak permasalahan yang silih berganti.


Erangan itu seolah menjadi sesuatu yang penting bagi Adam. Minimal Adam bisa menilai bagaimana kondisi kejiwaan Dini setelah kejadian tadi.

__ADS_1


"Aku dimana?" erang Dini lirih sekali.


__ADS_2